Kembangkan Pangsa Pasa UMKM, Cashlez Kerja Sama dengan P2P Lending

Pada kuartal III-2021, Cashlez ini telah menambah lebih dari 3.160 merchant baru atau 62,12% dari target 2021.
Image title
25 November 2021, 18:35
Cashlez, P2P Lending
cashlez
Ilustrasi pembayaran dengan e-money melalui mesin milik Cashlez

Emiten sektor finansial PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk bekerja sama dengan perusahaan peer to peer lending, PT PT Lumbung Dana untuk menambahkan fitur pembiayaan mikro pada aplikasinya. Hal itu dilakukan demi meningkatkan pangsa pasar sektor usaha menengah, kecil, dan mikro (UMKM).

Target utama penambahan fitur ini adalah pengguna Cashlez yang memliki UMKM. Pengguna nantinya dapat melakukan pembayaran dengan kode respons cepat yang terhubung ke platform Lumbung Dana untuk mendapatkan pembiayaan.

"Penambahan fitur pelayanan pendanaan UMKM akan memberikan rasa nyaman bagi merchant dan juga merupakan komitmen kami untuk membantu UMKM untuk terus dapat meningkatkan usaha dan menggerakkan ekonomi Indonesia," kata Presiden Direktur Cashlez Suwandi dalam keterangan resmi, Kamis (25/11).

Pembiayaan yang bisa didapatkan dari fitur itu mencapai Rp 50 juta dengan tenor 1 bulan. Selain menambah pangsa pasar, tujuan fitur itu adalah melayani pemilik UMKM yang belum bisa mendapatkan fasilitas kredit dari pihak perbankan atau bankable.

Suwandi mengatakan kondisi perekonomian perlahan mulai tumbuh pada kuartal III/2021. Hal itu ditunjukkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 3,51%.

Menurutnya, salah satu pendorong pertumbuhan itu adalah meningkatnya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK). IKK adalah indeks yang mencerminkan keyakinan konsumen pada kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi pada masa depan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mendata IKK Indonesia pada kuartal III-2021 naik dari level 95,5 padakuartalII-2021 menjadi 113,4. Artinya, konsumen di dalam negeri telah optimis pada kondisi ekonomi pada masa depan mengingat IKK telah menembus level 100.

"Di tengah keoptimisan ini, kami gencar memberikan akses pembiayaan ini kepada para pelaku UMKM yang tergabung dalam ekosistem Cashlez," ucap Suwandi.

Pada kuartal III-2021, emiten finansial berkode CASH ini telah menambah lebih dari 3.160 merchant baru atau 62,12% dari target 2021. Alhasil, pendapatan perseroan tumbuh 47% secara kuartalan menjadi Rp 111miliar.

Secara year-to-date (Ytd)harga saham CASH telah turun 14,1% menjadi Rp 402. Namun demikian, harga CASH tercatat naik 14,85% jika dibandingkan dengan harga penawaran CASH, yakni Rp 350 per saham.

Harga saham CASH cukup berfluktuasi dan pernah menyentuh level terendahnya di posisi 138 pada 8 September. Dana asing yang keluar bersih dari emiten ini tercatat mencapai Rp 8,3 miliar secara Ytd.

Reporter: Andi M. Arief
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait