Anak Usaha WIKA Kuasai 100% Saham Produsen Motor Listrik RI, Gesits

Sebelumnya, WIKA memutuskan menambah modal Rp 402 miliar, dan mengubah komposisi kepemilikan saham pada PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ) dari 30% menjadi 80%.
Image title
Oleh Lavinda
30 September 2021, 12:52
WIKA, Wijaya Karya, IPO
ARIEF KAMALUDDIN | KATADATA
Wijaya Karya

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA terus berupaya mendiversifikasi kegiatan usahanya. Setelah meningkatkan kepemilikannya di usaha sistem penyediaan air minum (SPAM) Jatiluhur, kini perusahaan konstruksi pelat merah itu menjadi pengendali usaha manufaktur sepeda motor listrik.

Wijaya Karya, melalui anak usahanya PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi (WIKON) mengambil alih saham PT WIKA Industri Manufaktur (WIMA) dari PT Gesits Technologies Indo.

WIKON membeli 6.800 saham atau 10,66% saham WIMA dari GTI dengan nilai transaksi Rp 36,5 miliar. Melalui transaksi tersebut, kini WIKON menjadi pemegang 100% saham WIMA.

"Transaksi dilaksanakan pada 24 September 2021," ujar Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Mahendra Vijaya dalam keterangan tertulis, Kamis (30/9).

Mahendra mengatakan, pelaksanaan transaksi memberi dampak positif bagi keberlangsungan kegiatan usaha WIMA, sekaligus memberi nilai tambah bagi perusahaan.

WIKA Industri Manufaktur bergerak di bidang industri manufaktur dan assembling, khususnya sepeda motor listrik dengan merek Gesits. Ini merupakan perusahaan joint venture antara WIKON dan GTI yang didirikan pada 2018.

Dalam laman perusahaan dijelaskan, pembentukan perusahaan ini merupakan upaya untuk mengambil peluang di bidang transportasi, energi, dan teknologi yang berkembang di Indonesia.

Sebelumnya, Wijaya Karya memutuskan menambah modal Rp 402 miliar, dan mengubah komposisi kepemilikan saham pada PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ) dari 30% menjadi 80%. Perusahaan otomatis akan menjadi pemegang saham pengendali.

Emiten berkode saham WIKA ini melaksanakan pemenuhan kewajiban belanja modal porsi perusahaan Rp 402 miliar. Dana belanja modal bersumber dari dana penyertaan modal negara (PMN), dan kas perusahaan.

Belanja modal juga akan dicatatkan sebagai uang muka setoran modal. Artinya, dengan dana tersebut, Wijaya Karya juga menambah setoran modal pada WTJJ yang menyebabkan perubahan persentase kepemilikan saham perusahaan.

Perusahaan akan menyetor modal kepada WTJJ Rp 31,4 triliun yang akan diambil dari konversi uang muka setoran modal.

"Sisanya, Rp 370,63 miliar dan selanjutnya atas sisa uang muka setoran modal akan dilakukan setoran modal berdasarkan permintaan WTJJ melalui konversi," ujar Mahendra dalam pengumuman tertulis di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (20/9).

Saat ini, WIKA memiliki 30% saham WTJJ. Dengan penambahan modal disetor, kepemilikan saham akan berubah menjadi 80%. Perusahaan mengambil bagian atas porsi kepemilikan saham perusahaan di WTJJ sebesar 30% atau Rp 21 miliar, dan atas sisa saham yang tidak diambil oleh pemegang saham WTJJ lain Rp 10,4 miliar.

Ke depan, Wijaya Karya akan menjadi pemegang saham pengendali WTJJ. Sedangkan pemegang saham lain yakni, PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (Jakon) akan terdilusi dari 60% menjadi 17,44%, dan PT Tirta Gemah Ripah akan terdilusi dari 10% menjadi 2,56%.

Menurut Mahendra, transaksi ini akan bermanfaat bagi perusahaan, terutama untuk mengembangkan usaha di bidang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) melalui WTJJ. Setoran modal juga akan meningkatkan kinerja perusahaan yang pada akhirnya dapat menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham, sekaligus memberikan dividen bagi pemegang saham.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait