Digugat Rp 11 T, Blue Bird Tak Akui Elliana Wibowo Jadi Pemegang Saham

Blue Bird memastikan kasus gugatan hukum yang sedang dihadapinya tak akan mempengaruhi kinerja keuangan dan operasional perusahaan.
Image title
Oleh Lavinda
3 Agustus 2022, 16:11
Blue Bird
Arief Kamaludin|Katadata
Blue Bird

Kasus gugatan hukum yang dilayangkan oleh pemegang saham kepada PT Blue Bird Tbk terus berlanjut. Kali ini, Manajemen Blue Bird tak mengakui penggugat sebagai pemegang saham perusahaan yang sah.

Sebelumnya, pemegang saham Blue Bird, Elliana Wibowo menggugat perusahaan atas perkara perbuatan melawan hukum dengan melakukan tindakan kekerasan fisik kepada penggugat. Blue Bird dan sejumlah pihak lain digugat dengan tuntutan ganti rugi Rp 11 triliun ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada 25 Juli 2022 lalu.

Berdasarkan keterangan tertulis di situs PN Jakarta Selatan, Elliana Wibowo menggugat Dr. H Purnomo Prawiro, Nona Sri Ayati Purnomo, dan Dr. Indra Marki. Selain itu, penggugat juga menyeret Mantan Kapolda Metro Jaya, Bambang Hendarso Danuri, PT Blue Bird Taxi, PT Big Bird, dan Blue Bird.

Menanggapi hal tersebut, manajemen mengatakan, Blue Bird merupakan perusahaan terbuka yang menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas.

Advertisement

"Berdasarkan data pemegang saham Blue Bird dari Biro Administrasi Efek perseroan, penggugat tidak tercatat sebagai pemegang saham perseroan," ujar Manajemen Blue Bird dalam keterangan tertulis, Rabu (3/8).

Sebagai perusahaan terbuka, menurut manajemen, perseroan telah mematuhi peraturan dan ketentuan pasar modal, termasuk ketentuan pembagian dividen sesuai dengan ketetapan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kami menghormati regulasi serta kebijakan yang berlaku dalam menjalankan kegiatan bisnis perusahaan dan berkomitmen untuk tunduk serta mentaati seluruh ketentuan prosedur maupun regulasi yang berlaku," kata manajemen.

Perusahaan juga memastikan seluruh pemegang saham tercatat menerima haknya termasuk dividen sesuai dengan jumlah lembaran sahamnya.

Dalam kesempatan tersebut, emiten berkode saham BIRD ini juga meyakini kasus gugatan hukum yang sedang dihadapi perusahaan tak akan mempengaruhi kinerja keuangan dan operasional.

Manajemen memastikan perusahaan tetap fokus pada rencana pengembangan bisnis dan finansial. Hal ini seiring dengan kinerja perseroan yang terus menunjukan tren positif pada semester I 2022.

Berdasarkan laporan keuangan, Blue Bird melaporkan perusahaan telah membukukan laba bersih yang moncer sebesar Rp 146,18 miliar pada semester I tahun 2022. Sebelumnya perseroan mengalami rugi sejumlah 30,13 miliar. Perusahaan mencatat pendapatan bersih Rp 1,54 triliun atau tumbuh 48,05% dari semester sebelumnya yakni Rp 1,04 triliun.

 

Sebagai informasi, dalam keterangan PN Jakarta Selatan disebutkan, Blue Bird merupakan salah satu tergugat yang dituntut Rp 11 triliun. Rinciannya, Blue Bird digugat membayar ganti rugi sebesar Rp 1,3 triliun, terdiri dari pembayaran dividen Rp 1,2 triliun dan bunga sebesar 10%/ tahun selama 10 tahun enam bulan sebesar Rp 129,58 miliar. Selain itu, Blue Bird juga digugat untuk membayar secara tanggung renteng kerugian immaterial sebesar Rp 10 triliun.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait