Ekspansi Global, Waskita Teken Kerja Sama dengan Kontraktor Asal Turki

Kerja sama Waskita dengan Nurol tidak terbatas di Turki dan Indonesia, tapi juga di negara-negara lain di luar kedua negara.
Image title
Oleh Lavinda
14 Oktober 2021, 16:00
Waskita, Waskita Karya, Turki, BUMN
Waskita Karya
Waskita Karya dan Nurol Company menandatangani Letter of Intent di Turki.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan kontraktor infrastruktur asal Turki, Nurol Company, menandatangani surat kesanggupan atau Letter of Intent mengenai kerja sama strategis dalam proyek konstruksi. Hal ini dilakukan untuk memperluas cakupan bisnis dan membantu upaya pembangunan di negara ketiga.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono dan President Nurol nşaat ve Ticaret, Nurettin Çarmikli, beberapa hari lalu. Saat itu, Destiawan mendampingi Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi saat melakukan kunjungan bilateral ke Turki.

“Kerja sama dengan Nurol tidak terbatas di Turki dan Indonesia, tapi juga di negara-negara lain di luar kedua negara,” ujar Destiawan dalam keterangan tertulis, Kamis (14/10)

Selama berada di Turki, Destiawan melakukan pembahasan dengan berbagai pengusaha konstruksi Turki. Hal itu dilakukan sebagai bagian memperkuat kerja sama infrastruktur kedua negara, khususnya untuk kepentingan pemulihan ekonomi. 

Dalam perkembangannya, perusahaan melakukan transformasi bisnis melalui delapan Stream Penyehatan Keuangan Waskita, salah satunya fokus pada pengembangan pasar internasional.

Perseroan sedang mendalami kerja sama beberapa proyek gedung dan infrastruktur potensial di kawasan Timur Tengah dan Afrika. Melalui divisi luar negeri, Waskita berupaya melakukan penetrasi pasar konstruksi global, khususnya di kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan penandatanganan ini penting karena dapat membuka jalan bagi Waskita dan Nurol untuk memperluas kerja sama membantu upaya pembangunan di negara ketiga.

"Kerja sama ini juga akan memperkaya kerja sama Selatan-Selatan atau kerja sama Triangular di bidang konstruksi," kata Retno.

Pada kunjungannya tersebut, Retno melakukan beberapa pertemuan, diantaranya kunjungan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Turki, kunjungan kehormatan kepada Presiden Turki, dan melakukan pertemuan dengan Asosiasi Konstruksi Turki.

“Kunjungan Saya kali ini ke Turki didampingi oleh tim Kementerian Kesehatan, dari Pertamina, dan dari Waskita Karya," ujarnya.

Kementerian Kesehatan, Pertamina, dan Waskita, melakukan pertemuan secara terpisah dengan masing-masing mitranya. “Beberapa hasil dari kunjungan ini antara lain di bidang kesehatan dan penguatan kerjasama pemulihan ekonomi,” ujarnya.

Menurut Retno, Turki merupakan mitra strategis Indonesia. Kemitraan Indonesia-Turki terus menguat termasuk selama pandemi Covid-19.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait