Bank Banten Rilis Saham Baru Rp 77, Incar Dana Rp 1,8 Triliun

Melalui aksi rights issue ini, Pemerintah Provinsi Banten akan menjadi pengendali Bank Banten secara langsung.
Image title
Oleh Lavinda
6 Oktober 2021, 15:22
Bank Banten
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/pd.
Warga melintas di samping layar yang menampilkan infornasi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (13/3/2020).

PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk menetapkan harga saham baru melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebesar Rp 77 per saham. Dengan demikian, perusahaan berpotensi meraih dana total Rp 1,8 triliun dalam pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas (PUT) VII ini. 

Berdasarkan keterangan tertulis, Bank Banten akan menerbitkan maksimal 23,39 miliar saham baru seri C dengan nominal Rp 50 per saham.

Direktur utama Bank Banten Agus Syabarrusin mengatakan dana dari hasil rights issue akan digunakan untuk mengakselerasi bisnis emiten berkode saham BEKS ini, melalui pengembangan usaha.

"Khususnya untuk penyaluran kredit sekitar 65%, serta penguatan struktur keuangan perusahaan sekitar 35%," ujar Agus dalam keterangan tertulis, Rabu (6/10).

Ke depan, Pemerintah Provinsi Banten akan menjadi pengendali Bank Banten secara langsung, tak lagi melalui  PT Banten Global Development (BGD). Aksi rights issue ini sekaligus mewujudkan rencana pemisahan antara Bank Perkreditan Daerah dan BGD.

"Bank Banten akan segera laba dan mewujudkan mimpi menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi di Banten," kata Agus.

Jika saham baru yang ditawarkan dalam rights issue tidak seluruhnya diambil oleh pemegang saham , maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham lain yang melakukan pemesanan lebih dari haknya.

Adapun, jadwal terakhir pencatatan (recording date) untuk memperoleh HMETD jatuh pada 12 Oktober 2021. Sementara itu, periode perdagangan HMETD berlangsung pada 14 Oktober - 21 Oktober 2021. Kemudian, penjatahan dilakukan pada 26 Oktober 2021.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait