Kontraktor Bangun Karya akan IPO, Tawarkan Rp 120 - Rp 130 per Saham

Calon emiten yang akan IPO adalah Bangun Karya Perkasa Jaya, perusahaan konstruksi bidang fabrikasi baja dan kontraktor umum, yang didirikan pada 7 Januari 2007.
Cahya Puteri Abdi Rabbi
30 Juni 2022, 13:36
IPO
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.
Pegawai melintas di dekat monitor pergerakan indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (7/12/2021).

Perusahaan fabrikasi baja, PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk berencana mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir Juli mendatang. Dalam prospektus yang dirilis, perseroan menawarkan harga awal Rp 120 - Rp 130 per saham. 

Dalam penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 325 juta saham atau setara 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dengan demikian, perseroan mengincar dana sekitar Rp 42,25 miliar.

Perseroan juga mengadakan program alokasi saham pegawai atau employee stock allocation (ESA) dengan jumlah sebanyak-banyaknya 0,50% dari saham yang ditawarkan dalam IPO atau sebanyak 1,62 juta saham.

Bersamaan dengan itu, perseroan juga akan menerbitkan sebanyak 162,50 juta Waran Seri I atau setara 12,50% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran IPO.

Advertisement

Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham yang ditawarkan pada tanggal penjatahan.

"Setiap pemegang dua saham yang dtawarkan berhak memperoleh satu Waran Seri I, di mana setiap satu Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham perseroan yang dikeluarkan dari portepel," demikian tertulis dalam prospektus, dikutip Kamis (30/6).

Perseroan akan menggunakan sekitar 45,90% dari dana hasil IPO untuk pembangunan gudang digital. Hal ini berdasarkan surat penunjukkan pelaksana pembangunan gudang entitas anak yaitu PT Karya Asmon Solusi No. 001/DIR/KASS/VI/2022 tanggal 09 Juni 2022.

Kemudian, sekitar 54,10% dana hasil IPO akan digunakan untuk biaya penyediaan bahan baku material, biaya pembelian perlengkapan kerja, biaya perawatan mesin, beserta perangkat pendukungnya.

Sedangkan dana yang diperoleh dari pelaksanaan Waran Seri I, jika dilaksanakan oleh pemegang waran, maka akan digunakan untuk penambahan modal kerja antara lain, biaya penyediaan bahan baku material, biaya pembelian perlengkapan kerja dan biaya perawatan mesin, beserta perangkat pendukungnya.

Perseroan telah memulai masa penawaran awalnya pada hari ini (30/6) dan akan berlangsung hingga 6 Juli 2022. Pernyataan efektif diperkirakan akan didapat pada 15 Juli. Kemudian, perseroan akan memulai penawaran umum pada 19 Juli hingga 21 Juli 2022.

Selanjutnya, tanggal penjatahan diperkirakan pada 21 Juli, tanggal distribusi saham secara elektronik pada 22 Juli dan perseroan dijadwalkan akan tercatat di bursa pada 25 Juli 2022 dengan kode KRYA. Dalam IPO ini, perseroan menunjuk PT Indo Capital Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Bangun Karya Perkasa Jaya merupakan perusahaan konstruksi yang bergerak dibidang fabrikasi baja dan kontraktor umum, yang didirikan pada 7 Januari 2007.

Adapun, kegiatan usaha utama perseroan yakni, konstruksi gedung industri yang mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, atau pembangunan kembali bangunan yang dipakai untuk industri, seperti pabrik dan bengkel kerja.

Selain itu, perseroan juga menjalani kegiatan usaha konstruksi jalan, jembatan, jaringan irigasi dan drainase, bangunan pelabuhan bukan perikanan dan jasa pekerjaan konstruksi prapabrikasi bangunan sipil.

Di samping itu, perseroan juga menjalani kegiatan usaha penunjang di antaranya, konstruksi gedung hunian, gedung perkantoran, gedung perbelanjaan, dan pembuatan atau pengeboran sumur air tanah.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait