Siapkan Rp 500 M, Matahari Department Store Kembali Buyback Saham

Sebelumnya, Matahari telah membeli kembali sebanyak 65,07 juta saham atau sebanyak 2,48% senilai Rp 327,37 miliar pada periode Februari - April 2022.
Image title
10 Mei 2022, 10:43
Matahari
ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/foc.
Pekerja memasang banner potongan harga di gerai Matahari Department Store, Kapten Muslihat, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/5/2021).

PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) kembali menyiapkan dana maksimum Rp 500 miliar untuk membeli kembali atau buyback sebanyak 262,61 juta saham atau setara 10% dari modal disetor dan ditempatkan perseroan.

"Perseroan akan membatasi harga maksimal pembelian kembali saham sebesar Rp 7.950 per saham," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, dikutip Selasa (10/5).

Manajemen mengatakan, aksi korporasi ini akan dilaksanakan hingga 3 Juni 2022 mendatang. Adapun, pembelian kembali saham akan dilakukan baik melalui bursa atau di luar bursa dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Manajemen mengatakan, pembelian kembali saham tidak akan memengaruhi kegiatan usaha dan operasional karena perusahaan telah memiliki modal kerja yang cukup untuk menjalankan kegiatan usahanya. Manajemen juga yakin aksi korporasi ini akan meningkatkan nilai pasar perseroan. 

Advertisement

Selain itu, emiten milik Grup Lippo ini memperkirakan tidak ada penurunan pendapatan secara signifikan sebagai dampak dari pelaksanaan buyback, dan tidak ada pula dampak signifikan atas biaya pembiayaan perseroan.

Aksi korporasi ini merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan oleh perseroan pada tahun ini. Sebelumnya, pada 4 Februari hingga 28 April lalu, LPPF telah menyelesaikan pembelian kembali saham sebanyak 2,48% dari modal disetor dan ditempatkan perseroan atau sebanyak 65,07 juta saham senilai Rp 327,37 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan, perseroan mampu mengantongi laba bersih sebesar Rp 145,04 miliar pada kuartal I 2022, setelah pada periode yang sama tahun sebelumnya mencatat rugi sebesar Rp 95,35 miliar. Pendapatan bersih perseroan juga tercatat tumbuh 10,75% menjadi Rp 1,28 triliun pada kuartal I 2022 dari sebelumnya Rp 1,16 triliun pada periode yang sama tahun 2021.

Pendapatan eceran masih menjadi penopang dengan kontribusinya mencapai Rp 769 miliar. Angka itu meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 741,40 miliar atau naik 3,85%. Sementara itu, penjualan konsiyasi juga tercatat tumbuh sebesar 23,30% secara tahunan menjadi Rp 512,95 miliar dari sebelumnya Rp 416,01 miliar. Adapun, pendapatan jasa tercatat Rp 4,31 miliar atau menurun 10,72% dari sebelumnya Rp 4,83 miliar.

Tahun ini, perseroan juga menggencarkan ekspansi bisnisnya dengan menambah gerai baru yakni pembukaan Plaza Ambarukmo Yogyakarta pada akhir Maret, diikuti oleh pembukaan gerai di Mal Taman Anggrek Jakarta pada pertengahan April lalu.

Penambahan kedua gerai baru tersebut menjadikan total gerai yang dimiliki perseroan menjadi 140 gerai di 77 kota di seluruh Indonesia. Tahun ini, perseroan berencana membuka minimal 10 gerai dengan konsep gerai baru.

"Pengembangan konsep format baru diterima dengan baik oleh pelanggan, dan kami juga telah menyelesaikan format gerai baru di Supermal Karawaci Tangerang," kata Wakil Presiden Direktur dan CEO Matahari Departement Store Terry O'Connor, dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (10/5).

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait