41 Perusahaan Antre Terbitkan Saham Baru, BEI Ungkap Pemicu Antusiasme

BEI menyampaikan optimisme muncul sejalan dengan sentimen positif terkait perkembangan ekonomi global maupun domestik, serta dukungan dan komitmen dari regulator.
Image title
12 Oktober 2021, 14:42
BEI, Rights Issue, Bursa, Bursa Efek Indonesia
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Pekerja berjalan di dekat monitor pergerakan bursa saham saat pembukaan perdagangan saham tahun 2020 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (2/1/2020).

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat masih ada 41 perusahaan yang berencana menambah modal melalui penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue. Total dana yang bisa diserap berpotensi mencapai Rp 20,91 triliun.

Sampai 11 Oktober 2021, total dana yang berhasil dihimpun melalui rights issue bahkan mencapai Rp 153,77 triliun dari 24 emiten. Momentum paling menarik perhatian ialah rights issue yang dilakukan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencapai Rp 98,9 triliun, dan disebut-sebut menjadi penerbitan saham baru dengan raihan dana terbesar di Asia Tenggara.

Sebenarnya, apa yang menyebabkan sejumlah perusahaan memilih strategi penggalangan dana melalui rights issue?

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menyampaikan pelaku pasar modal merespons secara positif segala aktivitas penggalangan dana melalui pasar modal, meski pandemi Covid-19 belum berakhir.

Optimisme muncul sejalan dengan sentimen positif terkait perkembangan ekonomi global maupun domestik, serta dukungan dan komitmen dari regulator.

Antusiasme para pelaku pasar modal terhadap berbagai aksi korporasi di bursa juga didasarkan pada indikator pasar modal yang bergerak positif pada 2021.

"Dengan melihat indikator pasar modal yang bergerak positif, menimbulkan optimisme pada pasar modal Indonesia," kata Nyoman kepada awak media, Selasa (12/10).

Sejumlah indikator yang dimaksud, meliputi jumlah perusahaan tercatat yang melakukan penggalangan dana di pasar modal. Per tanggal 11 Oktober 2021, perusahaan yang mencatatkan sahamnya di BEI berjumlah 38 dengan jumlah dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp 32,14 triliun.

Sedangkan perusahaan yang mencatatkan obligasi maupun sukuk mencapai 48 perusahaan. Total emisi yang dicatatkan dari penerbitan surat utang tersebut sebesar Rp 76,08 triliun.

Indikator bursa lainnya yang mendapat perhatian dari Nyoman adalah jumlah investor pasar modal yang terus meningkat. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), per September 2021 jumlah investor pasar modal sebanyak 6.431.444 atau meningkat 65,74% dibandingkan Desember 2020.

Secara umum, kinerja pasar modal juga terus meningkat, tercermin dari indeks harga saham gabungan (IHSG) yang menyentuh level 6.459 pada 11 Oktober, dibandingkan akhir tahun lalu yang berada di level 5.979.

"Adanya tren positif pada beberapa indikator pasar modal mencerminkan kepercayaan masyarakat dalam melakukan penggalangan dana melalui pasar modal dinilai relatif baik," kata Nyoman.

Ia berharap aktivitas penggalangan dana di pasar modal terus meningkat, seiring pemahaman masyarakat dalam memanfaatkan pasar modal. Para pelaku pasar dan pemangku kepentingan, termasuk korporasi, dapat memanfaatkan pasar modal sesuai kebutuhannya.

"Momentum pemulihan ekonomi nasional turut mendorong korporasi dalam melakukan penggalangan dana melalui pasar modal Indonesia," kata Nyoman.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait