Caplok 30% Saham, Investor Singapura Jadi Pengendali Wahana Interfood

Image title
27 Desember 2021, 16:15
Wahana Interfood
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Refleksi seorang karyawan melintasi layar IHSG saat penutupan perdagangan saham 2019 di gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Senin (30/12/2019).

Perusahaan yang berbasis di Singapura, Mahogany Global Investment Pte Ltd (MGI), kini resmi menjadi pemegang saham pengendali baru bagi PT Wahana Interfood Nusantara Tbk. Hal ini terjadi setelah 30,68% atau 273,04 juta saham perusahaan makanan dan minuman itu kantongi MGI usai menggelontorkan dana senilai Rp 83 miliar. 

MGI membeli saham baru yang diterbitkan perusahaan melalui mekanisme penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. MGI tercatat telah mengambil haknya dan melaksanakan tugasnya selaku pembeli siaga. 

"Dengan ini kami sampaikan bukti pengumuman pengambilalihan PT Wahana Interfood Nusantara Tbk," kata Sekretaris Perusahaan Wahana Interfood Gendra Fachrurozi dalam keterangan resmi yang dikutip Senin (27/12). 

Berdasarkan data RTI Infokom, emiten industri makanan dan minuman yang berkode COCO ini memiliki total saham 560,28 uta saham. Adapun, pemegang saham pengendali sebelumnya adalah PT Inter Jaya Corpora atau 8,61%, sedangkan saham yang tersebar di masyarakat mencapai 85,84%. 

Transaksi ini dilakukan pada 23 Desember 2021 dengan harga pelaksanaan Rp 304 per saham. Sebelum transaksi, MGI tidak memiliki hubungan afiliasi apapun dengan COCO. 

Direksi MGI menyatakan tujuan pengendalian ini adalah memberikan nilai tambah bagi perseroan. Seperti diketahui, MGI merupakan perusahaan pengelola investasi atau fund manager yang berbasis di Singapura. 

Sebagai informasi, COCO telah melakukan rights issue I hingga 20 Desember 2021 sebanyak-banyaknya 331,76 juta saham senilai Rp 100,85 miliar. Pemilikan saham oleh pemegang saham COCO akan terdilusi hingga 37,04% akibat aksi korporasi ini. 

Mayoritas dana segar dari aksi korporasi ini akan digunakan untuk pembayaran utang. Berdasarkan prospektus rights issue I COCO, sebanyak 85% dana hasil right issue akan digunakan untuk pelunasan seluruh utang di fasilitas pinjaman bergulir atau time loan revolving milik PT Bank Central Asia Tbk atau BCA.

Adapun, outstanding pinjaman COCO pada BCA mencapai Rp 84,94 miliar yang jatuh tempo pada 21 Desember 2021. Sementara itu, sebanyak 15% akan digunakan sebagai modal kerja COCO. 

Berdasarkan data Stockbit, harga saham COCO konsisten bergerak di zona merah sejak akhir Januari 2021. Secara tahun berjalan, saham COCO telah susut 406 poin atau melemah 58% menjadi Rp 294 per saham. 

Saham COCO sebelumnya pernah menyentuh level Rp 1.000 per saham pada akhir 2020. Namun, angka itu langsung jatuh ke rentang Rp 244 per saham hingga Rp 366 per saham sepanjang 2021. 

Advertisement

Grafik rasio harga saham terhadap laba atau price to earning (PE) COCO pun mengikuti pergerakan sahamnya. Saat ini, rasio PE COCO mencapai 31,13 kali. 

Reporter: Andi M. Arief
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait