Kongsi dengan Pengembang Tiongkok Mandek, Alam Sutera Beri Pelonggaran

Alam Sutera dan China Fortune Land Development menandatangani perjanjian kerja sama pengembangan proyek Suvarna Sutera pada 22 Juni 2016 .
Image title
30 September 2021, 15:27
Alam Sutera, Properti, Tiongkok
ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/foc.
Pengunjung melihat-lihat paket perumahan yang ditawarkan pengembang pada Pameran REI Properti Expo di Mall Paragon, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (22/5/2021).

Kerja sama antara PT Alam Sutera Realty Tbk dan China Fortune Land Development (CFLD) di proyek Suvarna Sutera tidak berjalan lancar. Salah satunya disebabkan kondisi pandemi Covid-19 yang membuat perkembangan perusahaan properti asal Tiongkok itu melambat.

Direktur Alam Sutera Joseph Sanusi Tjong mengatakan, ada rencana CFLD ingin mendapat perpanjangan waktu untuk menyelesaikan sisa kerja sama dalam proyek tersebut. Emiten berkode saham ASRI ini berkomitmen melakukan penyesuaian agar proyek tetap berjalan.

Mulanya, kerja sama ditandatangani pada 22 Juni 2016 untuk mengembangkan proyek Suvarna Sutera, di mana CFLD akan mengembangkan tanah seluas 500 hektare dan menjualnya. Kerja sama ini merupakan pertama kalinya bagi kedua perusahaan menggandeng pihak dari negara asing.

Sampai saat ini, total tanah yang sudah diambil CFLD untuk dikembangkan baru sekitar 180 hektare. "Sampai saat ini memang perkembangannya tidak begitu lancar. Masih kurang 320 hektare yang belum diselesaikan," katanya dalam konferensi pers virtual, Kamis (30/9).

 

Dalam kerja sama tersebut, Alam Sutera mendapat dana jaminan senilai Rp 1,45 triliun. Seiring perkembangan kerja sama, uang jaminan tersebut dilepas secara bertahap ke CFLD. Karena proyeknya tersendat, uang jaminan yang dikembalikan baru Rp 800 miliar.

"Setiap kali mereka (CFLD) mengambil tanah, sebagian dari uang jaminan memang kami kembalikan. Jadi di buku kami masih tersisa sekitar Rp 650 miliar security deposit yang masih tercatat," kata Joseph.

Menurut Joseph, pengerjaan proyek Suvarna Sutera bisa berjalan lama jika dilakukan sendirian. Dengan ada dua pengembang yang bekerja sama, proyek ini diperkirakan bisa berjalan cepat.

Alam Sutera dan CFLD sudah beberapa kali melakukan pembicaraan soal kelangsungan nasib proyek ini. Meski belum ada kesepakatan definitif, Joseph memperkirakan ada rencana CFLD ingin mendapat perpanjangan waktu menyelesaikan sisa kerja sama tersebut.

Joseph mememahami posisi CFLD yang sedang berjalan lambat di tengah pandemi Covid-19. Sehingga untuk berjalan cepat seperti rencana awal, tidak mungkin terjadi lagi.

Alam Sutera berharap CFLD mampu menyelesaikan proyek tersebut, dan akan melakukan penyesuaian agar kinerja CFLD bisa tetap berkembang.

Joseph mengatakan, meski kerja sama ini tidak lancar, Alam Sutera tetap merasa sudah mendapatkan benefit dari kerja sama. Setelah masuk, CFLD langsung melakukan banyak perbaikan, salah satunya perbaikan jalan utama.

"Sehingga pada hari ini, kalau datang ke Suvarna Sutera, bisa lihat ini adalah suatu proyek yang bagus. Kondisi jalan bagus, kondisi landscape bagus, dan ke depan bisa menjadi satu development yang bermutu," kata Joseph.

Karena itu, Alam Sutera sangat berharap CFLD mampu bertahan menyelesaikan apa yang sudah direncanakan sejak awal. Alam Sutera akan memberikan sejumlah fleksibilitas dengan melakukan penyesuaian yang dibutuhkan oleh CFLD.

 

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait