Setelah Diakuisisi Grup Djarum, Solusi Tunas Raih Pinjaman Rp 700 M

Seluruh entitas usaha Grup Djarum yang memperoleh pinjaman memiliki kewajiban tanggung renteng atas fasilitas tersebut.
Image title
Oleh Lavinda
23 November 2021, 16:11
Grup Djarum, Sarana Menara, Solusi Tunas
ANTARA FOTO/IGGOY EL FITRA
Petugas melakukan pemeliharaan berkala menara telekomunikasi.

Setelah diakuisisi oleh perusahaan menara telekomunikasi milik Grup Djarum, PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) memperoleh fasilitas pinjaman bergulir maksimal Rp 700 miliar dari lembaga perbankan JPMorgan Chase Bank, NA.

Sebelumnya, anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Profesional Telekomunikasi Indonesia Tbk (Protelindo) resmi mengakuisisi 94,03% Solusi Tunas Pratama, dan menjadi pemegang saham utama. Nilai akuisisinya mencapai Rp 16,7 triliun.

"Rinciannya, fasilitas pinjaman bergulir dan cerukan/overdraft tidak melebihi Rp 700 miliar tersedia untuk Solusi Tunas Pratama," ujar Sekretaris Perusahaan Solusi Tunas Pratama A. Ardityo Budi Susetiatmo dalam keterangan tertulis, Selasa (23/11).

Pinjaman ini diberikan melalui pengesahan surat perubahan ketujuh atas penawaran fasilitas perbankan tanpa komitmen pada 9 November 2021 dan efektif pada 18 November 2021.

Advertisement

Surat ini merupakan perubahan atas surat penawaran fasilitas perbankan tanpa komitmen pada 20 April 2018 antara Protelindo dan JPMorgan yang telah diubah terakhir pada 16 April 2021.

Selain SUPR, fasilitas pinjaman juga diberikan kepada entitas usaha TOWR lain yakni, Protelindo, PT Iforte Solusi Infotek (Iforte), dan PT Komet Infra Nusantara (KIN).

Secara rinci disebutkan, Protelindo memperoleh fasilitas pinjaman bergulir maksimal Rp 700 miliar dan fasilitas bank garansi maksimal Rp 500 miliar. Selain itu, pinjaman bergulir maksimal Rp 500 miliar untuk Iforte, dan Rp 50 miliar untuk KIN. 

Sekretaris Perusahaan Sarana Menara Nusantara Irfan Ghazali menyatakan, dalam perjanjian sebelumnya, Protelindo hanya memperoleh fasilitas bank garansi Rp 500 miliar, sedangkan Iforte hanya Rp 200 miliar. 

Menurut dia, seluruh entitas usaha yang memperoleh fasilitas pinjaman memiliki kewajiban tanggung renteng atas fasilitas tersebut. "Jangka waktu berakhir fasilitas pinjaman adalah 16 April 2022," katanya. 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait