Anak Usaha Temasek Lepas Saham Hypermart Sekitar Rp 42 Miliar

Sebelumnya, Grup Lippo melalui PT Multipolar Tbk (MLPL) melepas 6,74% saham miliknya di pengelola Hypermart ini kepada perusahaan teknologi GoTo senilai Rp 355 miliar.
Image title
Oleh Lavinda
7 November 2021, 14:13
Hypermart, Temasek, Grup Lippo
Katadata/Agung Samosir
Pembeli sedang memilih barang di pusat perbelanjaan Hypermart di Jakarta, 13-03-2013.

Anak usaha Temasek Holding (Private) Limited, Anderson Investment Pte. Ltd, melakukan divestasi saham PT Matahari Putra Prima Tbk yang merupakan pengelola gerai Hypermart. Melalui penjualan sebanyak 69,72 juta saham perusahaan, Anderson diperkirakan meraih dana sekitar Rp 42 miliar.

Berdasarkan pengumuman di Bursa Efek Indonesia (BEI), Anderson Investment sebelumnya memiliki 18,06% atau 1.359.919.200 saham entitas Grup Lippo tersebut. Kemudian, setelah divestasi, kepemilikan sahamnya berkurang hampir 1% menjadi 17,14% atau 1.290.192.600 saham.

"Tujuan divestasi kepemilikan saham," ujar Direktur Anderson Investments Poy Weng Chuen dalam keterbukaan informasi tertulis, dikutip Minggu (7/11).

Perusahaan asal Singapura itu melakukan penjualan saham sebanyak 10 kali transaksi pada periode 15 Oktober - 29 Oktober 2021. Penjualan saham dilakukan pada kisaran harga terendah di level Rp 566 per saham dan harga tertinggi Rp 657 per saham.

Sebelumnya, Grup Lippo melalui PT Multipolar Tbk (MLPL) melepas 6,74% saham miliknya di Matahari Putra Prima kepada perusahaan teknologi GoTo. Nilai transaksi penjualan mencapai Rp 355 miliar.

Dalam keterbukaan informasi, Sekretaris perusahaan Multipolar Natalie Lie mengatakan Multipolar menjual sebanyak 507,14 juta unit saham seharga Rp 700 per saham. Setelah transaksi dibukukan pada 4 Oktober 2021, porsi kepemilikan Multipolar kini menyusut.

Sebelum transaksi, Multipolar punya 2,88 miliar unit saham Matahari Putra Prima atau setara 38,33%. Setelah menjual sahamnya, kepemilikan Multipolar tersisa 2,37 miliar unit saham atau setara 31,59%. 

"Tujuan dari transaksi (penjualan saham), untuk memperluas investor skala besar dalam MPPA dan untuk investasi kembali," kata Natalie dikutip dari keterbukaan informasi yang terbit pada Rabu (6/10) lalu.

Pihak yang menjadi pembeli saham Matahari Putra Prima dari Multipolar adalah PT Aplikasi Karya Anak Bangsa alias Gojek, entitas usaha GoTo.

Dalam keterbukaan informasi yang ditandatangani Presiden Direktur Gojek Andre Soelistyo dijelaskan, kini Gojek memiliki 507,14 juta saham Matahari Putra Prima atau setara 6,74%, dari yang sebelumnya tidak memiliki sama sekali.

"Tujuan dari transaksi (pembelian saham) untuk investasi dengan status kepemilikan saham langsung," kata Andre.

Sebelumnya, Gojek sudah punya saham Matahari Putra Prima melalui anak usahanya PT Pradipa Darpa Bangsa sebanyak 4,76% yang dibeli dari Multipolar pada 6 April 2021. Kala itu, Pradipa Darpa Bangsa membeli di harga Rp 404 per saham.

Jika digabungkan, kepemilikan GoTo secara langsung maupun melalui anak usaha di Matahari Putra Prima telah mencapai 11,5%. 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait