Salah Catat Akuisisi Bolu, Bukalapak Terancam Revisi Laporan Keuangan

BEI menyampaikan permintaan penjelasan mengenai kesalahan tersebut kepada manajemen Bukalapak. Selanjutnya, BEI akan melakukan penelaahan dan tindak lanjut berikutnya.
Image title
25 Maret 2022, 10:14
Bukalapak
Bukalapak
Bukalapak

PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) melakukan kesalahan dalam penyajian laporan keuangan kuartal III 2021. Dalam laporan tersebut, tercantum nilai transaksi akuisisi perusahaan rintisan (startup) pendidikan PT Belajar Tumbuh Berbagi atau Bolu.id senilai US$ 1 miliar, padahal seharusnya US$ 1 juta.

Terkait hal tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah menyampaikan permintaan penjelasan mengenai kesalahan tersebut kepada pihak manajemen Bukalapak. Selanjutnya, BEI akan melakukan penelaahan dan tindak lanjut berikutnya.

"Bursa akan meminta BUKA melakukan revisi atas laporan keuangan dimaksud, apabila diperlukan, dan melakukan penelaahan atas informasi yang disampaikan BUKA terkait dengan transaksi pembelian saham tersebut, serta melakukan tindak lanjut lainnya," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna dalam keterangannya, dikutip Jumat (25/3).

Adapun, manajemen BUKA telah mengklarifikasi kesalahan penulisan nominal akuisisi BTB dalam keterbukaan informasi BEI, bahwa nilai pembelian 100% saham BTB adalah sebesar US$ 1 juta bukan US$ 1 miliar.

Advertisement

Dalam keterbukaan informasi, Sekretaris Perusahaan Bukalapak Perdana A. Saputro menegaskan, akuisisi BTB dilakukan oleh dua anak usaha perseroan yakni ,PT Kolaborasi Kreasi Investa (KKI) dan PT Bina Unggul Kencana (BUK) pada 4 November 2021. Adapun, jumlah saham BTB yang dibeli mencapai 11.340 saham dengan nominal senilai US$ 1 juta.

“Informasi nilai jual beli saham tersebut tercantum dalam addendum atas perjanjian jual beli saham bersyarat yang ditandatangani oleh pemegang saham BTB, KKI, dan BUK pada 11 Januari 2022. Informasi ini akan dimuat lengkap dalam laporan keuangan kuartal IV-2021,” kata Perdana.

Perdana pun memastikan kejadian itu tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional atau kelangsungan usaha perseroan.

Kesalahan penulisan nominal ini pun sempat disoroti oleh perusahaan penasihat investasi PT Nilzon Kapital Advisor (Nilzon Capital) dalam analisis yang diterbitkannya. Nilzon Capital menyoroti nilai transaksi akuisisi tersebut yang hampir separuh dari total kapitalisasi pasar perseroan yang sebesar Rp 31,12 triliun.

"Jumlah ini cukup fantastis dibandingkan nilai market cap BUKA yang saat ini sekitar $1,93 miliar dan hampir 12 kali lipat dari nilai akuisisi sebagian saham Allo Bank oleh BUKA,” tulis Principal Advisor Nilzon Capital John Octavianus dalam analisisnya.

 

PT Belajar Tumbuh Berbagi (BTB) menjalankan situs bolu.id, yakni sebuah bisnis berbasis komunitas yang membantu masyarakat Indonesia untuk berjualan secara online dan membiasakan penjual dengan penggunaan platform e-commerce.

Mengutip laman perusahaan, Bolu.id telah berkolaborasi dengan e-commerce lain seperti Tokopedia, Blibli, Shopee, serta platform lainnya antara lain TikTok.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait