Bangun Properti di Subang, Surya Semesta Raih Utang Rp 500 M dari IFC

Surya Semesta menerima dana Rp 499,45 miliar dengan tingkat bunga tetap 8,96% dari IFC.
Image title
Oleh Lavinda
29 September 2021, 16:27
IFC, Surya Semesta, Utang
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc.
Ilustrasi properti.

Perusahaan properti dan real estate PT Surya Semesta Internusa Tbk memperoleh pinjaman tahap kedua sebesar US$ 35 juta atau sekitar Rp 500 miliar (asumsi kurs Rp 14.270/US$) dari International Finance Corporation (IFC), anggota Bank Dunia. 

Fasilitas pinjaman akan digunakan untuk mendukung pembangunan hijau berkelanjutan pada proyek Subang Smartpolitan. Secara umum, emiten berkode saham SSIA ini menargetkan pendapatan 2021 akan meningkat sekitar 15%. Target tersebut dapat direvisi dengan mempertimbangkan dampak Covid-19 hingga akhir 2021.

Pinjaman dilindung nilai dengan skema swap suku bunga lintas valuta asing atau Cross Currency Interest Rate Swap. Alhasil, Surya Semesta menerima dana Rp 499,45 miliar dengan tingkat bunga tetap 8,96%.

"Hingga saat ini, SSIA memiliki sisa US$15 juta paket pinjaman, dari total fasilitas kredit sebesar US$100 juta yang ditandatangani pada Mei 2018," ujar Manajemen Surya Semesta Internusa dalam keterangan tertulis, Rabu (29/9).

Dana pinjaman diberikan efektif pada 7 Juni 2021, sedangkan tanggal jatuh tempo ditetapkan pada 15 Juni 2028, atau diperpanjang dari waktu tenggat seharusnya, yakni 15 Juni 2026.

Sebelumnya, SSIA telah menarik dana pinjaman tahap pertama US$50 juta atau sekitar Rp702,5 miliar dengan bunga tetap 10,06% pada pertengahan September 2019. Pembayaran utang akan jatuh tempo pada 15 Juni 2026.

"SSIA percaya investasi pertama oleh IFC di perusahaan ini akan menciptakan pasar yang membuka peluang lebih besar untuk masa depan proyek baru Subang City of Industry," ujarnya.

Menurut manajemen, selain menyediakan modal jangka panjang, kerja sama SSIA dengan IFC akan membantu untuk mempercepat pengembangan Subang Smartpolitan.

Proyek ini menghadirkan standar hijau berkelanjutan melalui penggunaan teknologi terbaru, dan memacu pengembang kawasan industri lainnya untuk mengikuti jalur yang sama.

Per Mei 2021, SSIA mencatatkan pra-penjualan lahan seluas 7,5 ha kepada perusahaan teknologi lokal dengan total nilai Rp129,2 miliar.

SSIA menetapkan target penjualan dalam pemasaran atau marketing sales pada 2021 seluas 20 hektar dari Suryacipta City of Industry Karawang. Perusahaan juga menargetkan dapat membukukan komitmen penjualan seluas 40 hektar tahun ini dari pengembangan baru, Subang Smartpolitan.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait