IPO Mundur Sepekan, Ace Oldfields Tetapkan Harga Penawaran Rp 195

Saat ini, proses IPO Ace Oldfields sedang masuk dalam masa penawaran umum perdana saham hingga Kamis (21/10).
Image title
18 Oktober 2021, 12:19
IPO, Ace Oldfields, Saham
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Jakarta, Kamis (11/2/2021).

Rencana pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) PT Ace Oldfields mundur dari yang semula Senin (18/10) menjadi Senin (25/10).

Perusahaan bidang produksi peralatan dan perlengkapan pengecatan ini menetapkan harga penawaran IPO senilai Rp 195 per saham. Angka ini berada di batas bawah harga saham penawaran sebelumnya yang ditetapkan berada pada kiasaran Rp 195 - Rp 250 per saham.

Berdasarkan prospektus ringkas yang diterbitkan pada Jumat (15/10) dijelaskan, Ace Oldfields menawarkan sebanyak 390 juta unit saham baru bernominal Rp 50. Jumlah saham tersebut setara dengan 30,17%. Dengan harga penetapan harga penawaran, nilai IPO seluruhnya Rp 76,05 miliar.

Dalam waktu bersamaan, Ace Oldfields juga menerbitkan maksimal 130 juta waran seri I yang menyertai saham baru atau maksimal 14,4% saham perusahaan. Waran diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru.

Setiap tiga saham baru berhak memperoleh satu waran seri I. Instrumen ini memberi hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru yang dikeluarkan dalam portepel dan berlaku selama 6 bulan.

Sebanyak 38,69% dari dana hasil penawaran umum perdana saham akan digunakan untuk pembelian sebagian tanah dan bangunan di Jonggol, Bogor, dari pihak afiliasi senilai Rp 28 miliar. Tujuannya, untuk mengurangi biaya sewa perusahaan dan pengembangan usaha di masa mendatang.

"Transaksi (pembelian tanah) akan dilakukan paling lambat tiga bulan setelah dana IPO diterima," demikian tertulis dalam prospektus perusahaan dikutip Senin (18/10).

Sisanya, 61,31% dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja perusahaan, yakni membeli bahan baku, beban operasional, dan biaya pemasaran. Sementara itu, dana dari pelaksanaan waran seri I juga akan digunakan untuk modal kerja.

Dengan adanya perubahan jadwal pencatatan, saat ini Ace Oldfields sedang masuk dalam masa penawaran umum perdana saham hingga Kamis (21/10). Tanggal tersebut juga merupakan tanggal penjatahan. Distribusi saham secara elektronik dilakukan pada Jumat (22/10).

Adapun, rencana pencatatan IPO dilakukan pada Senin (25/10), bersamaan dengan awal perdagangan waran seri I. Akhir perdagangan waran seri I di pasar reguler dan negosiasi rencananya dilakukan pada 20 Oktober 2022, sementara di pasar tunai pada 24 Oktober 2022.

Perusahaan pertama kali didirikan di Bogor pada 1989 dengan nama PT Ace Panbrush Industry. Perusahaan milik pengusaha lokal ini bergerak di bidang industri kayu, barang dari kayu dan gabus, dan barang anyaman dari bambu, rotan, dan sejenisnya.

Barang-barang dari kayu yang diproduksi antara lain, alat tenun, gantungan bayu, sumpit, tusuk gigi, sempoa, penggaris, dan papan tulis. Termasuk pula alat-alat kerja dari kayu di antaranya, plesteran, palu, rumah serutan kayu, gagang pegangan perkakas, palet, papan cucian, dan sejenisnya.

Kemudian, pada 1996, Ace Panbrush Industry melakukan joint venture dengan Oldfields International Pty Ltd of Australia, produsen perlengkapan pengecatan di Australia yang berdiri sejak 1916.

Ace Oldfields bertransformasi menjadi produsen peralatan pengecatan di Indonesia, terutama kuas cat dan baki cat. Dalam pemasarannya, perusahaan tidak hanya menjual produk di pasar domestik, tetapi juga ekspor ke sejumlah negara tujuan yakni, Australia, Selandia Baru, dan Eropa.

Berdasarkan laporan keuangan per Mei 2021, perusahaan membukukan pendapatan Rp 42,16 miliar, dengan beban pokok pendapatan Rp 33,26 miliar. Dengan demikian, laba kotor yang diperoleh Rp 8,89 miliar.

Perusahaan juga menggelontorkan sejumlah pengeluaran antara lain, beban umum dan administrasi Rp 7,27 miliar, beban bunga dan keuangan Rp 1,79 miliar.

Namun, dengan pendapatan lain-lain yang mencapai Rp 1,81 miliar, perusahaan berhasil mencatat laba sebelum pajak penghasilan Rp 1,64 miliar. Secara total, laba bersih Ace Oldfields per Mei 2021 tercatat Rp 1,52 miliar.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait