kumparan New Energy Vehicle Summit 2025 Dorong Transisi Energi Otomotif

Septiani Teberlina
Oleh Septiani Teberlina - Tim Publikasi Katadata
7 Mei 2025, 16:20
Antrean pengunjung padati lokasi kumparan New Energy Vehicle Summit 2025, bukti tingginya antusiasme terhadap masa depan kendaraan ramah lingkungan.
kumparan
Antrean pengunjung padati lokasi kumparan New Energy Vehicle Summit 2025, bukti tingginya antusiasme terhadap masa depan kendaraan ramah lingkungan.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

kumparan menggelar forum diskusi strategis bertajuk New Energy Vehicle Summit 2025 di MGP Space, SCBD Park, Jakarta, Selasa (6/5). Dengan mengusung tema “Sinergi Teknologi, Investasi, dan Kebijakan untuk Industri Otomotif Berkelanjutan”, forum ini menjadi ruang diskusi lintas sektor dalam mendorong transisi menuju energi rendah emisi.

kumparan New Energy Vehicle Summit 2025 menyoroti bagaimana industri otomotif dapat terus bertumbuh dan memberikan efek yang signifikan bagi perekonomian nasional, sekaligus berkontribusi pada pencapaian target penurunan emisi Indonesia, termasuk Enhanced NDC 2030, Net Zero Emission 2060, dan visi besar Indonesia Emas 2045.

Sambutan dan pembukaan oleh Pemimpin Redaksi kumparan Arifin Asydhad.
Sambutan dan pembukaan oleh Pemimpin Redaksi kumparan Arifin Asydhad. (kumparan)


kumparan New Energy Vehicle Summit 2025 dibuka secara resmi oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bersama Pemimpin Redaksi kumparan Arifin Asydhad. Hadir pula Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Rachmat Kaimuddin, serta Anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI Rachmat Gobel sebagai keynote speaker.

Dalam sambutannya, Arifin menegaskan bahwa acara ini diselenggarakan untuk mendukung ekosistem industri otomotif dalam bertumbuh dan membantu mencapai target yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. “Melalui forum ini, kumparan mendorong ekosistem industri otomotif yang konstruktif dan terbuka terhadap semua pendekatan teknologi. Baik itu hybrid, plug-in hybrid, BEV hingga hidrogen. Dengan satu tujuan, yakni agar transisi yang terjadi adalah transisi yang realistis dan inklusif,” pungkasnya.

Oleh karenanya, kumparan menegaskan pentingnya strategi diversifikasi teknologi sebagai pendekatan transisi yang lebih inklusif dan realistis. Indonesia memiliki potensi besar dalam pemanfaatan biofuel, seperti biodiesel dan bioetanol, yang dapat dioptimalkan bersama dengan pengembangan kendaraan elektrifikasi hingga hingga teknologi hidrogen. Pendekatan multi-energi ini tidak hanya mempercepat penurunan emisi, tetapi juga mendorong penguatan industri lokal dan memperluas pilihan teknologi yang relevan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan keynote speech.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan keynote speech. (kumparan)

Pada keynote speech pertama, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita juga menegaskan komitmen Kemenperin terhadap perkembangan industri kendaraan listrik nasional dan pengurangan emisi karbon. “Sesuai dengan harapan yang tadi disampaikan oleh Mas Arifin, bahwa kami di Kemenperin selalu dan akan terus-menerus berada pada posisi terdepan dalam melahirkan kebijakan-kebijakan untuk mendukung pengembangan industri kendaraan listrik nasional, sebagai bagian dari komitmen kita terhadap pengurangan emisi karbon dan upaya untuk menuju ekonomi hijau yang berkelanjutan,” ucapnya.

Sesi diskusi pertama yang bertajuk “Biofuel & Hidrogen: Pilar Energi Lokal Otomotif" menghadirkan Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi, Kepala Kajian Ekonomi Hijau dan Iklim LPEM FEB Universitas Indonesia Dr. Alin Halimatussadiah, serta Advisor PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Jaka Purwanto. Diskusi ini menyoroti potensi biofuel dan pemanfaatan hidrogen sebagai energi masa depan.

Sesi diskusi kedua dengan tema “Transformasi Hijau: Industri Kuat, Emisi Rendah” menghadirkan Pengamat Otomotif Institut Teknologi Bandung Dr. Yannes Martinus Pasaribu dan Kepala Pusat Industri Hijau Kementerian Perindustrian Apit Pria Nugraha untuk membahas tantangan industri otomotif dalam era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity).

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani juga memberikan keterangan lebih lanjut terkait produksi kendaraan listrik yang terus meningkat. “Sejak 2024 hingga Maret 2025 ini, sudah ada tujuh produsen kendaraan listrik yang menyatakan pemindahan investasinya dan sudah mulai melakukan konstruksi dengan nilai total 15,4 triliun untuk rencana produksi mobil EV dengan kapasitas 281.000 unit per tahunnya. Jadi sudah ada 7 perusahaan, itu ada BYD, ada Citroen, ada AION, ada Maxus, ada Geely, ada VinFast dan VW,” jelasnya.

Keynote speech Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani bertema Investasi Perkuat Industri Otomotif Indonesia.
Keynote speech Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani bertema Investasi Perkuat Industri Otomotif Indonesia. (kumparan)

Rosan juga menambahkan, “Karena kita lihat, baik produksi kendaraan listrik ini akan terus meningkat. Dan pada tahun 2030, kita memprediksi produksi kendaraan listrik dapat meningkat menjadi 2,5 juta unit per tahunnya pada saat 2030. Dan tentunya kita pun akan memberikan insentif lebih besar lagi apabila mereka melakukan TKDN,” tutupnya.

Isu pengembangan teknologi juga menjadi sorotan dalam panel diskusi bertema “Pengembangan Teknologi Baterai Kendaraan Listrik”. Diskusi ini menghadirkan Perekayasa Ahli Muda Pusat Riset Konversi dan Konservasi Energi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Hafsah Halidah, serta Peneliti Senior Pusat Sistem Transportasi Berkelanjutan Institut Teknologi Bandung Dr. Agus Purwadi. Sementara sesi “Strategi Membuka Pasar BEV” menghadirkan Ketua Umum Asosiasi Industri Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setiadi dan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Setia Diarta yang membahas peluang ekspansi pasar kendaraan listrik berbasis baterai.

kumparan meyakini bahwa transisi energi sektor otomotif hanya bisa dicapai melalui kolaborasi pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, industri, swasta, hingga lembaga riset. Selain itu, pengembangan ini juga memerlukan insentif fiskal, investasi infrastruktur hijau, dan komitmen bersama dalam pengembangan teknologi rendah karbon. Dengan terselenggaranya kumparan New Energy Vehicle Summit 2025, kumparan menegaskan komitmen sebagai katalis perubahan menuju masa depan mobilitas Indonesia yang lebih bersih, inklusif, dan berkelanjutan.

kumparan New Energy Vehicle Summit 2025 didukung oleh Toyota Indonesia, PT PLN (Persero), ⁠BYD HAKA Auto, PT JETOUR Motor Indonesia, Wuling Motors, Mitsubishi FUSO, dan ⁠PT Astra Honda Motor.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan