8 Rekomendasi MPASI Kaya Gizi
Memasuki usia 6 bulan, bayi mulai membutuhkan asupan nutrisi tambahan selain ASI atau susu formula. Menurut WHO Guideline for Complementary Feeding, Makanan Pendamping ASI (MPASI) harus diperkenalkan pada usia sekitar 6 bulan, sambil tetap melanjutkan pemberian ASI hingga usia 2 tahun atau lebih. MPASI menjadi kunci penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal Si Kecil. Memilih MPASI yang kaya gizi dan sesuai dengan kebutuhan bayi sangatlah penting untuk memastikan mereka mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.
Berikut adalah rekomendasi makanan MPASI yang kaya nutrisi, dengan manfaat nutrisi dan cara penyajiannya:
1. Alpukat
Alpukat kaya akan lemak tak jenuh tunggal, vitamin C, E, K, B6, serta mineral seperti magnesium dan kalium, yang mendukung perkembangan otak dan sistem saraf bayi; haluskan alpukat matang menjadi puree lembut dan campur dengan ASI atau susu formula untuk tekstur lebih cair, pastikan alpukat matang sempurna untuk tekstur lembut dan mudah dicerna, serta perkenalkan secara bertahap untuk memantau reaksi alergi.
2. Ubi Jalar
Ubi jalar mengandung vitamin A (beta-karoten) untuk kesehatan mata, vitamin C, serat untuk pencernaan, dan kalium untuk pertumbuhan; kukus atau rebus hingga lembut lalu haluskan untuk bayi 6-8 bulan atau potong kecil sebagai finger food untuk bayi lebih besar, pastikan tekstur sangat lembut untuk mencegah tersedak dan perkenalkan secara bertahap untuk memantau alergi.
3. Pisang
Pisang menyediakan kalium, vitamin B6, C, dan serat untuk mendukung jantung, otak, dan pencernaan; haluskan pisang matang untuk bayi baru mulai MPASI atau potong kecil untuk bayi yang bisa mengunyah, gunakan pisang matang untuk rasa manis alami dan tekstur lembut, serta perkenalkan secara bertahap karena meskipun jarang, alergi bisa terjadi.
4. Buah Beri
Buah beri kaya antioksidan (antosianin), vitamin C, K, dan serat untuk imunitas, otak, dan pencernaan; blender menjadi puree halus untuk bayi 6-8 bulan atau potong kecil untuk bayi 9 bulan ke atas, pilih buah matang, hapus biji atau kulit keras, dan perkenalkan satu jenis beri pada satu waktu untuk memantau alergi, terutama stroberi.
5. Brokoli
Brokoli mengandung vitamin C, K, folat, serat, dan zat besi untuk tulang, otak, dan pencernaan; kukus hingga sangat lembut lalu haluskan atau potong kecil, perhatikan potensi kembung dan mulai dengan porsi kecil untuk memastikan bayi dapat mencernanya.
6. Bubur Beras
Bubur beras menyediakan karbohidrat untuk energi, sering diperkaya dengan zat besi dan kalsium; masak dengan air atau ASI hingga lembut, tambahkan puree sayuran atau buah, variasikan dengan biji-bijian lain untuk mengurangi risiko paparan arsenik.
7. Daging Ayam dan Sapi
Daging kaya protein, zat besi, zinc, dan vitamin B untuk otot, otak, dan imunitas; masak hingga matang lalu haluskan atau cincang halus, mulai dengan porsi kecil untuk adaptasi pencernaan dan hindari daging olahan tinggi garam.
8. Ikan
Ikan seperti salmon kaya omega-3, protein, vitamin D, dan zat besi untuk otak dan mata; masak hingga matang, hancurkan bebas tulang, pilih ikan rendah merkuri seperti salmon, dan perkenalkan bertahap untuk memantau alergi.
Memperkenalkan berbagai jenis MPASI yang kaya gizi sejak dini dapat membantu membentuk kebiasaan makan sehat pada bayi. Selalu perhatikan reaksi bayi terhadap makanan baru dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan jika diperlukan. Dengan pemilihan MPASI yang tepat, kita dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal Si Kecil.








