Guru Meditasi Ajak Tata Hati untuk Atasi Masalah Depresi di Belanda

Image title
Oleh Tim Redaksi
14 April 2025, 20:29
Guru meditasi Bunda Arsaningsih mengadakan roadshow Tata Hati di Eropa, kegiatan talkshow dan meditasi terkait kesehatan mental.
YCCK
Guru meditasi Bunda Arsaningsih mengadakan roadshow Tata Hati di Eropa, kegiatan talkshow dan meditasi terkait kesehatan mental.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Meskipun Belanda dikenal dengan fasilitas kesehatan yang maju, masalah kesehatan mental terkait depresi menjadi masalah serius yang mempengaruhi penduduknya. Kasus terakhir 

Menurut data dari Government of Netherlands, 4 dari 10 orang di Belanda mengalami masalah kesehatan mental pada suatu titik dalam hidup mereka. Data dari Trimbos Institute juga mengungkapkan depresi adalah gangguan mental yang paling umum di negara ini, dengan hampir satu dari lima orang mengalami gejala depresi.

Guru meditasi dan pakar energi Bunda Arsaningsih, mengupas permasalahan kesehatan mental di Belanda dari sisi spiritual. Bersama Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK), Bunda Arsaningsih mengadakan talkshow dan meditasi Tata Hati di Voco The Hague, pada 13 April 2025 waktu setempat. Acara ini dihadiri 1188 peserta baik secara online dan offline.

Peraih dua penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI), menangkap radiasi energi stres, depresi hingga keinginan bunuh diri di Belanda. Bunda Arsaningsih menggunakan pengukuran radiasi energi bernama SOUL Meter (Measurement Technique of Radiation).

Pengukuran radiasi energi dari jiwa manusia ini menggunakan skala 0-10.
“Radiasi energi keinginan bunuh diri di Belanda ini sampai 8 poin,” kata Bunda Arsaningsih di Den Haag, Belanda, Minggu, 13 April, waktu setempat.

Bunda menjelaskan keinginan bunuh diri itu salah satunya dipicu target tinggi dalam menjalani kehidupan. “Ketika target hidup atau pekerjaan tak terpenuhi kita menjadi tak berharga,” kata Bunda Arsaningsih.

Bunda Arsaningsih mengatakan, secara energi mereka yang merekam keinginan bunuh diri itu memerintahkan otaknya untuk bunuh diri. “Alam akan memunculkan kondisi sesuai perintah otak dan tubuh,” kata Bunda Arsaningsih.

Bunda Arsaningsih juga mengatakan kematian dengan suntik mati pun bukan sebuah pilihan. Seseorang perlu sabar dan ikhlas menerima kondisinya hingga kematian datang secara alami.

“Meniatkan untuk menentukan kematian sendiri itu sebagai kesalahan karena Tuhan yang menentukan kapan kita akan kembali pulang,” kata dia.

Meditasi Soul Reflection untuk Menata Hati

Setelah mengenalkan pendekatan pengukuran SOUL Meter, Bunda Arsaningsih memandu peserta mengikuti meditasi SOUL Reflection. Melalui meditasi SOUL Reflection, mengajak peserta menata hati mereka sehingga menciptakan keseimbangan emosional dan membangun ketahanan mental.

Dengan hati yang tertata, individu tidak hanya dapat meningkatkan self-esteem mereka, tetapi juga menemukan ketenangan batin yang berdampak positif pada kesehatan mental secara keseluruhan.

Dalam sesi meditasi, Bunda Arsaningsih mengajak para peserta meditasi berefleksi dan menyadari akan radiasi pikiran negatif seperti, kekecewaan, kesedihan, kemarahan hingga keinginan bunuh diri. Bunda menuntun peserta untuk meminta maaf karena meradiasi pikiran negatif tersebut, kemudian meniatkan melibatkan kekuatan Tuhan untuk membersihkan energi negatif itu.

Selanjutnya, Bunda Arsaningsih mengajak peserta berserah kepada Tuhan dan meradiasikan energi syukur. “Tuhan, tuntun dan bimbinglah agar kami berjalan sesuai kehendak-Mu, menjalani kehidupan dengan penuh cinta damai,” ujar dia.

Saat seseorang mampu menerima dan mencintai dirinya sendiri, kehidupan pun menjadi lebih harmonis. “Ketika Bapak/Ibu menata hati dengan penuh cinta, orang-orang yang penuh cinta pun akan datang pada hidup kita,” ujar Bunda Arsaningsih.

Temu wicara dan meditasi di Den Haag merupakan pamungkas dari rangkaian kegiatan bertajuk Tata Hati Eropa. “Tiap kota dan negara memberikan pelajaran yang berbeda-beda,” kata Bunda Arsaningsih.

Bunda Arsaningsih dan tim Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK) roadshow Tata Hati Eropa berlangsung sejak 24 Maret - 13 April. Talkshow dan meditasi bersama berlangsung di Paris, Perancis (1 April), Asolo, Italia (7 April), Brussel, Belgia (9 April) dan di Den Haag, Belanda (11 dan 13 April).

Selain menggelar temu wicara dan meditasi, Bunda Arsaningsih juga bertemu para duta besar Indonesia di masing-masing negara dan para diaspora Indonesia.

Jumlah peserta yang telah mengikuti acara Tata Hati Eropa dan juga di Indonesia (Denpasar dan Solo), mencapai lebih dari 6.888 peserta baik online dan offline.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan