IHSG Sesi 1 Ditutup Turun 0,23%, Sektor Teknologi Melorot 2,30%

Senada dengan IHSG, seluruh bursa Asia juga terkoreksi. Nikkei 225 turun 0,50%, Hang Seng 2,25%. Shanghai Composite turun 1,14% dan Strait Times turun 0,49%.
 Zahwa Madjid
28 November 2022, 12:44
IHSG
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nz
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada sesi pertama perdagangan, Senin (28/11), hari ini, dengan penurunan hingga 0,23% ke level 7.037.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, nilai transaksi saham hari ini mencapai 6,855 triliun dengan volume 13,895 miliar dan frekuensi 796.849 kali.

Tercatat sebanyak 316 saham terkoreksi, 207 saham berada dalam zona hijau dan 172 saham tak bergerak. Sedangkan untuk kapitalisasi pasar IHSG berada di level Rp 9.508 triliun.

Seluruh bursa Asia juga terkoreksi. Nikkei 225 turun 0,50%, Hang Seng 2,25%. Shanghai Composite turun 1,14% dan Strait Times turun 0,49%.

Mayoritas saham Tanah Air terkoreksi. Dipimpin saham teknologi yang turun 2,30%. Saham dari sektor teknologi yang terkoreksi adalah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)  turun 1,62%atau 3 poin menjadi Rp 182 per saham.

Selanjutnya PT Bukalapak.com (BUKA) turun 4,67% atau 14 poin menjadi Rp 286 per saham. Terakhir PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) turun 4,15% atau 65 poin menjadi Rp 1,500 per saham.

Sektor lain yang terkoreksi adalah primer turun 0,12$, infrastruktur turun 0,66%, keuangan tuurn 0,48%, transportasi turun 0,70%, energi turun 0,78%, dan industri dasar turun 1,28%.

Sedangkan sektor kesehatan naik 0,46%, sektor indsutri naik 0,28%, sektor non primer naik 0,24% dan sektor properti naik 0,03%.

Research Analyst BNI Sekuritas Maxi Liesyaputra mengatakan, sebagian besar indeks bursa regional Asia Pasifik mengalami penurunan karena kondisi ekonomi makro di beberapa negara masing-masing.

Pemerintah Tokyo melaporkan inflasi tertinggi dalam 40 tahun terakhir. Sementara itu, Pemerintah Singapura melaporkan penurunan produksi di sektor industri sebesar 0,8% dalam perhitungan tahunan atau Year on Year (YoY) pada Oktober 2022, lebih baik dari ekspektasi. 

Dari Amerika Serikat (AS), Dow Jones Industrial Average mencatat penguatan 0,45%. Di sisi lain S&P 500 melemah tipis 0,03% begitu juga dengan Nasdaq yang terkoreksi 0,52%. 

“Investor khawatir mengenai lockdown yang berkelanjutan di Cina. Negara tersebut meningkatkan pembatasan Covid setelah adanya peningkatan jumlah kasus dalam beberapa hari terakhir,” ujar Maxi dalam risetnya.

Head Of Research NH Korindo Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata menilai, selama sepekan terakhir , IHSG  masih relatif bergerak mendatang, seiring minimnya sentimen ekonomi domestik, dan investor bersikap menunggu dan melihat menantikan hasil pertemuan FOMC.

“Risalah the Fed ini menunjukkan, Bank Sentral AS Federal Reserve dapat mulai melonggarkan laju kenaikan FFR, melengkapi data ekonomi AS lainnya, seperti: jumlah pengangguran pada Oktober yang naik ke level 3,7%, dan inflasi CPI dan PPI yang melandai,” ujar Liza dalam risetnya.

 

Untuk perdagangan hari ini, investor disarankan untuk membeli saham di level harga rendah emiten-emiten berikut:

  • PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA)
  • PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)
  • PT Harum Energy Tbk (HRUM)
  • PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)

 

Reporter: Zahwa Madjid
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait