Empat Emiten Baru Kompak IPO, Hanya Dua Saham Berakhir di Zona Hijau

Empat perusahaan yang mencatatkan saham di BEI adalah, Widodo Makmur Perkasa, produsen makanan ringan Jaya Swarasa Agung, Cisarua Mountain Dairy, dan Wira Global Solusi.
Image title
6 Desember 2021, 18:20
Saham
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.
Karyawan melintas di bawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (20/5/2020).

Sebanyak empat emiten baru melantai di bursa saham nasional secara serentak hari ini, Senin (6/12). Dari empat emiten, hanya dua perusahaan yang harga sahamnya ditutup di zona hijau. Investor asing tercatat mendorong pertumbuhan harga saham salah satu emiten. 

Seperti diketahui, emiten yang melakukan penawaran umum perdana saham IPO hari ini adalah perusahaan agrikultur PT Widodo Makmur Perkasa Tbk. (WMPP), produsen makanan ringan PT  Jaya Swarasa Agung Tbk. (TAYS), produsen susu premium PT Cisarua Mountain Dairy Tbk. (CMRY), dan teknologi informasi PT Wira Global Solusi Tbk. (WGSH).

Dua emiten yang mencatatkan pertumbuhan harga saham hingga penutupan perdagangan hari ini adalah CMRY dan WGSH. Berdasarkan data Stockbit, harga CMRY tumbuh 10,71% menjadi Rp 3.410 dari harga IPO di level Rp 3.080. CMRY bahkan sempat menyentuh titik tertinggi di level Rp 3.500 pada sesi pertama perdagangan hari ini. 

Total saham CMRY yang beredar di pasar hari ini mencapai 1,3 juta saham senilai Rp 435 miliar. Adapun, investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih hingga Rp 143 miliar. 

Advertisement

Perolehan dana hasil penjualan saham perdana ditaksir mencapai Rp 3,66 triliun. Artinya, CMRY menjadi emiten dengan penjualan saham terbesar oleh perusahaan makanan dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Emiten lain yang tumbuh positif adalah emiten sektor teknologi berkode WGSH. Harga WGSH ditutup di titik tertingginya hari  ini atau tumbuh sebesar 10% menjadi Rp 154 dari  posisi harga IPO di level Rp 141. 

Total saham yang diperdagangkan mencapai 1,2 juta saham senilai Rp 21 miliar dengan penjualan bersih oleh investor asing senilai Rp 76 juta. 

Di sisi lain, emiten IPO dengan penyusutan terbesar dialami oleh TAYS atau mencapai 6,67% menjadi Rp 336. Adapun, TAYS dibuka di level Rp 360 dan langsung menyentuh titik tertingginya saat menit-menit pertama perdagangan hingga titik Rp 400. 

Sementara itu, berdasarkan data RTI Infokom, harga saham WMPP konsisten bergerak di  zona merah sejak pembukaan di level 160 dan dibuka menyentuh titik terendah di level Rp 149. Harga saham perseroan sempat menyentuh level 161  pada sesi pertama perdagangan sebelum akhirnya melemah dan ditutup turun 1 poin ke posisi Rp 159. 

Total saham WMPP yang diperdagangkan mencapai 9,6 juta saham senilai Rp 149 miliar. Adapun, investor asing melakukan aksi beli bersih senilai Rp 935 juta dengan rincian jual bersih di pasar regular banyak Rp 1 miliar dan beli bersih di pasar negosiasi dan tunai hingga Rp 2 miliar. 

 

Reporter: Andi M. Arief
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait