CLEO Raup Laba Rp 180 M pada 2021, Kini Ekspansi Tiga Pabrik Air Minum

PT Sariguna Primatirta atau produsen air mineral merek Cleo membidik penjualan 2022 naik hingga 30%. Salah satu caranya dengan ekspansi tiga pabrik pengolahan air minum.
Image title
29 Maret 2022, 16:51
Cleo
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.
Warga memotret layar yang menampilkan infornasi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Produsen air minum PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) mengantongi laba bersih Rp 180,71 miliar sepanjang 2021 atau melonjak 36% dari raihan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 132,77 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan, keuntungan perusahaan ditopang oleh penjualan air minum dalam kemasan (AMDK) botol dan bukan botol yang naik 13,54% menjadi Rp 1,1 triliun dari sebelumnya Rp 972,63 miliar.

Secara rinci disebutkan, pendapatan masih didominasi oleh kinerja penjualan AMDK bukan botol sebesar Rp 615,07 miliar, atau naik 12,14% dari semula Rp 548,46 miliar.

Sementara itu, penjualan AMDK botol tahun lalu tercatat Rp 463,72 miliar atau tumbuh 17,67% dari sebelumnya sebesar Rp 394,08 miliar. Sedangkan, penjualan lain-lain tercatat turun 17,81% menjadi Rp 24,72 miliar dari sebelumnya Rp 30,08 miliar.

Advertisement

Dari sisi pengeluaran, beban pokok penjualan CLEO tercatat naik 14,19% secara tahunan, dari sebelumnya Rp 562,23 miliar pada 2020, menjadi Rp 642,03 miliar di 2021. Namun, perseroan dapat menurunkan angka beban penjualan dari sebelumnya mencapai Rp 130,88 miliar menjadi Rp 128,65 miliar per akhir tahun lalu.

Di sisi lain, beban umum dan administrasi CLEO tercatat naik 7,10% menjadi Rp 71,21 miliar di tahun 2021, dari sebelumnya sebesar Rp 66,49 miliar. 

Tahun ini, CLEO membidik penjualan naik hingga 30%. Wakil Direktur Utama CLEO Melisa Patricia mengatakan, target tersebut cukup realistis melihat prospek pertumbuhan industri air minum dalam kemasan yang positif.

Hal itu tercermin dari meningkatnya daya beli masyarakat, kepedulian tentang kesehatan, dan produk berkualitas membuat masyarakat lebih memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsinya.

"Sehingga berpengaruh terhadap tingkat konsumsi air minum dalam kemasan," kata Melisa dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (29/3).

Agresif Bangun Tiga Pabrik Air Minum

Untuk mencapai target tersebut, CLEO telah melakukan ekspansi secara masif di antaranya, membangun tiga pabrik pengolahan AMDK dan penambahan 88 cabang distribusi dengan 383 mitra di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan market share dari produk-produk CLEO, sehingga dapat memenuhi permintaan dan kebutuhan air minum kemasan yang masih sangat tinggi di masyarakat.

Melisa mengatakan, perseroan berkomitmen untuk terus mengembangankan produk-produk berkualitas dan ramah lingkungan yang sudah sejak lama diterapkan, sebagai antisipasi dan memastikan keamanan air. Termasuk pada penggunaan material untuk semua kemasan, khususnya produk galon isi ulang yang sudah memenuhi standar kesehatan.

"Kami terus fokus dalam meningkatkan kapasitas agar dapat terus memenuhi kebutuhan masyarakat akan air minum dalam kemasan, dan terus berkomitmen dengan kualitas produk," katanya.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait