MNC Land Gelar Private Placement, Incar Rp 806 Miliar

MNC Land membukukan laba bersih sebesar Rp 195,86 miliar pada 2021, atau turun 36,88% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 310,34 miliar.
Image title
30 Mei 2022, 13:38
MNC Land
Arief Kamaludin | KATADATA
MNC

Emiten grup MNC, PT MNC Land Tbk (KPIG) berencana menambah modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau private placement dengan menerbitkan sebanyak 8,06 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham.

Dengan harga pelaksanaan tersebut, perseroan menargetkan akan meraup dana sebesar Rp 806,25 miliar dari private placement yang dilaksanakan.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), pelaksanaan private placement ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 25 Juni 2021 lalu. Perseroan telah menetapkan private placement akan berlangsung pada 6 Juni 2022 dan pemberitahuan hasil private placement pada 8 Juni 2022 mendatang.

"Private placement akan dilaksanakan pada harga pelaksanaan Rp 100 per saham," tulis manajemen MNC Land dalam keterbukaan informasi, dikutip Senin (30/5).

MNC Land merupakan perusahaan yang bergerak di bidang layanan hiburan atau entertainment hospitality yang berfokus pada beberapa proyek seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) MNC Lido City, MNC Bali Resort, dan proyek-proyek bergengsi lainnya.

KEK MNC Lido City, yang berlokasi di Lido, Bogor, Jawa Barat, merupakan sebuah destinasi pariwisata terintegrasi, yang telah disetujui pemerintah sebagai KEK Pariwisata berstandar internasional. KEK MNC Lido City merupakan kawasan hunian, komersial, hiburan, dan gaya hidup seluas 3.000 hektare.

Sementara itu, MNC Bali Resort adalah sebuah konsep resort terpadu yang terdiri dari hotel berbintang 6, villa eksklusif, lapangan golf berstandar internasional, dan fasilitas lainnya.

Kemudian, di bidang hospitality, MNC Land mengelola Park Hyatt Jakarta, The Westin Resort Nusa Dua & Bali International Convention Center, Oakwood Hotel & One East Residence Surabaya, serta berbagai gedung perkantoran di Jakarta, Surabaya, dan Bali, serta co-working space.

Berdasarkan laporan keuangan, tahun lalu perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 195,86 miliar atau turun 36,88% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 310,34 miliar. Sementara itu, pendapatan bersih perseroan tercatat naik dari sebelumnya Rp 678,03 miliar menjadi Rp 699,97 miliar.

Pendapatan di segmen jasa keamanan menjadi kontributor terbesar naiknya pendapatan perseroan dengan menyumbang sebesar Rp 341,47 miliar, pendapatan hotel, resor, dan golf menyumbang sebesar Rp 171,44 miliar, sewa ruang perkantoran mencatatkan pendapatan sebesar Rp 58,04 miliar dan apartemen serta properti menyumbang sebesar Rp 1,30 miliar.

Hingga akhir 2021, total nilai aset perseroan sebesar Rp 30,91 triliun. Adapun, total liabilitas perseroan sebesar Rp 6,44 triliun dan ekuitas perseroan hingga akhir 2021 tercatat sebesar Rp 24,47 triliun.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait