Guru Meditasi Asal Bali Roadshow Bahas Kesehatan Mental di Eropa

Kamila Meilina
8 April 2025, 18:14
Guru meditasi dan pakar energi asal Bali, Bunda Arsaningsih, menggelar roadshow bertajuk 'Tata Hati' di beberapa kota di Eropa.
YCCK
Guru meditasi dan pakar energi asal Bali, Bunda Arsaningsih, menggelar roadshow bertajuk 'Tata Hati' di beberapa kota di Eropa.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Guru meditasi dan pakar energi asal Bali, Bunda Arsaningsih, menggelar roadshow bertajuk 'Tata Hati' di beberapa kota di Eropa. Selama roadshow, Bunda Arsaningsih bersama tim mengadakan talkshow dan meditasi bersama terkait masalah kesehatan mental di masing-masing negara.

Setelah Perancis, Italia menjadi negara kedua dalam kegiatan Tata Hati Eropa. Tata Hati Italia berlangsung di Progress Country & Wine House, Via Palladio, Asolo, pada Selasa, 7 April 2025 waktu setempat. Kegiatan ini diikuti sekitar 900 peserta secara daring dan luring.

Italia, negeri yang dikenal dengan filosofi “dolce vita” alias kehidupan manis, ternyata menyimpan masalah kesehatan mental bagi para pekerjanya. Berdasarkan survei Telus Health pada 2023, sebanyak 45% pekerja di Italia mengalami kecemasan, 35% mengalami depresi, dan 29% merasa pesimistis terhadap masa depan.

Bunda Arsaningsih yang mendapat penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) dua kali ini, menghadirkan pendekatan spiritual untuk memahami dan mengatasi gangguan kesehatan mental melalui metode Spirit of Universal Life alias SOUL. Pertama, pengukuran radiasi energi bernama SOUL Meter alias Measurement Technique of Radiation. Kedua, meditasi SOUL Reflection, yakni meditasi refleksi atau berkesadaran terhubung dengan kekuatan Tuhan.

Lewat SOUL Meter, Bunda Arsaningsih mendeteksi radiasi kecemasan dan pikiran yang merasa belum cukup terhadap kemakmuran dari para peserta Tata Hati di Italia. “Ini adalah pikiran yang tanpa kita sadari terproduksi dan justru menghambat datangnya kemakmuran,” kata Bunda Arsaningsih dikutip dari siaran pers, Rabu (8/4).

Ia menambahkan kemakmuran sejatinya mengikuti hukum alam, yakni hukum tabur tuai dan hukum energi mengikuti pikiran. “Seringkali kecemasan mencuri kemakmuran. Maka dari itu, kita perlu menata hati dan membersihkan pikiran yang keliru agar hidup bisa berubah,” ujar dia.

meditasi
Bunda Arsaningsih bersama salah satu peserta Tata Hati di Asolo, Italia.  (YCCK)

Saat sesi meditasi SOUL Reflection, peserta diajak untuk terhubung dengan kekuatan Ilahi, kemudian merefleksikan pola pikir negatif yang menghambat kemakmuran. Setelah pembersihan energi pikiran negatif, Bunda Arsaningsih mengajak para peserta meradiasikan dan memvisualkan kemakmuran berkelimpahan datang dalam hidup mereka.

Bunda juga mengingatkan pentingnya menjaga pikiran positif serta melayani sesama dengan tulus. “Saat pikiran negatif muncul, segera sadari, tarik, dan gantikan dengan pikiran penuh cinta. Saat itulah kemakmuran akan datang,” pesan Bunda Arsaningsih kepada peserta yang didampingi penerjemah.

Cormela, salah satu peserta asal Italia, mengaku sangat tersentuh oleh pengalaman tersebut. “Saya merasa terbebaskan setelah mengikuti meditasi ini. Kata-kata saja tidak cukup menggambarkan perasaan saya,” ujarnya.

Acara di Asolo merupakan bagian dari rangkaian Tata Hati Eropa yang berlangsung sejak 24 Maret hingga 13 April 2025. Sebelumnya, Bunda Arsaningsih telah menggelar kegiatan serupa di Paris, Prancis (1 April) dan selanjutnya akan menggelar kegiatan di Brussel, Belgia (9 April) dan Breda, Belanda (13 April).

Selain temu wicara dan meditasi, Bunda juga dijadwalkan bertemu para duta besar Indonesia dan komunitas diaspora di masing-masing negara.

Kegiatan Tata Hati ini telah diikuti oleh lebih dari 3.900 peserta di berbagai kota seperti Paris, Denpasar, dan Solo.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan