Harga Saham Hypermart Anjlok 19% setelah Dibeli Gojek dari Grup Lippo

Jika diakumulasi, harga saham MPPA mengalami penurunan 19,09% sejak induk Grup Lippo menjual sahamnya ke Gojek, setidaknya hingga perdagangan sesi pertama hari ini.
Image title
7 Oktober 2021, 13:34
Grup Lippo, Hypermart, GoTo, Saham
Arief Kamaludin/ Katadata
Pusat Perbelanjaan Hypermart di Thamrin City, Jakarta.

Harga saham Matahari Putra Prima (MPPA) anjlok hingga 19% sepanjang pekan ini. Penurunan terjadi setelah PT Multipolar Tbk, induk Grup Lippo menjual saham pengelola Hypermart itu kepada PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek), entitas GoTo.

Multipolar menjual 6,74% atau 507,14 juta unit saham dengan harga Rp 700 per saham, sehingga nilainya menjadi Rp 355 miliar. Transaksi jual beli saham dilakukan pada 4 Oktober 2021. 

Berdasarkan data RTI Infokom, harga saham MPPA ditutup turun 0,5% menjadi Rp 990 pada perdagangan Senin (4/10), saat Gojek mengakuisisi sahamnya. Pada perdagangan berikutnya, saham perusahaan ritel itu ditutup turun hingga 6,57% menjadi Rp 925.

Penurunan harga saham Matahari Putra Prima kembali berlanjut pada Rabu (6/10) sebesar 6,49% menjadi Rp 865. Pada perdagangan hari ini, Kamis (7/10), saham Matahari Putra Prima kembali anjlok 6,94% menjadi Rp 805.

Jika diakumulasi, harga saham Matahari Putra Prima sejak Gojek menjadi investor malah mengalami penurunan 19,09% setidaknya hingga perdagangan sesi pertama hari ini.

Pada waktu yang sama, harga saham Multipolar juga ikut merosot 1,79% menjadi Rp 550 pada penutupan Senin (4/10). Pada perdagangan hari berikutnya, harga sahamnya ditutup turun hingga 6,36% menjadi Rp 515.

Pada Rabu (6/10), harga saham Multipolar kembali anjlok 6,8% menjadi Rp 480. Hari ini, Kamis (7/10), harga saham Multipolar bergerak turun 6,67% menjadi Rp 488.

Dengan demikian, harga saham Multipolar setelah menjual Matahari Putra Prima kepada Gojek sudah anjlok 20% secara kumulatif setidaknya hingga perdagangan sesi pertama hari ini.

Berdasarkan keterbukaan informasi, sebelum transaksi, Multipolar memiliki 2,88 miliar unit saham Matahari Putra Prima atau setara 38,33%. Setelah menjual sahamnya, kepemilikan Multipolar tersisa 2,37 miliar unit saham atau setara 31,59%.

"Tujuan dari transaksi (penjualan saham), untuk memperluas investor skala besar dalam MPPA dan untuk investasi kembali," kata Sekretaris perusahaan Multipolar Natalie Lie dikutip dari keterbukaan informasi yang terbit Rabu (6/10) malam.

Presiden Direktur Gojek Andre Soelistyo menyampaikan, kini Gojek memiliki 507,14 juta saham Matahari Putra Prima atau setara 6,74%, dari yang sebelumnya tidak memiliki sama sekali.

"Tujuan dari transaksi (pembelian saham) untuk investasi dengan status kepemilikan saham langsung," kata Andre dalam keterangan tertulisnya.

Sebelumnya, Gojek sudah punya saham Matahari Putra Prima melalui anak usahanya PT Pradipa Darpa Bangsa sebanyak 4,76% yang dibeli dari Multipolar pada 6 April 2021. Kala itu, Pradipa Darpa Bangsa membeli di harga Rp 404 per saham.

Jika digabungkan, kepemilikan GoTo secara langsung maupun melalui anak usaha di Matahari Putra Prima telah mencapai 11,5%.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait