Pengelola RS Murni Teguh IPO, Tawarkan Harga Awal Rp 1.180 - Rp 1.480

Image title
25 Maret 2022, 15:24
IPO
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Pergerakan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (5/8/2020).

Perusahaan pengelola rumah sakit, PT Murni Sadar (MTMH) siap mencatatkan saham perdananya di pasar modal bulan depan. Dalam masa penawaran awal yang berlangsung 24-30 Maret 2022, pengelola Murni Teguh Hospitals ini menetapkan harga saham pada kisaran Rp 1.180 - Rp 1.480.

Berdasarkan prospektus, perseroan berencana melepas sebanyak-banyaknya 254,02 juta saham atau sekitar 12,28% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah initial public offering (IPO). Melalui IPO ini, perseroan ditargetkan memperoleh dana segar sebesar Rp 375,95 miliar.

Manajemen Murni Sadar memperkirakan tanggal efektif berlangsung pada 11 April. Kemudian, penawaran umum direncanakan berlangsung pada 13-18 April 2022. Perseroan menargetkan akan tercatat di papan Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode MTMH pada 22 April 2022. 

"Penjamin pelaksana emisi efek yakni PT Ciptadana Sekuritas Indonesia dan PT BCA Sekuritas," dalam pengumuman tertulis, dikutip Jumat (25/3).

Dari dana hasil IPO, sekitar Rp 181 miliar akan digunakan untuk ekspansi usaha dan modal kerja. Rinciannya, sebanyak Rp 20 miliar akan digunakan untuk belanja modal dalam rangka ekspansi usaha, namun tidak terbatas untuk renovasi bangunan serta pembelian peralatan dan perlengkapan medis untuk rumah sakit baru di Bandung dengan nama Rumah Sakit Murni Teguh Bandung.

Kemudian, sebanyak Rp 161 miliar akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja, antara lain namun tidak terbatas untuk pembayaran utang usaha, pembelian persediaan berupa barang-barang yang digunakan dalam proses pemberian layanan kesehatan di rumah sakit seperti obat, alat kesehatan dan bahan konsumsi, dan pembayaran biaya sewa untuk gedung Rumah Sakit Murni Teguh Bandung.

Sisanya akan dipinjamkan ke anak usaha yaitu MSKA sebesar Rp 43,8 miliar untuk melunasi seluruh pokok pinjaman MSKA dari Bank BCA.

Lalu, sekitar Rp 30 miliar untuk belanja modal dalam rangka ekspansi usaha MSKA, termasuk namun tidak terbatas untuk pembangunan lanjutan atas Rumah Sakit Murni Teguh Tuban Bali yang telah memulai kegiatan operasional tahap awal pada tanggal 12 Desember 2021, serta pembangunan rumah sakit baru di Pematang Siantar dengan nama Rumah Sakit Murni Teguh Pematang Siantar.

"Sisanya akan digunakan untuk modal kerja, namun tidak terbatas untuk pembayaran utang usaha, pembelian persediaan berupa barang-barang yang digunakan dalam proses pemberian layanan kesehatan di rumah sakit seperti, obat, alat kesehatan dan bahan konsumsi serta pembayaran biaya sewa untuk gedung tambahan Rumah Sakit Murni Teguh Tuban Bali dan gedung tambahan Rumah Sakit Murni Teguh Pematang Siantar," demikian tertulis dalam prospektus, dikutip Jumat (25/3).

Perseroan dan perusahaan anak adalah penyedia layanan kesehatan dengan fokus pada bidang onkologi dan kardiovaskuler serta pusat pendidikan kesehatan.

Saat ini, perseroan dan perusahaan anak memiliki lima rumah sakit di Medan, Jakarta, Bali, dan Tangerang dan mengoperasikan satu rumah sakit di Medan dengan menggunakan metode kerja sama operasional.

Adapun, kapasitas lima rumah sakit perseroan dan perusahaan anak serta satu rumah sakit yang dioperasikan oleh perseroan secara total adalah sekitar 858 jumlah tempat tidur.

Per tanggal 31 Desember 2021, perseroan dan perusahaan anak mempekerjakan 103 dokter umum dan 319 spesialis yang menawarkan layanan ke pasien perseroan dan perusahaan anak dan sekitar 1.980 perawat dan staf pendukung lainnya.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait