Akulaku Dikabarkan Melantai di Bursa AS via Perusahaan Cek Kosong

Akulaku diisukan sedang menggalang modal sekitar US$ 200 juta hingga US$ 300 juta dari putaran pendanaan pra-IPO.
Image title
Oleh Lavinda
18 Januari 2022, 13:33
Akulaku
Instagram/@akulaku_id
Director of Corporate Affairs and Public Relations Akulaku Indonesia Anggie Setia Ariningsih (paling kanan).

Perusahaan finansial berbasis teknologi (Fintech) Akulaku Inc. dikabarkan berencana mencatatkan sahamnya di bursa Amerika Serikat (AS) melalui skema merger dengan perusahaan cek kosong atau Special Purpose Acquisition Company (SPAC).

Berdasarkan sumber yang dilansir Bloomberg, penggabungan dengan perusahaan cek kosong berpotensi dilakukan pada tahun ini. Entitas gabungan dengan tujuan khusus ini diperkirakan bernilai US$ 2 miliar atau sekitar Rp 28,4 triliun.

Startup yang didukung oleh korporasi keuangan raksasa asal China, Ant Group Co. ini disebut-sebut bekerja sama dengan penasihat finansial untuk bernegosiasi dengan Catcha Investment Corp, SPAC yang didirikan oleh pengusaha internet, Patrick Grove.

Perusahaan pembiayaan nasional ini diisukan sedang menggalang modal sekitar US$ 200 juta hingga US$ 300 juta dari putaran pendanaan pra-IPO.

Advertisement

Startup yang berbasis di Jakarta ini akan bergabung dengan daftar perusahaan teknologi lain di Asia Tenggara yang telah setuju untuk go public di AS melalui merger SPAC. Sejumlah perusahaan yang termasuk di dalamnya antara lain, PropertyGuru Pte Singapura dan FinAccel Pte, induk dari fintech Kredivo Indonesia.

Katadata sudah mencoba menghubungi manajemen Akulaku dan mencoba melakukan konfirmasi. Namun pihak hubungan masyarakat perusahaan tak memberi merespons pertanyaan tersebut.

Menurut informasi dari laman jejaringnya, Akulaku didirikan pada tahun 2014, menawarkan layanan perbankan digital, kredit konsumen, investasi digital, dan pedagang asuransi. Akulaku tak hanya beroperasi di Indonesia, tetapi juga Vietnam, Malaysia, dan Filipina.

Berdasarkan dokumen internal yang diperoleh Bloomberg, perusahaan menargetkan pendapatan tahunan sebesar US$ 619 juta dan gross merchandise value (GMV) sekitar US$ 5 miliar pada 2021.

Menurut analisis d-insight, Akulaku akan bergabung dengan SPAC karena memiliki tiga unit bisnis utama yang potensial, yakni bank digital PT Bank Neo Commerce Tbk, Akulaku Finance yang merupakan perusahaan e-commerce dan keuangan, dan fintech pinjaman, Assetku.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait