Hati-hati, Ini Trik Penipuan Investasi Paling Sering Dipakai

OJK menyarankan para calon investor sebaiknya menjalankan sikap waspada dengan menjalankan beberapa langkah antisipatif sebelum menanamkan modalnya ke berbagai instrumen investasi.
Image title
Oleh Lavinda
13 Agustus 2022, 22:00
Investasi
Youtube/Kemenkeu RI
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar

Pelaku kejahatan di sektor keuangan seringkali menghalalkan berbagai cara untuk menjerat para korbannya agar mau berinvestasi pada instrumen palsu. Dengan begitu, para pelaku dapat menggasak dana investor dengan mudah.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melalui akun instagramnya, membagikan sejumlah trik penipuan investasi yang paling sering digunakan oleh para pelaku kejahatan. 

Trik penipuan yang paling sering digunakan antara lain sebagai berikut:

- Uang investasi disetor ke penipu.
- Menjanjikan cepat kaya.
- Menjanjikan untung pasti, tinggi, dan cepat.
- Mencatut logo lembaga pemerintah atau logo instansi resmi.
- Mencatut figur ternama, tokoh agama, atau tokoh masyarakat.
- Menampilkan kemewahan.
- Menjanjikan tidak ada risiko.

Advertisement


Untuk itu, para pemilik modal sebaiknya menjalankan sikap waspada dengan menjalankan beberapa langkah antisipatif sebelum menanamkan modalnya ke berbagai instrumen investasi.

Berikut poin penting yang patut dipahami sebelum berinvestasi :
- Jangan mudah tergiur terhadap penawaran investasi dengan imbal hasil yang pasti (fixed return), tinggi, dan cepat karena setiap produk investasi memiliki risiko.
- Memastikan produk dan pihak yang menawarkan investasi tersebut memiliki perizinan dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan.
- Memastikan pihak yang menawarkan produk investasi memiliki izin dalam menawarkan produk investasi atau tercatat sebagai mitra pemasar.
- Memastikan jika terdapat pencantuman logo instansi atau lembaga pemerintah dalam media penawarannya telah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait