Adhi Commuter akan Pakai Dana IPO untuk Biayai Proyek dan Beli Lahan

Masa penawaran awal Adhi Commuter akan dilakukan pada periode 12-25 November 2021. Sementara itu, masa penawaran umum perdana akan berlangsung pada 2-8 Desember 2021.
Image title
12 November 2021, 17:19
Adhi Commuter, Adhi Karya, BUMN, IPO
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Calon penumpang menuggu di peron jalur layang (elevated track) di Stasiun Manggarai, Jakarta, Kamis (30/9/2021).

Anak usaha konstruksi pelat merah PT Adhi Karya (Persero) tbk, PT Adhi Commuter Properti akan melepas 8,56 miliar saham perdana dalam penawaran umum atau initial public offering (IPO). Dengan rentang harga penawaran Rp 130 - Rp 200 per saham, perusahaan berambisi meraih dana segar maksimum Rp 1,6 triliun.

Direktur Keuangan Adhi Commuter Properti Mochamad Yusuf mengatakan mayoritas dana segar hasil IPO atau sekitar 45% akan dialokasikan untuk pengembangan proyek yang sudah ada (existing) dan proyek berulang. Sementara itu, sekitar 35% akan digunakan untuk dana akuisisi maupun pengembangan lahan baru. 

"Sisanya sekitar 20% akan digunakan untuk pembayaran kembali sebagian pokok obligasi Seri A," ujar Yusuf dalam Konferensi Pers Paparan Publik Adhi Commuter Properti, Jumat (12/11).

Seperti diketahui, perseroan menerbitkan obligasi senilai Rp500 miliar pada kuartal II 2021. Surat utang tersebut dibagi menjadi dua seri, yakni Seri A senilai Rp 491 miliar dengan kupon 10,5% dan tenor 1 tahun. Sementara itu, obligasi seri B memiliki nilai Rp 9 miliar dengan kupon 11% dan tenor 3 tahun. 

Advertisement

Dalam prospektus IPO, perusahaan mengumumkan akan melepas maksimal 30,56% dari modal disetor ke pasar modal. Secara rinci, maksimal 28,6% atau 8,01 miliar saham akan dilepas ke publik. Selebihnya, 1,96% atau 560,22 juta saham akan ditawarkan pada manajemen dan karyawan perseroan melalui Management and Employee Stock Option Program (MESOP). 

Berdasarkan jadwalnya, masa penawaran awal atau bookbuilding akan dilakukan pada periode 12-25 November 2021. Sementara itu, masa penawaran umum perdana akan berlangsung pada 2-8 Desember 2021.

Selanjutnya, distribusi hasil IPO akan dilakukan pada 9 Desember 2021. Perusahaan menargetkan masa efektif tercatat di lantai bursa akan berlangsung pada 10 Desember 2021. Namun demikian, jadwal tersebut masih berpotensi berubah sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Adhi Commuter Properti telah menunjuk PT Bahana Sekuritas sebagai join lead underwriter. Sementara itu, pelaksana emisi efek lainnya adalah PT CIMB Niaga Sekuritas, PT THB Sekuritas Indonesia, PT Maybank Sekuritas Indonesia, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, dan PT Sucor Sekuritas. 

Perseroan menargetkan nilai perseroan terhadap laba sebelum bunga, pajak, penyusutan, dan amortisasi (EV/EBITDA) dapat naik menjadi 2-3 kali. Target tersebut dinilai tepat agar perseroan tidak menawarkan janji yang berlebihan pada investor dan sesuai dengan emiten properti di pasar. 

"Kami masih berharap porsi (investor terbesar) dari institusional, (karena) lumayan besar juga (daya serap) institusi. (Namun) kami tidak ada spesifikasi investor ritel dan institusi yang didahulukan," kata Yusuf. 

 

Direktur CIMB Niaga Sekuritas I Wayan Gemuh Kertaharja meyakini aksi IPO Adhi Commuter Properti dapat menarik minat investor untuk mengoleksi saham anak usaha BUMN ini. Hal itu mengingat rata-rata laju pertumbuhan penduduk di perkotaan ada di rentang 2%-2,5% per tahun. Selain itu, tingkat urbanisasi pada 2025 akan menyentuh level 2025

Mayoritas proyek Adhi Commuter Properti berada di kawasan Jabodetabek dengan tingkat pertumbuhan penduduk perkotaan yang stabil. Sementara itu, total penduduk di Jabodetabek ditaksir lebih dari 35 juta orang. Dengan kata lain, penyediaan hunian di Jabodetabek merupakan salah satu hal utama.

"Kehadiran hunian yang terintegrasi dengan simpul-simpul transportasi massal dan lengkap dengan fasilitas, khususnya di kota-kota besar dan sekitarnya, akan sangat menjanjikan bagi para investor, pemilik hunian, maupun penyewa ke depannya," kata Wayan.

Reporter: Andi M. Arief
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait