Lewat IPO, Widodo Makmur Bangun Energi Panel Surya dan Olah Limbah

Widodo Makmur Perkasa menerapkan penggunaan energi dari panel surya dan mengembangkan fasilitas pengolahan limbah peternakan.
Image title
10 November 2021, 20:40
Widodo Makmur Perkasa, IPO, Saham
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Pergerakan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (5/8/2020).

Perusahaan komoditas agrikultur dan barang konsumsi, PT Widodo Makmur Perkasa (WMP), akan fokus menerapkan beberapa prinsip lingkungan, sosial, tata kelola atau Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam proses bisnis seiring aksi penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur Utama WMP Tumiyana mengatakan, salah satu prinsip yang akan diterapkan adalah penggunaan energi dari panel surya untuk mendukung kebutuhan energi dalam aktivitas perusahaan. Selain itu, WMP juga mengembangkan fasilitas pengolahan limbah peternakan menjadi biofertilizer dan energi biogas untuk mendukung kebutuhan dari perkebunan jagung yang akan dikembangkan perusahaan.

"Kami senantiasa berusaha untuk dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh elemen masyarakat, kami ingin memastikan bahwa kehadiran kami akan membawa manfaat bagi Masyarakat Indonesia secara luas,” kata Tumiyana dalam keterangan resmi, Rabu (10/11/2021).

Instalasi panel surya dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama ini dibagi menjadi tiga fase, di mana fase pertama telah rampung dilaksanakan pada Oktober lalu. Sementara itu, fase kedua dan fase ketiga ditargetkan selesai pada semester pertama 2022.

Pada tahap pertama, WMP menargetkan instalasi panel surya dengan kapasitas 37,7 MWp. Ini hanya sebagian dari total rencana perusahaan untuk mengaplikasikan infrastruktur panel surya dengan total kapasitas 158 MWp, di seluruh fasilitas produksinya.

Di samping itu, WMP telah mengoperasikan fasilitas pengolahan limbah dengan produk akhir biofertilizer dan energi biogas. Sampai saat ini, perseroan mampu menghasilkan 21.528 meter kubik energi biogas per hari.

Di sisi lain, WMP memiliki komitmen untuk menyerap hasil produksi petani relasi maupun petani lokal di sekitar fasilitas perseroan. Bahan baku dari petani lokal ditargetkan dapat menopang kebutuhan perseoran hingga 45% dari total kebutuhan bahan baku.

"Kami telah menjalankan serta merancang integrasi bisnis yang memungkinkan kami untuk melibatkan berbagai stakeholders, khususnya para peternak dan petani muda di Indonesia," kata Tumiyana dalam keterangan tertulis, Rabu (10/11).

Seperti diketahui, WMP merupakan perusahaan yang berfokus pada  sektor barang konsumsi dan komoditas agrikultur. Secara umum, WMP memiliki lima lini bisnis, yakni kebutuhan sehari-hari, produksi daging, unggas, komoditas, serta konstruksi dan energi.

Perseroan menetapkan harga saham IPO di antara Rp 160 - Rp 220 per saham. Adapun, total saham yang akan dilepas mencapai 8,3 miliar lembar saham atau 25% dari total penempatan modal perseroan. Target dana segar dari proses IPO ini mencapai Rp 1,3 miliar atau maksimal mencapai Rp 1,8 miliar.

Reporter: Andi M. Arief
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait