5 Contoh Kultum Singkat Tentang Adab Berbicara Lengkap dengan Dalilnya
Di Indonesia, bulan Ramadhan biasanya diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan. Salah satunya yaitu kultum atau kuliah tujuh menit yang merupakan kegiatan ceramah singkat dalam waktu terbatas yang umumnya disampaikan oleh seorang ustadz atau kyai.
Adapun kegiatan kultum ini biasanya dilakukan setelah sholat subuh atau sholat tarawih selama bulan Ramadhan.
Ada berbagai tema yang bisa disampaikan dalam kultum. Salah satunya yaitu tentang adab berbicara yang sangat ditetankan dalam ajaran agama Islam dan telah disampaikan dalam berbagai ayat dan hadis.
Berikut di bawah ini beberapa contoh kultum singkat tentang adab berbicara lengkap dengan dalilnya yang bisa dijadikan sebagai referensi.
Contoh Kultum Singkat Tentang Adab Berbicara
Berikut ini lima contoh kultum singkat dari berbagai sumber lengkap dengan dalilnya sebagai referensi bila ingin mengangkat tema adab berbicara dalam kultum yang akan disampaikan.
Contoh Kultum Singkat Tentang Adab Berbicara (1)
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Puji syukur kehadirat Allah telah melimpahkan rahmat-Nya, sehingga kita dapat berkumpul pada acara ini dengan sehat walafiat. Tema pada kultum kali ini adalah adab berbicara kepada orang lain. Seperti halnya yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW tentang pentingnya menjaga adab berbicara.
Pertama, kita sebagai umat muslim harus menjaga lisan dengan sungguh-sungguh. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits.
"Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan suatu kalimat yang dia tidak pikirkan dahulu, Dia akan menggelincirkan ke dalam neraka lebih jauh dari apa-apa di antara timur." (HR Bukhari, Muslim, dan Ahmad)
Kemudian, dalam Islam dianjurkan untuk berkata yang baik, jika tidak bisa maka diam saja. Dengan begitu, lisan akan tercegah dari membicarakan hal yang tidak pantas.
Beberapa hadist juga telah menjelaskan bahwa muslim dianjurkan untuk sedikit berbicara, terutama jika banyak mudharatnya. Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya Allah mengharamkan kalian dari durhaka kepada orang tua, mengharamkan bakhil dan rakus, memakruhkan katanya dan katanya (isu), banyak bertanya, dan menghamburkan harta." (HR Bukhari)
Demikianlah kultum yang dapat saya sampaikan. Semoga, kita kelak termasuk dalam golongan yang menjaga lisan masing-masing. Bila ada kurang lebihnya saya mohon maaf. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Contoh Kultum Singkat Tentang Adab Berbicara (2)
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Bismillaahirrahmaanirrahiim..
الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِينَ وَعَلىَ آلِهِ وَأَصَحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ اِلَى يَومِ الدِّينِ، أَمَّا بَعْدُ
Segala puji hanya kepada Allah Swt. Selawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw. serta keluarga, sahabat, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari akhir. Amma ba'du...
Hadirin kaum muslimin yang saya cintai...
Alhamdulillah kita dapat berkumpul dalam barisan salat Subuh berjamaah di Masjid Raya ini dalam keadaan sehat dan insyaaAllah sehat serta bahagia selalu menyertai kita. Tak lupa kita selalu mohonkan pada Allah kesempatan untuk berbuat baik. Pada kesempatan berbahagia ini, saya akan menyampaikan kultum singkat bertema “Adab Berbicara”.
Saudara yang berbahagia...
Pernahkah kita hilang kendali atas lisan kita saat marah? Tentunya kita memahami bahwa saat marah, Setan akan lebih mudah menguasai diri. Salah satunya melalui lisan. Apa yang akan terjadi? Lisan kita akan menjadi belati yang bisa menusuk hati orang lain.
Padahal Allah dan Rasul-Nya telah memerintahkan umat Islam untuk menjaga lisan. Semua ini terangkum dalam adab berbicara atau menjaga lisan. Sungguh mulia ajaran Islam yang menata setiap inci kehidupan umatnya dengan cara yang begitu arif. Tugas umat muslim tak lain adalah mengikuti setiap petunjuk yang Allah dan Rasul-Nya berikan. Adakah petunjuk lain yang dapat kita ikuti? Tentu tak ada.
Menjaga lisan dalam Islam ialah menjaga supaya tidak mengatakan sesuatu yang tidak baik, juga menghindari ucapan yang tidak bermanfaat. Islam menegaskan umatnya untuk senantiasa menjaga lisannya dengan baik. Sungguh beruntung umat Islam, urusannya akan selalu berkaitan dengan hal baik. Begitulah sejatinya seorang muslim.
Lisan akan menjadi saksi di hari akhir kelak atas apa pun yang kita lakukan selama di dunia. Sebagaimana Allah tegaskan dalam QS. An-Nur: 24 berikut.
يَّوۡمَ تَشۡهَدُ عَلَيۡهِمۡ اَلۡسِنَـتُهُمۡ وَاَيۡدِيۡهِمۡ وَاَرۡجُلُهُمۡ بِمَا كَانُوۡا يَعۡمَلُوۡنَ
"Pada hari [ketika] lidah, tangan, dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan."
Sudah jelas dalam ayat tersebut bahwa lidah, tangan, dan kaki akan menjadi saksi atas kita. Begitu juga dengan bunyi hadis berikut:
“Jika manusia berada pada waktu pagi, maka semua anggota badannya menyalahkan lisan. Mereka berkata, 'Wahai lisan, bertakwalah kepada Allah dalam urusan kami karena sesungguhnya kami tergantung pada dirimu, Jika kamu bersikap lurus, maka kami pun akan lurus. Namun jika engkau menyimpang, maka kami pun akan menyimpang,'" (H.R. Tirmidzi, shahih).
Kedua dalil tersebut mengingatkan kita untuk senantiasa berhati-hati dalam berbuat dan berbicara karena semua yang ada dalam diri kita akan menjadi atas kita pada hari akhir.
Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah...
Perintah menjaga lisan juga disampaikan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah. "Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam; barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia menghormati tetangganya; barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya."(H.R. Bukhari dan Muslim).
Perhatikan Saudaraku, dalam hadis tadi pilihannya hanya ada dua, berkata baik atau diam. Jika kita tak bisa berkata baik, maka kita diperintahkan diam. Tak ada pilihan untuk berkata tidak baik dalam hadis tersebut. Rasul telah menegaskannya secara baik bahwa perkataan baik jelas lebih diutamakan.
Saudara seiman yang saya cintai...
Setiap petunjuk yang Allah dan Rasul sampaikan sudah sepantasnya kita indahkan, kita jadikan pedoman hidup. Jangan sampai tidak. Oleh karena itu, marilah kita selalu mawas diri dengan perbuatan dan ucapan kita. Saat ini kita dipertemukan dengan bulan Ramadhan, mengapa tidak kita manfaatkan kesempatan ini untuk banyak berbuat baik? Marilah kita berusaha sekeras mungkin untuk meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat.
Demikianlah Saudara yang dapat saya sampaikan. Semoga kita bisa mengambil baiknya dan meninggalkan keburukan apa pun yang ada dalam kesempatan ini. Semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik, dan dapat melaksanakan puasa Ramadan 2024 dengan khusyuk. Aaamiin aamiin.
Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Contoh Kultum Singkat Tentang Adab Berbicara (3)
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Alhamdulillah, kita bersyukur atas nikmat yang Allah berikan hingga hari ini. Shalawat dan salam mari kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW, teladan terbaik dalam kehidupan, termasuk dalam hal berbicara.
Pada kultum singkat kali ini, saya ingin mengangkat tema kultum singkat tentang adab berbicara, karena lisan kita sangat besar pengaruhnya terhadap amal dan akhlak kita.
Hadirin sekalian,
Tahukah kita bahwa satu kata saja bisa menyelamatkan seseorang dari neraka, dan satu kata pula bisa menjerumuskannya ke dalamnya?
Allah SWT berfirman dalam Surah Qaf ayat 18:
“Tidak ada suatu kata pun yang diucapkannya, melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.”
Artinya, setiap kata yang keluar dari mulut kita tidak pernah luput dari pengawasan Allah. Maka, berhati-hatilah saat berbicara. Jangan sampai kita berkata bohong, menghina, mengolok-olok, atau menyebar fitnah.
Sebaliknya, biasakanlah berkata lembut, menyejukkan hati, dan memberi motivasi. Karena lisan yang baik bisa menguatkan iman orang lain dan menyatukan hati-hati yang tadinya berjauhan.
Saudaraku, mari kita jaga lisan, karena Rasulullah pun bersabda:
“Siapa yang dapat menjamin untukku antara dua rahangnya (lisan), dan antara dua kakinya (kemaluannya), maka aku akan menjamin untuknya surga.” (HR. Bukhari)
Semoga kita menjadi pribadi yang santun dalam bicara dan diridhai Allah dalam setiap kata-kata kita.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Contoh Kultum Singkat Tentang Adab Berbicara (4)
Assallamuallaikum Warohmatulloh Wabarokatuh,
Jemaah yang berbahagia, adab merupakan hal yang diperhatikan dalam Islam. Ada pepatah Arab yang mengatakan, "Keselamatan manusia terletak dalam menjaga lisannya."
Dalam kesempatan yang begitu istimewa ini, izinkan kami untuk menyampaikan kultum singkat tentang adab berbicara. Jemaah yang dimuliakan Allah, pepatah Arab tadi mengingatkan kita akan pentingnya menjaga lisan, menjadi insan beradab.
Perkataan yang baik merupakan perbuatan terpuji. Bahkan, bisa mendatangkan kebaikan dan meninggikan derajat, baik di sisi Allah Ta'ala maupun di tengah manusia.
Jemaah yang dimuliakan Allah, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam."
Dalam surah Al Hajj ayat 24, Allah Ta'ala berfirman, "Dan mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan yang baik dan ditunjuki (pula) kepada jalan (Allah) yang terpuji."
Selanjutnya, dalam surah Al Ahzab ayat 70, Allah Ta'ala berfirman, "Wahai orang-orang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar."
Selain itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga mengungkapkan, pertanda orang munafik ada tiga, yakni bila berbicara berdusta, bila berjanji mengingkari, dan bila dipercaya dia malah berkhianat.
Dalam surah Thaha ayat 44, Allah Ta'ala bahkan memerintahkan kita untuk berbicara yang lemah lembut.
Jemaah yang dimuliakan Allah, itulah beberapa dalil yang menunjukkan tentang adab dalam berbicara. Oleh sebab itu, mari kita saling mengingatkan. Semoga, apa yang kita upayakan Allah Ta'ala berikan keberkahan.
Semoga, kita dikaruniai akhlak terpuji, bisa menjaga lisan, bisa menerapkan adab berbicara.
Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu an laa ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaik. Wassallamuallaikum warahmatullah wabarokatuh.
Contoh Kultum Singkat Tentang Adab Berbicara (5)
Assalamu’alaikum Wr Wb.
Pertama-tama dan yang utama, marilah kita haturkan puji dan syukur kehadirat Allah Azza wa Jalla yang telah melimpahkan rahmat serta hidayahnya kepada kita semua, sehingga di waktu luang dan kesempatan yang baik ini, kita masih dapat bertemu dalam keadaan sehat walafiat.
Tak lupa pula sholawat dan salam kita haturkan kepada suri tauladan kita Nabi besar Nabi Agung Muhammad SAW.
Hadirin yang semoga selalu dirahmati oleh Allah SWT.
Pada kesempatan kali ini, saya akan menyampaikan sebuah kultum singkat tentang adab berbicara.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah SAW telah bersabda, cukuplah menjadi sebuah dosa bagi seseorang yakni jika ia membicarakan semua apa yang telah ia dengar.
Sejatinya, apa yang kita dengar tidak selalu hal baik. Terkadang, kita mendengar aib orang lain, kejelekan orang lain, kesedihan orang lain, maupun kebahagiaan orang lain.
Meskipun kita mendengar semuanya, alangkah baiknya untuk menyimpan dan merahasiakannya. Janganlah kita membicarakan kejelekan dan keburukan orang lain .
Kemudian, dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Majah, Rasulullah SAW telah bersabda, termasuk sebuah kebaikan Islamnya seseorang yakni ketika meninggalkan sesuatu yang tidak berguna.
Pada hadits ini, kita dianjurkan untuk membicarakan hal yang baik saja. Begitu pula sebaliknya, jangan membicarakan hal-hal yang tidak berguna.
Lebih baik kita diam daripada membicarakan hal-hal yang tidak berguna bahkan sampai merugikan.
Salah satu adab berbicara lainnya yang tak kalah penting untuk selalu kita ingat yakni berbicara dengan menggunakan suara yang pelan dan bisa didengar. Adab berbicara yang sopan, tidak terlalu keras dan juga tidak terlalu pelan.
Saat berbicara dengan orang lain, hendaknya mengungkapkan maksud dan tujuan dengan jelas, sehingga perkataan kita bisa dipahami. Jangan berbicara seperti dibuat-buat, dipaksakan apalagi berbohong.
Sebab, kebohongan yang keluar dari mulut kita, dari situlah awal munculnya ketidak percayaan orang lain terhadap kita.
Berbicaralah yang jujur. Rasulullah SAW mencontohkan kepada kita untuk selalu berkata jujur.
Perkataan yang jujur, dapat menunjukkan tingkat keislaman seseorang. Untuk itulah, sudah seharusnya kita jujur dalam setiap perkataan maupun candaan sekalipun.
Adab berbicara selanjutnya yakni tidak memotong pembicaraan orang lain. Orang yang suka memotong pembicaraan orang lain, maka ia telah menunjukkan sikap tidak sopan dan egois.
Ketika ada seseorang yang berbicara kepada kita, dengarkan dengan penuh semangat dan tunggulah sampai pembicaraan orang tersebut selesai. Dengan begitu, orang yang menjadi lawan bicara kita akan merasa dihargai.
Hadirin yang semoga selalu mendapatkan perlindungan dari Allah SWT.
Dari kultum yang telah disampaikan, dapat kita ambil garis besarnya, setidaknya ada lima adab berbicara yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
- Tidak membicarakan semua yang kita dengar.
- Berbicara hal-hal yang baik.
- Berbicara dengan suara yang pelan, tidak terlalu keras, dan tidak dipaksakan
- Selalu berkata jujur.
- Tidak memotong pembicaraan orang lain.
Demikianlah kultum singkat tentang adab berbicara yang bisa saya sampaikan. Apabila terdapat kekurangan maupun kesalahan saya mohon maaf.
Semoga apa yang saya sampaikan bermanfaat, khususnya bagi diri saya pribadi, dan umumnya bagi hadirin sekalian.
Wassalamu’alaikum Wr Wb.
Itulah lima contoh kultum singkat tentang adab berbicara lengkap dengan dalilnya yang bisa dijadikan sebagai referensi.


