BRI Lakukan Ini pada Bunga Deposito usai BI Rate Naik Jadi 4,75%

Suku bunga counter deposito BRI telah naik antara 15 bps hingga 25 bps tergantung jangka waktu deposito.
Lavinda
Oleh Lavinda
21 Oktober 2022, 15:08
BRI
ANTARA FOTO/Kornelis Kaha/wsj.
Sejumlah nasabah menunggu antrean pelayanan di kantor Bank BRI cabang Kupang di Kota Kupang, NTT, Senin (5/10/2020).

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengaku telah menaikkan suku bunga, baik bunga simpanan maupun bunga kredit, seiring dengan tren kenaikan suku bunga acuan.

Pada Kamis (21/10) kemarin, Bank Indonesia (BI) telah menaikan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps). Suku bunga acuan atau BI Rate telah meningkat sebanyak tiga kali sepanjang tahun ini, dengan akumulasi 125 basis poin menjadi 4,75%.

"Sebagai contoh untuk suku bunga counter deposito, telah naik antara 15 bps hingga 25 bps tergantung jangka waktu deposito," ujar Sekretaris Perusahaan BRI, Aestika Oryza Gunarto kepada Katadata.co.id, Jumat (21/10). 

 

Advertisement

Menurut Aestika, BRI mengkaji level suku bunga secara berkala dan terus membuka ruang untuk melakukan penyesuaian suku bunga. Namun secara teknis, penyesuaian suku bunga kredit tidak bisa dilakukan serta merta begitu suku bunga acuan berubah.

"Hal tersebut dikarenakan oleh berbagai faktor, di antaranya faktor likuiditas serta struktur simpanan dan pinjaman yang berbeda beda antar masing masing bank," jelasnya.

Aestika menilai kebijakan Bank Indonesia yang telah menaikkan suku bunga merupakan langkah untuk memitigasi risiko peningkatan inflasi serta memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah agar sejalan dengan nilai fundamentalnya.

Adapun, kenaikan suku bunga acuan tersebut, saham Bank BRI masih terpantau naik 1,37% atau 60 poin ke level Rp 4.450 per saham. Volume transaksi emiten berkode saham BBRI tercatat 74,39 juta, dengan nilai transaksi senilai Rp 328,81 miliar.

BRI meyakini kinerja kredit bisa tetap tumbuh di kisaran 9%-11% secara tahunan hingga akhir 2022 atau sesuai target yang ditetapkan pada awal tahun, meski suku bunga meningkat. 

"Khusus untuk penyaluran kredit kepada segmen UMKM, kami proyeksikan akan terus tumbuh dengan main driver (pendorong utama) pada segmen ultra mikro dan mikro," katanya pada Katadata, Jumat (21/10).

 

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait