Investor Pasar Modal Masih Didominasi Pria, Capai 62,86%

PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) melaporkan investor individu laki-laki masih mendominasi pasar saham nasional, dengan porsi 62,86%.
 Zahwa Madjid
6 Oktober 2022, 18:53
Investor
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Seorang pekerja melintas di layar elektronik pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Sudirman, Jakarta Pusat (08/08).

PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) melaporkan investor individu laki-laki masih mendominasi pasar saham nasional, dengan porsi sekitar 62,86% dari keseluruhan investor individu. Data tersebut berdasarkan demografi yang dicatatkan per 31 Agustus 2022. 

Data KSEI menunjukkan, jumlah investor perempuan hanya 37,14% atau sebanyak 3.543.166 investor dari total investor pasar modal Indonesia yang jumlahnya 9.540.027 single investor identification (SID).

Kepala Divisi Pengembangan Pasar Bursa Efek Indonesia (BEI), Dedy Priadi menjelaskan, dalam melakukan edukasi tentang pasar modal ke masyarakat, BEI tidak memiliki target untuk gender tertentu.

“Semua sama, tidak ada yang spesifik. Namun kami juga ada kerja sama dengan komunitas-komunitas seperti Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia (PPUMI) seperti pada acara yang digelar hari ini.,” kata Dedy pada awak media Kamis, (6/10).

Advertisement

Memperingati World Investor Week (WIW) dan Bulan Inklusi Keuangan tahun 2022, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyelenggarakan Ring the Bell for Financial Literacy secara virtual pada Kamis (6/10).

Sebagai rangkaian acara Ring the Bell for Financial Literacy, BEI menyelenggarakan kegiatan edukasi pasar modal untuk anggota Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia (PPUMI) dengan tema webinar “Wanita sebagai Pahlawan Ekonomi Keluarga”. 

Adapun kegiatan edukasi tersebut merupakan bagian dari kerja sama antara BEI dengan PPUMI dalam memajukan UMKM, khususnya yang dikelola perempuan. 

“Kerja sama dengan BEI ini merupakan bentuk komitmen PPUMI dalam memajukan UMKM di Indonesia yang merupakan roda penggerak ekonomi bangsa. Oleh karena itu, peran dan fungsi UMKM harus didukung”, Kata Ketua PPUMI Munifah Syanwani dalam webinar tersebut.

Direktur BEI Risa E. Rustam mengatakan bahwa kerjasama antara BEI dan PPUM ini dapat memberikan wawasan lebih terkait manajemen keuangan, investasi dan alternatif pendanaan usaha melalui pasar modal.

“Hal tersebut membuat kami tidak lupa untuk memasukkan mereka sebagai sasaran dalam rangkaian partisipasi BEI pada WIW dan Bulan Inklusi Keuangan tahun 2022. Informasi dari BEI yang didapat oleh anggota PPUMI nantinya bisa digunakan sebagai referensi sekaligus alat untuk mengambil keputusan bisnis UMKM.”  kata Risa dalam keterangan resmi Kamis (6/10).

Selama Bulan Inklusi Keuangan tahun 2022, BEI juga mengadakan berbagai acara atau kegiatan edukasi dan literasi pasar modal untuk masyarakat. Kegiatan tersebut di antaranya adalah Sekolah Pasar Modal untuk Negeri, Festival Investasi Pasar Modal di beberapa Kantor Perwakilan BEI, serta Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2022. Acara CMSE 2022 akan diselenggarakan secara virtual pada 13-15 Oktober 2022 melalui situs resminya.

 

Reporter: Zahwa Madjid
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait