5 Kandidat Pengganti Paus Fransiskus, dari Afrika hingga Asia Tenggara

Tifani
Oleh Tifani
22 April 2025, 17:31
Kandidat Pengganti Paus Fransiskus
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/nym.
Pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus (tengah) didampingi Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (kanan) menuju pesawat sebelum meninggalkan Indonesia di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (6/9/2024). Paus Fransiskus melanjutkan perjalanan menuju Papua Nugini setelah mengunjungi Indonesia selama empat hari.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Paus Fransiskus meninggal dunia pada Senin (21/4/2025). Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik menghembuskan nafas terakhirnya di usia 88 tahun pada pukul 07.35 pagi waktu Vatikan atau pukul 14.35 WIB.

Sehari sebelum meninggal, Paus Fransiskus sempat muncul di Saint Peter's Square pada Minggu (20/4/2024) waktu setempat saat Paskah. Wafatnya Paus Fransiskus memicu masa berkabung besar di Vatikan dan seluruh umat Katolik dunia.

Hal ini juga menandai dimulainya proses pemilihan Paus yang baru yang akan menggantikan Paus Fransiskus. Paus baru akan ditentukan oleh Dewan Kardinal melalui Konklaf di Kapel Sistina, Vatikan, pada 15-20 hari setelah Paus sebelumnya meninggal dunia.

Kandidat Pengganti Paus Fransiskus

Misa akbar di Stadion Utama GBK
Misa akbar di Stadion Utama GBK (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/mrh/rwa)

Saat ini, terdapat beberapa kandidat kuat yang digadang-gadang akan menggantikan Paus Fransiskus. Berikut beberapa kandidat pengganti Paus Fransiskus.

1. Luis Antonio Tagle (Filipina)

Kardinal Luis Antonio Tagle, 67 tahun, dianggap sebagai kandidat kuat untuk melanjutkan Paus Fransiskus. Ia dikenal dekat dengan Paus Fransiskus dan mendukung agenda reformasi serta pendekatan inklusif dalam pelayanan Gereja.

Tagle adalah seorang advokat untuk inklusi dan evangelisasi. Ia memiliki pengalaman signifikan dalam memimpin Kongregasi untuk Evangelisasi Bangsa-Bangsa dan merupakan tokoh tepercaya dalam lingkaran dalam Paus Fransiskus.

Ia pernah menjabat sebagai kepala Kongregasi untuk Evangelisasi Umat dan dianggap representatif dari pertumbuhan Katolik di Asia, khususnya Filipina. Warisan Asia Tagle juga menjadikannya pilihan yang menarik, karena agama Katolik berkembang pesat di benua itu, khususnya di Filipina.

2. Pietro Parolin (Italia)

Kardinal Pietro Parolin, 70 tahun, adalah salah satu pejabat Vatikan yang paling berpengalaman. Ia telah memainkan peran utama dalam urusan diplomatik sebagai Menteri Luar Negeri Vatikan sejak 2013, termasuk negosiasi sensitif dengan pemerintah Cina dan Timur Tengah.

Parolin dipandang sebagai kandidat teologis moderat, seseorang yang dapat memberikan stabilitas sambil tetap mempertahankan beberapa reformasi Paus Fransiskus. Hubungannya yang erat dengan birokrasi Vatikan membuatnya menjadi pesaing kuat bagi mereka yang mendukung keberlanjutan.

Pietro Parolin dianggap cukup moderat secara teologis dan bisa menjadi pilihan kompromi antara kubu progresif dan konservatif.

3. Peter Turkson (Ghana)

Kandidat pengganti Paus Fransiskus selanjutnya adalah Kardinal Peter Turkson, 76 tahun. Ia adalah tokoh terkenal di kalangan keadilan sosial Gereja.

Sebagai mantan kepala Departemen untuk Mendorong Pembangunan Manusia Integral, Turkson dikenal vokal dalam isu-isu seperti perubahan iklim, kemiskinan, dan keadilan ekonomi. Pemilihan Turkson akan menandai momen bersejarah sebagai paus Afrika pertama dalam beberapa abad.

Paus Afrika terakhir adalah Paus Gelasius, yang menjabat dari tahun 492 hingga 496 M. Turkson lahir di Roma dari orang tua Afrika, Gelasius dikenal karena tulisan-tulisan teologisnya yang luas dan advokasi yang kuat untuk amal dan keadilan bagi kaum miskin.

4. Peter Erd (Hongaria)

Kardinal Peter Erd, 72 tahun adalah kandidat pengganti Paus Fransiskus selanjutnya. Ia dikenal sebagai konservatif terkemuka.

Sebagai sarjana hukum kanon yang disegani, Erd telah menjadi pendukung kuat ajaran dan doktrin Katolik tradisional. Sebelumnya, ia menjabat sebagai kepala Dewan Konferensi Uskup Eropa dan telah menekankan ortodoksi teologis.

Ia bisa membawa arah balik menuju konservatisme Yohanes Paulus II dan Benediktus XVI. Erd akan mewakili perubahan besar dari pendekatan Paus Fransiskus.

5. Angelo Scola (Italia)

Kardinal Angelo Scola, 82 tahun, adalah kandidat lama untuk jabatan paus. Ia termasuk di antara kandidat favorit dalam konklaf 2013 yang akhirnya memilih Paus Fransiskus.

Scola adalah mantan Uskup Agung Milan yang memiliki akar teologis yang dalam. Ia adalah kandidat pengganti Paus Fransiskus yang mendukung Gereja yang lebih tersentralisasi dan hierarkis.

Sikap tradisionalisnya menjadikannya kandidat kuat bagi mereka yang ingin menjauh dari reformasi Paus Fransiskus.

Itulah kandidat kuat yang digadang-gadang akan menggantikan Paus Fransiskus. Nantinya, Dewan Kardinal akan bersidang untuk mengadakan proses rahasia pemilihan Paus baru yang dikenal sebagai konklaf.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan