Kenali Penyebab ISK pada Ibu Hamil, PAFI Berikan Informasi Pengobatan
Berbicara tentang gangguan kesehatan pada bumil, salah satunya adalah ISK atau infeksi saluran kemih. ISK biasanya muncul pada pertengahan trimester pertama kehamilan hingga awal trimester ketiga.
Saat kehamilan semakin membesar, berat janin akan menekan kandung kemih, memungkinkan bakteri untuk terjebak dan berkembang biak di dalamnya. Prevalensi ISK pada ibu hamil mencapai 20 persen, dapat mengakibatkan infeksi ginjal, kelahiran prematur, hingga berat badan lahir rendah.
PAFI dengan alamat website pafigresikbaru.org adalah salah satu organisasi kesehatan terbesar di Indonesia, yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat. Persatuan Ahli Farmasi Indonesia memiliki tujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia melalui pengembangan dan peningkatan praktik kefarmasian yang profesional dan berstandar tinggi.
Organisasi kesehatan PAFI turut aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab infeksi saluran kemih pada ibu hamil, serta rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi bagi penderitanya.
Apa saja faktor penyebab terjadinya ISK pada ibu hamil?
Saat hamil, ISK memang sulit untuk dihindari karena semakin besar rahim maka semakin banyak bakteri yang dapat berkembang di dalam saluran kemih wanita. Selain itu, kandungan hormon dan gula dalam urine juga dapat menjadi pemicu ISK. Berikut adalah beberapa faktor penyebab terjadinya infeksi saluran kemih pada ibu hamil yang perlu diperhatikan meliputi:
Adanya tekanan pada janin
Saat kehamilan, rahim yang membesar dapat menekan kandung kemih dan saluran kemih, sehingga mengganggu aliran urine. Hal ini menyebabkan urine tertahan lebih lama di kandung kemih, memungkinkan bakteri untuk berkembang biak lebih cepat. Tekanan ini juga dapat menyebabkan reflux vesikoureteral, yaitu aliran balik urine dari kandung kemih ke ginjal, yang meningkatkan risiko infeksi.
Perubahan hormonal
Peningkatan kadar hormon progesteron selama kehamilan dapat menyebabkan relaksasi otot polos di saluran kemih. Hal ini mengakibatkan pelebaran ureter dan penurunan tonus otot kandung kemih, yang memperlambat aliran urine dan memicu stasis urine. Stasis urine memungkinkan bakteri untuk berkembang lebih cepat dan meningkatkan risiko ISK.
Peningkatan kadar gula dalam urine
Perubahan hormonal juga dapat meningkatkan kecepatan penyaringan darah di ginjal, sehingga sering ditemukan adanya glukosa dalam urine (glucosuria). Kondisi ini mempermudah pertumbuhan bakteri karena gula dalam urine dapat berfungsi sebagai nutrisi bagi bakteri.
Kesulitan menjaga kebersihan
Ukuran perut yang semakin membuncit dapat menyulitkan ibu hamil untuk menjaga kebersihan organ intim, sehingga meningkatkan risiko penyebaran bakteri ke saluran kemih. Membersihkan area genital dari depan ke belakang sangat penting untuk mencegah penyebaran bakteri dari anus ke uretra.
Kondisi medis lainnya
Kondisi kesehatan lain seperti diabetes gestasional juga dapat meningkatkan risiko ISK. Diabetes dapat meningkatkan kadar gula dalam urine, yang memicu pertumbuhan bakteri.
Apa saja obat yang tepat untuk mengobati ISK pada ibu hamil?
PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) telah melakukan penelitian lanjut mengenai penyebab ISK pada ibu hamil. Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala ISK pada bumil serta membantu mengelola kondisi tersebut meliputi:
1. Amoxicillin
Amoxicillin termasuk obat antibiotik yang sering direkomendasikan oleh apoteker karena aman untuk ibu hamil dan efektif melawan bakteri penyebab ISK. Amoxicillin termasuk dalam kategori B menurut FDA, yang menunjukkan bahwa tidak ada risiko terbukti terhadap janin.
2. Ampicillin
Mirip dengan amoxicillin, ampicillin juga aman digunakan selama kehamilan dan efektif terhadap berbagai jenis bakteri penyebab infeksi. Penelitian menunjukkan bahwa ampicillin memiliki tingkat sensitivitas yang baik terhadap bakteri penyebab ISK.
3. Nitrofurantoin
Nitrofurantoin termasuk obat yang dapat digunakan untuk mengatasi ISK ringan hingga sedang dan umumnya dianggap aman selama trimester pertama dan kedua. Namun, penggunaannya pada trimester ketiga harus hati-hati karena potensi efek samping pada janin.
4. Erythromycin
Erythromycin termasuk antibiotik yang dapat digunakan sebagai alternatif jika ibu hamil tidak dapat menggunakan penisilin. Erythromycin juga termasuk dalam kategori B, sehingga relatif aman bagi janin.
Selain mengonsumsi obat-obatan, beberapa cara lain untuk mengurangi infeksi saluran kemih adalah lebih banyak mengonsumsi minum air putih serta istirahat yang cukup. Penting untuk selalu berkonsultasi dengan apoteker agar mendapatkan jenis obat serta dosis yang tepat sesuai kebutuhan.
Dapatkan informasi kesehatan serta layanan farmasi gratis dengan mengunjungi pafigresikbaru.org melalui smartphone Anda.
