IPO Produsen Kuas Cat Ace Oldfields Bidik Dana hingga Rp 97 Miliar

Ace Oldfields akan menggunakan dana hasil IPO untuk membeli tanah dan bangunan serta untuk modal kerja perusahaan.
Image title
Oleh Lavinda
23 September 2021, 11:38
Ace Oldfields, IPO, Saham
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Pergerakan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (5/8/2020).

Perusahaan bidang produksi peralatan dan perlengkapan pengecatan PT Ace Oldfields berencana mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia melalui penawaran saham perdana ke publik atau initial public offering (IPO) pada Oktober nanti. Perusahaan menawarkan saham dengan kisaran harga Rp 195 - Rp 250 per saham.

Dikutip dalam prospektus IPO, produsen kuas cat ini menawarkan maksimal 390 juta saham baru dengan nominal Rp 50. Jumlah saham tercatat 30,17% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perusahaan. Dengan harga penawaran yang ditetapkan, proyeksi jumlah dana yang akan diperoleh perusahaan menjadi Rp 76 miliar - Rp 97,5 miliar.

Dalam waktu bersamaan, Ace Oldfields juga menerbitkan maksimal 130 juta waran seri I yang menyertai saham baru atau maksimal 14,4% saham perusahaan. Waran diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru.

Setiap 3 saham baru berhak memperoleh 1 waran seri I. Instrumen ini memberi hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru yang dikeluarkan dalam portepel dan berlaku selama 6 bulan.

Sebanyak 39,4% dari dana hasil penawaran umum perdana saham akan digunakan untuk pembelian sebagian tanah dan bangunan di Jonggol, Bogor, dari pihak afiliasi senilai Rp 28 miliar. Tujuannya, untuk mengurangi biaya sewa perusahaan dan pengembangan usaha di masa mendatang.

"Transaksi (pembelian tanah) akan dilakukan paling lambat tiga bulan setelah dana IPO diterima," demikian tertulis dalam prospektus perusahaan dikutip Kamis (23/9).

Sisanya, 60,6% dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja perusahaan, yakni membeli bahan baku, beban operasional, dan biaya pemasaran. Sementara itu, dana dari pelaksanaan waran seri I juga akan digunakan untuk modal kerja. 

"Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah PT NH Korindo Sekuritas Indonesia," ujar Manajemen Ace Oldfields.

Pemesanan saham dilakukan melalui sistem penawaran umum elektronik. Adapun, masa penawaran awal diperkirakan berlangsung pada 22-27 September 2021, dengan perkiraan tanggal efektif pada 6 Oktober. Masa penawaran umum perdana saham ditetapkan pada 8-14 Oktober 2021, sementara masa penjatahan berlangsung 14 Oktober 2021.

Kemudian, masa distribusi saham secara elektronik dilakukan pada 15 Oktober 2021, sehingga tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan berlangsung pada 18 Oktober 2021.

Perusahaan pertama kali didirikan di Bogor pada 1989 dengan nama PT Ace Panbrush Industry. Perusahaan milik pengusaha lokal ini bergerak di bidang industri kayu, barang dari kayu dan gabus, dan barang anyaman dari bambu, rotan, dan sejenisnya.

Barang-barang dari kayu yang diproduksi antara lain, alat tenun, gantungan bayu, sumpit, tusuk gigi, sempoa, penggaris, dan papan tulis. Termasuk pula alat-alat kerja dari kayu di antaranya, plesteran, palu, rumah serutan kayu, gagang pegangan perkakas, palet, papan cucian, dan sejenisnya.

Kemudian, pada 1996, Ace Panbrush Industry melakukan joint venture dengan Oldfields International Pty Ltd of Australia, produsen perlengkapan pengecatan di Australia yang berdiri sejak 1916.

Ace Oldfields bertransformasi menjadi produsen peralatan pengecatan di Indonesia, terutama kuas cat dan baki cat. Dalam pemasarannya, perusahaan tidak hanya menjual produk di pasar domestik, tetapi juga ekspor ke sejumlah negara tujuan yakni, Australia, Selandia Baru, dan Eropa.

Berdasarkan laporan keuangan per Mei 2021, perusahaan membukukan pendapatan Rp 42,16 miliar, dengan beban pokok pendapatan Rp 33,26 miliar. Dengan demikian, laba kotor yang diperoleh Rp 8,89 miliar.

Perusahaan juga menggelontorkan sejumlah pengeluaran antara lain, beban umum dan administrasi Rp 7,27 miliar, beban bunga dan keuangan Rp 1,79 miliar.

Namun, dengan pendapatan lain-lain yang mencapai Rp 1,81 miliar, perusahaan berhasil mencatat laba sebelum pajak penghasilan Rp 1,64 miliar. Secara total, laba bersih Ace Oldfields per Mei 2021 tercatat Rp 1,52 miliar.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait