Adhi Karya Raih Proyek Bendungan di Gowa, Nilai Kontrak Capai Rp 4 T

Adhi Karya telah memperoleh kontrak baru sebesar Rp 9,9 triliun. Jumlah tersebut naik hingga 98% dibanding perolehan kontrak pada Mei 2021 lalu yang hanya sebesar Rp 5 triliun.
Image title
Oleh Lavinda
1 Juli 2022, 14:29
Adhi Karya
ANTARA FOTO/ Reno Esnir/foc.
Suasana proyek pembangunan LRT oleh PT Adhi Karya (Persero) di Jakarta, Rabu (10/9/2021) Tbk.

PT Adhi Karya (Persero) Tbk bersama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan China CAMC Engineering Co., Ltd. memenangkan kontrak paket pembangunan Bendungan Jenelata di Gowa, Sulawesi Selatan. Nilai proyek tercatat mencapai Rp 4,15 triliun. 

Berdasarkan keterangan tertulis, Manajemen Adhi Karya menyebutkan ketiga pihak yang tergabung dalam konsorsium telah menandatangani kontrak paket pekerjaan tersebut. Porsi pengerjaan Adhi Karya tercatat sebesar 22,15%. Kontrak ini termasuk di dalam perolehan kontrak baru perusahaan pada Juni 2022. 

Sampai Mei 2022, emiten berkode saham ADHI ini memperoleh kontrak baru sebesar Rp 9,9 triliun. Jumlah tersebut naik hingga 98% dibanding perolehan kontrak pada Mei 2021 lalu yang hanya sebesar Rp 5 triliun.

Beberapa kontrak baru yang diperoleh Adhi Karya pada Mei 2022 di antaranya, pekerjaan Jalan Tol Yogyakarta - Bawen seksi 6, dan pembangunan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Cibitung.

Advertisement

Adapun, kontribusi perolehan kontrak baru berdasarkan lini bisnis sampai Mei 2022 meliputi, lini bisnis konstruksi sebesar 86%, properti sebesar 6%, dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya.

Jika diklasifikasikan menurut tipe pekerjaan, kontrak baru terdiri dari, proyek jalan dan jembatan sebesar 58%, gedung sebesar 9%, proyek infrastruktur lainnya seperti pembuatan dermaga, jalur kereta api, sumber daya air dan proyek energi sebesar 33%.

Menurut segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru yang bersumber dari pemerintah sebesar 18%, dan proyek kepemilikian swasta/lainnya termasuk proyek investasi sebesar 76%. Sisanya, dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebesar 6%.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait