Telkom Beri Pinjaman Anak Usaha Rp1,2 Triliun untuk Bikin Satelit Baru

Pembiayaan pemegang saham ke anak usaha Telkom ini memiliki tenor selama tujuh tahun dengan masa tenggang setelah jatuh tempo selama tiga tahun dan bunga sebesar JIBOR tiga bulan ditambah 2,5%.
Image title
6 April 2022, 12:17
Telkom
Pixabay
Ilustrasi satelit

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) akan memberikan pinjaman kepada anak usahanya yakni, PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) sebesar Rp 1,2 triliun. Fasilitas pendanaan tersebut diberikan guna mendukung rencana investasi pembangunan high through-put satellite atau HTS.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen TLKM menyampaikan, rencana pendanaan akan dilakukan melalui penyuntikan modal ke Telkomsat sebesar 50% dan pembiayaan sebesar 50%, di mana sebagian pinjaman berasal dari pemegang saham dan sebagian lainnya dari pihak ketiga.

"Pembangunan Satelit HTS diperkirakan membutuhkan dana sebesar kurang lebih Rp 3,8 triliun. Dari total kebutuhan tersebut, sekitar Rp 1,2 triliun direncanakan dalam bentuk pembiayaan pemegang saham dari Telkom dengan pembayaran bertahap, dan disesuaikan dengan termin pembayaran kepada mitra kontraktor satelit," kata VP Investor Relation Telkom Andi Setiawan TLKM dalam keterbukaan informasi, dikutip Rabu (6/4).

Adapun, pemberian pembiayaan pemegang saham yang sudah dilakukan tercatat sebesar Rp 750 miliar, yakni pada November dan Desember 2021, serta Maret 2022. Sementara itu, pemberian pembiayaan pemegang saham tahap selanjutnya akan menyesuaikan dengan perkembangan pembangunan satelit.

Advertisement

Andi mengatakan, pembiayaan pemegang saham ke Telkomsat ini memiliki tenor selama tujuh tahun dengan masa tenggang setelah jatuh tempo selama tiga tahun dan bunga sebesar JIBOR tiga bulan ditambah 2,5%.

Ia menjelaskan, rencana pengadaan satelit dilakukan dalam rangka penambahan kapasitas satelit nasional berbasis teknologi HTS untuk melengkapi portofolio Telkom Group guna memperkuat infrastruktur konektivitas digital agar lebih kompetitif, dalam rangka memenuhi kebutuhan pasar satelit Indonesia yang diperkirakan masih tinggi di masa mendatang.

"Masa pembangunan dan peluncuran satelit diperkirakan menghabiskan waktu sampai dengan tiga tahun, dan diharapkan satelit dapat mulai beroperasi pada tahun 2024," kata dia.

Perseroan juga berharap investasi pembangunan satelit ini dapat memperkuat kepemimpinan Telkomsat dalam industri satelit dan meningkatkan dominasi dan pangsa pasar Telkomsat di bisnis satelit di Indonesia.

Telkomsat merupakan perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh Telkom sebesar 99,99%. Telkomsat adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa layanan telekomunikasi satelit dan terestrial yang berdiri pada 1995. Telkomsat juga menyediakan layanan telekomunikasi yang diperuntukkan bagi perusahaan-perusahaan di berbagai sektor seperti penerbangan, maritim, minyak dan gas, serta sektor lainnya.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait