Ambisi Kuasai Pangsa Pasar 2024, Zurich Syariah Bidik UMKM dan Retail

Adira Insurance Syariah telah membangun pondasi yang kuat untuk Zurich Syariah dan memiliki pangsa pasar di industri asuransi syariah sebesar 12%.
Image title
12 Oktober 2021, 17:06
Zurich, Asuransi
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.
Seorang pria melintasi papan penyedia layanan asuransi di Jakarta, Senin (6/9/2021).

PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah) berambisi menjadi pemimpin industri asuransi syariah pada 2024. Untuk mencapainya, Zurich Syariah akan berfokus pada pasar ritel, serta usaha menengah, kecil, dan mikro (UMKM). Pengembangan lain ialah pada produk halal, perluasan distribusi, dan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan.

Strategi ini dilakukan setelah terbitnya lisensi beroperasi Zurich Syariah oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Juli 2021. Zurich Syariah merupakan entitas hasil kerja sama Zurich Insurance Group dan unit usaha syariah milik PT Asuransi Adira Dinamika.

Saat ini, Zurich memiliki 80% saham Adira Insurance setelah aksi akuisisi dari pemegang saham sebelumnya, Bank Danamon, pada 2019 lalu.

Direktur Utama Adira Insurance Hassan Karim mengatakan Adira Insurance Syariah telah membangun pondasi yang kuat untuk Zurich Syariah dan memiliki pangsa pasar di industri asuransi syariah sebesar 12%. Meski demikian, pasar asuransi syariah masih memiliki potensi penetrasi yang besar untuk pertumbuhan Zurich Syariah.

"Kami yakin bahwa dengan pondasi yang telah dibangun oleh Adira Insurance Syariah, ditambah dengan dukungan keahlian global, Zurich Syariah dapat menghadirkan nilai lebih ke dalam industri asuransi syariah di Indonesia," katanya dalam siaran pers, Selasa (12/10).

Saat ini, Zurich Syariah memimpin di pasar asuransi kendaraan dengan pangsa pasar 24%. Zurich Syariah bekerja sama dengan sejumlah bank syariah di Indonesia, mitra digital, ratusan biro perjalanan di Indonesia, dan memiliki 200 agen aktif di seluruh Indonesia.

Presiden Direktur Zurich Syariah Hilman Simanjuntak mengatakan, untuk memperkuat posisi strategis dan mencapai misi pada 2024, Zurich Syariah merancang rangkaian strategi yang berorientasi pada kebutuhan nasabah. Pasalnya, dia melihat terdapat peningkatan pada tren gaya hidup syariah di tengah masyarakat.

"Kami sudah menyiapkan sejumlah inovasi yang menjawab permintaan tersebut, seperti produk untuk wisata halal serta perjalanan ibadah haji dan umrah," ujar Hilman.

Menurut Hilman, bergesernya gaya hidup masyarakat ke konsep syariah memberikan peluang besar yang menjanjikan bagi pemain di industri untuk bertumbuh dalam jangka panjang. Indonesia menempati peringkat keempat berdasarkan Global Islamic Indicator dan pangsa pasar keuangan syariah di Indonesia baru 9,89%.

Dalam industri asuransi, pasar asuransi syariah baru 7% dari keseluruhan pasar asuransi di Indonesia pada 2020. Dari total produk asuransi, 86% merupakan produk asuransi jiwa. “Potensi luar biasa ini akan terus kami optimalkan melalui produk dan layanan yang makin terdigitalisasi," kata Hilman.

Zurich Syariah akan mendorong aksesibilitas produk-produk syariah dengan memperluas jangkauan ke pasar ritel dan UMKM, serta memaksimalkan kanal digital dan kekuatan jaringan agen Zurich Syariah.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait