PAFI Paparkan Kombinasi Herbal yang Bisa Bantu Stabilkan Gula Darah

Dini Hariyanti
Oleh Dini Hariyanti - Tim Publikasi Katadata
15 April 2025, 11:33
Tips Kesehatan PAFI untuk Kestabilan Gula Darah dari PAFI
PAFI
Tips Kesehatan PAFI untuk Kestabilan Gula Darah
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kombinasi herbal terbaik untuk menstabilkan gula darah bisa menjadi solusi alami bagi kamu yang ingin mengontrol diabetes atau prediabetes tanpa ketergantungan pada obat kimia. 

Indonesia menyimpan berbagai tanaman obat yang setelah diteliti kalangan akademisi, ternyata ada beragam herbal yang efektif untuk mengatur kadar glukosa. 

Artikel yang dikutip dari ulasan Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) melalui situs pafipcbangkalan.org ini akan mengupas tuntas tujuh ramuan tradisional yang bekerja sinergis, dilengkapi dengan bukti ilmiah dan cara penggunaannya.

Daun Insulin + Kayu Manis

Daun insulin (Tithonia diversifolia) dan kayu manis telah lama dikenal sebagai herbal penstabil gula darah. Penelitian dari Universitas Gadjah Mada (UGM) membuktikan bahwa senyawa flavonoid dalam daun insulin mampu meningkatkan sensitivitas hormon insulin, sementara kayu manis mengandung cinnamaldehyde yang memperlambat penyerapan gula di usus.

Cara menggunakan: Rebus 5 lembar daun insulin dengan 1 batang kayu manis dalam 500 ml air hingga tersisa setengahnya. Minum ramuan ini dua kali sehari sebelum makan. Efeknya akan lebih optimal jika Kamu mengonsumsinya secara rutin selama 4 minggu.

Pare + Kunyit

Pare (Momordica charantia) mengandung charantin dan polypeptide-p, senyawa yang meniru fungsi insulin. Sementara itu, kurkumin dalam kunyit membantu mengurangi peradangan pankreas, organ penghasil insulin. Studi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menunjukkan bahwa ekstrak pare dan kunyit menurunkan kadar gula darah tikus diabetes hingga 30 persen dalam 21 hari.

Cara menggunakan: Blender 1 buah pare ukuran kecil dengan 2 ruas kunyit, lalu saring airnya. Tambahkan madu secukupnya untuk mengurangi rasa pahit. Minum setiap pagi sebelum sarapan.

Brotowali + Daun Salam

Brotowali (Tinospora crispa) memiliki alkaloid yang merangsang regenerasi sel beta pankreas, sementara daun salam (Syzygium polyanthum) kaya akan minyak atsiri yang meningkatkan metabolisme glukosa. Penelitian Universitas Airlangga (UNAIR) membuktikan bahwa kombinasi ini mengurangi HbA1c (indikator gula darah jangka panjang) sebesar 1,5% setelah 3 bulan pemakaian.

Cara menggunakan: Rebus 10 cm batang brotowali dan 7 lembar daun salam dalam 3 gelas air hingga mendidih. Konsumsi 1 gelas setiap sore hari.

Mengkudu + Temulawak

Mengkudu (Morinda citrifolia) mengandung proxeronine yang memperbaiki fungsi sel, sedangkan temulawak (Curcuma xanthorrhiza) mendukung detoksifikasi hati—organ krusial dalam metabolisme gula. Data dari Universitas Indonesia (UI) menunjukkan bahwa pasien yang mengonsumsi jus mengkudu dan temulawak mengalami penurunan gula darah puasa rata-rata 20 mg/dL.

Cara menggunakan: Blender 1 buah mengkudu matang dan 1 ruas temulawak. Saring dan minum 3 kali seminggu.

Sambiloto + Jahe

Sambiloto (Andrographis paniculata) adalah "king of bitters" dengan andrographolide yang melindungi pankreas dari kerusakan oksidatif. Jahe, dengan gingerol-nya, meningkatkan sirkulasi darah ke organ ini. Riset Universitas Padjadjaran (UNPAD) membuktikan bahwa kombinasi ini menurunkan resistensi insulin pada pasien diabetes tipe 2.

Cara menggunakan: Seduh 1 sendok teh serbuk sambiloto dan 1 sendok jahe parut dengan air panas. Minum selagi hangat di malam hari.

Kelor + Kayu Secang

Daun kelor (Moringa oleifera) mengandung 46 jenis antioksidan, termasuk quercetin yang menstabilkan gula darah. Kayu secang (Caesalpinia sappan) memiliki brazilin yang memperbaiki fungsi insulin. Penelitian Universitas Brawijaya (UB) menunjukkan bahwa kombinasi ini menurunkan kadar gula darah 2 jam setelah makan hingga 25%.

Cara menggunakan: Rebus 1 genggam daun kelor dan 2 potong kayu secang. Minum sebagai pengganti teh.

Lidah Buaya + Kencur

Gel lidah buaya (Aloe vera) mengandung acemannan yang memperlambat pencernaan karbohidrat, sementara kencur (Kaempferia galanga) mengurangi lemak darah penyebab komplikasi diabetes. Studi Universitas Diponegoro (UNDIP) membuktikan bahwa ramuan ini menurunkan gula darah dan LDL secara signifikan dalam 8 minggu.

Cara menggunakan: Kupas lidah buaya dan rendam dalam air garam untuk menghilangkan lendir. Blender dengan 2 ruas kencur, lalu tambahkan air perasan jeruk nipis.

Kombinasi herbal terbaik untuk menstabilkan gula darah bekerja melalui mekanisme yang saling melengkapi: meningkatkan sensitivitas insulin, memperbaiki sel pankreas, dan memperlambat penyerapan glukosa.

Kamu bisa memilih 2-3 kombinasi di atas dan mengonsumsinya secara bergantian untuk hasil optimal. Namun, tetap konsultasikan dengan dokter jika Kamu sedang mengonsumsi obat medis untuk menghindari interaksi.

Dengan bukti ilmiah dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia, herbal bukan sekadar mitos, melainkan solusi berbasis sains yang patut kamu coba. Mulailah dengan satu ramuan hari ini dan rasakan bedanya dalam 1 bulan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan