Bank KB Bukopin Raih Pinjaman dari IFC Rp 4,4 Triliun

Pinjaman IFC untuk Bank KB Bukopin akan diberikan dalam mata uang rupiah dengan jangka waktu pinjaman tiga tahun.
Lavinda
Oleh Lavinda
14 Juni 2022, 15:54
Bukopin
ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/foc.
Suasana pelayanan nasabah di kantor pusat Bank Bukopin, MT Haryono, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2020).

PT Bank KB Bukopin Tbk memperoleh pinjaman luar negeri dari International Finance Corporation (IFC) sebesar US$ 300 juta atau setara Rp 4,41 triliun (asumsi kurs Rp 14.713/US$).

Berdasarkan pengumuman tertulis, pinjaman akan terbagi menjadi dua porsi. Pertama, IFC akan memberi pinjaman sebesar US$ 60 juta atau 20% dari total pinjaman kepada Bank KB Bukopin secara langsung. 

Kedua, sebanyak 80% dari total pinjaman atau US$ 240 juta akan diberikan oleh IFC kepada induk usaha Bank KB Bukopin, yakni Kookmin Bank Co. Ltd (KBHQ).

Kemudian, KBHQ akan meminjamkan ke Kookmin Bank Co. Ltd. Singapore Branch (KBSG). Selanjutnya, KBSG akan meminjamkan seluruhnya kepada Bank KB Bukopin. Dengan demikian, perusahaan akan memperoleh pinjaman maksimal US$ 300 juta.

Advertisement

Pinjaman akan diperoleh dalam mata uang rupiah dengan jangka waktu pinjaman tiga tahun, dan bunga pinjaman berbasis kuotasi INDOGB 3 tahun+margin 140 bps yang bersifat bersih atau tanpa ada jaminan.

"Pinjaman dari IFC telah terealisasi pada 31 Mei, dan transaksi dari KBSG ke perusahaan telah terealisasi pada 10 Juni lalu," ujar Direktur Bank KB Bukopin Helmi Fakhrudin dalam keterangan tertulis, Selasa (14/6).

Seperti diketahui, IFC merupakan anggota kelompok Bank Dunia. Lembaga keuangan ini memiliki tujuan memajukan pembangunan ekonomi dan taraf hidup masyarakat melalui berbagai program pembiayaan dan investasi.

Dalam hal ini, KB Bukopin dipercayai atas investasi IFC yang didedikasikan untuk mendukung pembiayaan berorientasi sosial, sesuai dengan kriteria kelayakan yang ditetapkan dengan tujuan mendukung pemulihan pasca-Covid-19.

Menurut Helmi, dengan menyalurkan pembiayaan dan menargetkan segmen sosial pada masyarakat yang terdampak pandemi, IFC dan Bank KB Bukopin akan bersinergi dan berkontribusi pada pemulihan pasca-Covid-19 secara berkelanjutan.

"Perusahaan akan menyasar pendanaan kredit yang berwawasan lingkungan sejalan dengan program keuangan berkelanjutan. Perusahaan akan menghindari sektor-sektor yang dapat menimbulkan kerugian lingkungan," katanya.

Saat ini, susunan kepemilikan saham Bank KB Bukopin terdiri dari, Kookmin Bank Co. Ltd sebanyak 67%, PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) 1,53%, Koperasi Pegawai dan Pensiunan Bulog Seluruh Indonesia (Kopelindo) 0,05%, PT Bosowa Corporindo 0,01%, dan pemegang saham publik 31,4%.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait