Potret Gerak Saham Emtek di Tengah Suramnya Debut Grab di Bursa AS

Hubungan Grup Emtek dan Grab Holdings Inc. kian lengket. Pada Juli lalu, keduanya diketahui saling silang kepemilikan saham dengan nilai investasi mencapai triliunan rupiah.
Image title
Oleh Lavinda
3 Desember 2021, 16:41
Emtek, Grup Emtek
Katadata
Gurita bisnis Grup Emtek

Harga saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek) merosot 0,26% atau 5 poin ke level Rp 1.930 pada penutupan perdagangan Jumat (3/12) hari ini. Pada sesi I, harganya bahkan anjlok 1,81% atau 35 poin ke level Rp 1.900. Hal ini terjadi bersamaan dengan aksi korporasi pemegang saham minoritas sekaligus mitranya, Grab Holdings Ltd yang melantai di Bursa Nasdaq, Amerika Serikat (AS).  

Berdasarkan data RTI, pada pembukaan perdagangan pagi ini, harga saham emiten berkode EMTK ini berada di level Rp 1.915, lebih rendah dari posisi penutupan Kamis (2/12) kemarin, yakni Rp 1.935.

Efek diperdagangkan pada kisaran harga Rp 1.875 - Rp 1.935. Sementara itu, volume yang ditransaksikan mencapai 6,2 juta saham dengan frekuensi perdagangan 2.182 kali, dan nilai perdagangan sebesar Rp 11,79 miliar. Saat ini, kapitalisasi pasar Emtek tercatat Rp 116,28 triliun.

Berdasarkan historinya, harga saham EMTK melonjak 3,76% dalam waktu sepekan, saat IPO Grab Holding santer dikabarkan di media massa. Harga saham perusahaan teknologi Tanah Air ini juga melonjak 37,86% dalam perhitungan periode tahun berjalan atau year to date (YtD).

Advertisement

Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani menilai pergerakan saham Emtek terindikasi dipengaruhi oleh aksi perusahaan afiliasinya, Grab Holding yang melantai di Bursa Nasdaq.

"Indikasinya dipengaruhi oleh sentimen penurunan harga saham Grab di bursa AS (saat penutupan perdagangan waktu setempat)," ujar Hendriko kepada Katadata.co.id, Jumat (3/12).

Decacorn asal Singapura, Grab Holdings akhirnya melantai di Bursa Nasdaq, Kamis (2/12) waktu setempat. Aksi ini dilakukan melalui skema perusahaan akuisisi dengan tujuan khusus (SPAC), yakni merger dengan Altimeter Growth Corp.

Dikutip dari Marketwatch, harga saham emiten berkode GRAB ini ditutup anjlok 20,53% ke level US$ 8,75 pada hari perdana perdagangannya. Padahal, harga saham dibuka di level US$ 13,06, atau lebih tinggi dari level penutupan hari sebelumnya, ketika masih sebagai Altimeter Growth yakni, US$ 11,01.

Hubungan Grup Emtek dan Grab Holdings Inc. diketahui kian lengket. Pada Juli lalu, keduanya diketahui saling silang kepemilikan saham dengan nilai investasi mencapai triliunan rupiah.

Grab Holdings berinvestasi di Emtek dengan memiliki 4,6% sahamnya melalui H Holdings Inc. Investasi dilakukan dengan mengambil bagian atas saham baru yang diterbitkan Emtek pada 31 Maret 2021. Emtek melakukan penerbitan saham baru sebanyak 4,75 miliar unit saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 1.954 per saham. Artinya, Emtek meraup dana hingga Rp 9,29 triliun dari penambahan modal.

Sementara itu, Grup Emtek membeli 3,2% saham PT Grab Teknologi Indonesia (Grab) dengan nilai transaksi Rp 3,08 triliun. Sebelum transaksi, Emtek ternyata sudah memiliki 2,68% saham Grab Indonesia. Dengan demikian, kini total kepemilikannya di Grab Indonesia tercatat 5,88% dengan nilai investasi sekitar Rp 5,5 triliun.

Rekomendasi Saham

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Muhammad Farras Farhan merekomendasikan investor untuk membeli saham EMTK dengan target harga Rp 2.600. Menurut dia, sejumlah aksi akuisisi dan investasi yang dilakukan oleh Emtek dapat memperkuat ekosistem digitalnya.

"Risiko utama Emtek berasal dari potensi kinerja buruk sektor digital dan pelemahan ekonomi," ujar Farras dalam laporan hasil risetnya.

Berdasarkan laman jejaringnya, Emtek memiliki sejumlah portofolio anak usaha, baik yang go public maupun perusahaan tertutup. Secara umum, ada tiga lini bisnis utama Emtek, yaitu media, solusi, dan lini bisnis lainnya.

Dari bisnis media, Emtek punya di antaranya, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Surya Citra Televisi (SCTV), PT Indosiar Visual Mandiri (Indosiar), PT Omni Intivision (O Channel), PT Vidio Dot Com (Vidio.com), dan PT Kapan Lagi Dot Com Networks (KLY).

Portofolio bisnis media yang terkait hiburan antara lain, PT Benson Media Kreasi (Samara), PT Screenplay Sinema Film (SSF), PT Screenplay Produksi (Screenplay), PT Sinemart Indonesia (Sinemart), PT Indonesia Entertainmen Studio (IES), dan PT Indonesia Entertainmen Produksi (IEP).

Di lini bisnis solusi, Emtek punya PT Abhimata Citra Abadi, PT Sakalaguna Semesta, PT Tangara Mitrakom, dan PT Indopay Merchant Services. Lini bisnis solusi menyediakan serangkaian jasa dan infrastruktur informasi, layanan komunikasi, dan solusi teknologi untuk industri telekomunikasi, perbankan, dan jasa pembayaran.

Sementara itu, lini bisnis lainnya terdiri atas berbagai jasa B2C (business-to-customers). Beberapa di antaranya, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME), PT Elang Medika Corpora (EMC), PT Espay Debit Indonesia Koe (DANA), PT Kreatif Media Karya (KMK Online), PT Elang Prima Retailindo (Oshop), dan PT Bitnet Komunikasindo (Bitnet).

Selain portofolio di atas, Emtek melakukan investasi ke beberapa perusahaan rintisan. Seperti kepemilikan 5,88% saham di PT Grab Teknologi Indonesia (Grab). Selain itu, Emtek juga memiliki mayoritas saham PT Visionet Internasional (OVO).

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait