Orangtua Siswa Sekolah Rakyat di NTT Bersyukur Akses Pendidikan Terjamin

Dini Hariyanti
Oleh Dini Hariyanti - Tim Publikasi Katadata
9 Januari 2026, 20:19
sekolah rakyat
unsplash.com
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Rasa syukur terus terucap dari Yorda Bimau, ibu Yowel Sunbano, siswa kelas I Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 13 Kupang, Nusa Tenggara Timur. Putra sulungnya kini dapat mengenyam pendidikan gratis dengan fasilitas yang sebelumnya tak pernah mereka bayangkan, yakni makan terjamin, tinggal di asrama, serta seluruh kebutuhan belajar yang disediakan pemerintah.

Berdasarkan video yang beredar, Yorda, warga Desa Niunbaun, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, mengaku haru menyaksikan perubahan besar dalam kehidupan anaknya. Melalui Sekolah Rakyat, Yowel mendapatkan kesempatan belajar di lingkungan yang lebih layak dan aman.

“Di sini terjamin dengan makan minum, tempat tinggal. Karena di tempat tinggal katong punya rumah itu, tempat tinggalnya mungkin rumah itu pakai daun. Tapi di sini itu, tidurnya mungkin pakai spring bed, tapi katong pu rumah itu tidur alas kasur. Kadang-kadang tidur di tanah karena adik-adiknya banyak,” kata Yorda dikutip dari keterangan resmi, Jumat (9/1).

Ibu rumah tangga itu menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas program Sekolah Rakyat yang dirancang untuk membuka akses pendidikan sekaligus memutus rantai kemiskinan.

“Dengan bantuan Bapak Presiden, anak saya boleh merasakan ini dan di keluarga kami juga dapat merasakan berkat yang banyak,” ujarnya.

Sejak Yowel bersekolah di SRMP 13 Kupang, keluarga Yorda juga menerima sejumlah bantuan sosial. Selain pendidikan gratis, mereka mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan perumahan, serta tambahan modal usaha untuk menopang kebutuhan sehari-hari.

Yorda dan suaminya hidup sederhana. Sang suami bekerja di kebun dan sesekali menjadi tukang bangunan. Mereka memiliki empat anak; satu masih duduk di kelas IV SD, sementara dua lainnya masih balita.

Setiap bulan, Yorda menempuh perjalanan sekitar 50 kilometer untuk menjenguk Yowel. Ada satu momen yang sangat membekas baginya. Saat itu, ia membawa sedikit uang tabungan dari bantuan PKH dan upah suaminya untuk diberikan kepada anaknya.

“Bapaknya dari uang tukangnya itu ada sisip kasih dia seratus, saya kasih dua puluh lima. Itu anak saya bilang, mama dan bapak ada uang ko. Itu saya bilang, mama dan bapak ada berkat sedikit, jadi adik simpan di celengan sa. Terus dia langsung peluk, kami do bapak menangis,” ujar Yorda mengenang.

“Dia bilang, di sini makan enak. Biar bapak dan mama bawa uang supaya bisa beli makanan kasih adik-adik dong. Dia bilang sudah, adik terima sa itu uang,” lanjutnya sambil menahan tangis.

Bagi Yorda, ungkapan sederhana tersebut mencerminkan perubahan sikap dan kedewasaan Yowel sejak bersekolah di Sekolah Rakyat. Ia berharap anaknya terus semangat belajar, meraih cita-cita, dan kelak membanggakan keluarga.

“Terima kasih banyak Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah membantu kami dengan program bantuan-bantuan yang kami dapati. Kami berdoa semoga Tuhan selalu memberikan kesehatan kepada Bapak. Terima kasih,” ujar Yorda.

Melalui program Sekolah Rakyat, pemerintah telah memberikan pendidikan gratis kepada 15.895 anak dari keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia. Program ini mencakup layanan pendidikan dari jenjang SD hingga SMA dengan fasilitas yang komprehensif.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan