7 Kultum Tarawih Ramadhan tentang Nuzulul Quran 2026
Malam Nuzulul Quran diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan di malam hari. Pada malam yang penuh kemuliaan ini, Al Quran pertama kali diturunkan sebagai pedoman hidup bagi umat manusia.
Pada tahun ini, Malam Nuzulul Quran atau 17 Ramadan jatuh pada 6 atau 7 Maret 2026. Malam Nuzulul Quran dapat diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan yang bermanfaat, salah satunya menyampaikan kultum tawarih dari pemuka agama dan pendakwah.
Kultum tarawih Ramadhan tentang Nuzulul Quran tidak hanya mengupas sejarah turunnya Al Quran, tetapi juga membahas bagaimana kandungan Al Quran dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini beberapa contoh kultum tarawih Ramadhan tentang Nuzulul Quran 2026 yang bisa jadi referensi.
Kultum Tarawih Ramadhan tentang Nuzulul Quran 2026
Berikut beberapa contoh kultum tarawih Ramadhan Nuzulul Quran 2026 yang bisa jadi referensi.
1. Contoh Kultum Tarawih Ramadhan tentang Nuzulul Quran: Peristiwa Nuzulul Quran dan Keutamaannya
Hadirin yang dimuliakan Allah SWT
Nuzulul Quran merupakan peristiwa yang terjadi di bulan Ramadhan, momen di mana Al Quran pertama kali diturunkan. Nuzulul Quran diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan atau tahun ini bertepatan dengan 28 Maret 2024.
Dalam Surat Al Baqarah ayat 185, Al Quran diturunkan saat bulan Ramadhan sebagai petunjuk dan penuntun bagi umat Islam.
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ
Yang artinya, Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).
Dalam ayat itu dijelaskan bahwa Al Quran diturunkan di bulan Ramadhan untuk memberikan petunjuk dan penjelasan kepada manusia tentang semua aturan dan petunjuk di dunia. Al-Quran juga sebagai tuntunan untuk membedakan mana barang yang haq dan yang batil.
Memperingati Nuzulul Quran dapat dilakukan dengan banyak hal. Contohnya, kita bisa mendatangkan para kiai maupun Mubaligh untuk memberikan ceramah. Atau juga bisa dengan tilawah.
Dengan tilawah, kita bisa mengagungkan Al Quran. Konsep membaca disertai lagu yang terdengar merdu bisa menyentuh hati siapa saja, sebagaimana sabda Rasulullah Saw yang diriwayatkan oleh Abu Dawud,
زَيِّنُوا الْقُرْآنَ بِأَصْوَاتِكُمْ
yang artinya, Hiasilah Al Quran dengan suara-suara kalian (HR. Abu Dawud).
Keutamaan Al Quran yang sangat hebat juga memberikan syafaat bagi yang membacanya. Bagi yang membaca Al Quran tetapi sebelumnya tanpa berwudu maka tetap akan mendapatkan pahala.
Setiap 1 huruf, dilipatgandakan menjadi 10. Sementara jika kita membacanya dalam kondisi berwudu, maka 1 huruf itu dilipatgandakan menjadi 15.
Istimewanya lagi, pada saat bulan Ramadhan, membaca 1 huruf, pahalanya dilipatgandakan menjadi 10 hingga 700 kali lipat. Ungkapan tersebut didukung oleh hadis yang diriwayatkan oleh Muslim.
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ
Artinya : "Setiap amal anak Adam akan dilipatgandakan, satu kebajikan dilipatgandakan menjadi 10 sampai 700 kali lipat." (HR. Muslim).
Demikian peristiwa Nuzulul Quran dan keutamaannya. Semoga kita tidak melewatkan momen Nuzulul Quran dan meraih keutamaannya.
2. Contoh Kultum Tarawih Ramadhan tentang Nuzulul Quran: Waktunya Menghidupkan Al Quran dalam Kehidupan
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Saudara-saudara sekalian, malam Nuzulul Quran adalah pengingat bahwa Allah Swt telah menurunkan pedoman terbaik bagi kita. Namun, apakah kita sudah menjadikannya sebagai petunjuk hidup?
Sering kali, kita hanya membaca Al Quran saat Ramadhan, tanpa memahami atau mengamalkan isinya. Padahal, Allah Swt berfirman dalam Surah Sad ayat 29:
"Al Quran adalah kitab yang Kami turunkan kepadamu yang penuh berkah agar mereka mentadaburi ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran."
Tidakkah kita ingin mendapatkan keberkahan dari Al Quran? Mari kita mulai dengan langkah kecil: membaca satu ayat setiap hari, memahami maknanya, dan berusaha mengamalkannya dalam kehidupan. Jika kita istikamah, hidup kita akan penuh dengan keberkahan dan ketenangan.
Nuzulul Quran bukan sekadar peringatan, tetapi ajakan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai Al Quran dalam kehidupan kita. Jangan biarkan Al Quran hanya menjadi hiasan di rak atau sekadar bacaan tanpa makna. Mari kita jadikan ia sebagai petunjuk sejati dalam setiap langkah kehidupan kita.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
3. Contoh Kultum Tarawih Ramadhan tentang Nuzulul Quran: Hadiah Terbesar bagi Umat Manusia
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hadirin sekalian, malam ini kita memperingati peristiwa agung, yaitu Nuzulul Quran. Malam ketika firman Allah Swt turun sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia. Al-Quran bukan hanya bacaan, tetapi juga solusi atas segala persoalan kehidupan.
Bayangkan kehidupan sebelum Islam datang. Manusia hidup dalam kejahiliahan, tanpa pedoman yang jelas. Namun, dengan turunnya Al Quran, Allah Swt memberikan cahaya yang membimbing manusia kepada jalan yang benar. Allah Swt berfirman dalam Surah Al-Isra ayat 9:
"Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk ke jalan yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan."
Namun, bagaimana dengan kita hari ini? Apakah kita benar-benar menjadikan Al Quran sebagai petunjuk? Atau kita hanya membacanya tanpa memahami dan mengamalkannya? Jangan sampai kita menjadi umat yang jauh dari Al Quran, padahal petunjuk hidup sudah Allah Swt berikan.
Mari kita manfaatkan malam Nuzulul Quran ini sebagai momen untuk kembali mendekat kepada Al Quran. Membacanya dengan penuh tadabur, menghayati maknanya, dan yang terpenting, mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
4. Contoh Kultum Tarawih Ramadhan tentang Nuzulul Quran: Memaknai Nuzulul Quran
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Dalam momen yang penuh berkah ini, marilah kita mengenang Nuzulul Quran, ketika Al-Quran mulia turun kepada Nabi Muhammad SAW. Nuzulul Quran bukan hanya sekadar peristiwa sejarah, tetapi juga membawa pesan dan hikmah yang mendalam bagi umat Islam.
Nuzulul Quran mengajarkan kita tentang pentingnya Al-Qur'an sebagai petunjuk hidup yang memberikan cahaya dalam kegelapan. Al-Qur'an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk dipahami, diamalkan, dan disebarkan kepada seluruh umat manusia.
Dalam setiap ayat Al-Qur'an terdapat kearifan dan petunjuk yang dapat membimbing kita dalam menjalani kehidupan dengan baik. Kita diajak untuk merenungkan makna ayat-ayat Al-Qur'an, memperdalam pemahaman tentang ajaran Islam, dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Nuzulul Quran juga mengingatkan tentang pentingnya menjaga dan menyebarkan kebenaran. Sebagaimana Al-Qur'an turun sebagai rahmat bagi seluruh alam, kita sebagai umat Islam juga diamanahkan untuk menjadi rahmat bagi semua makhluk dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran.
Semoga dengan memperingati Nuzulul Quran, kita semakin termotivasi untuk menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman utama dalam hidup, menjaga kebenaran, dan menjadi pelopor kebaikan bagi semua.
Mari kita tingkatkan kualitas ibadah, bacaan Al-Qur'an, dan amal saleh selama bulan Ramadan ini.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
5. Contoh Kultum Tarawih Ramadhan tentang Nuzulul Quran: Hikmah Turunnya Al-Quran di Bulan Ramadhan
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahi rabbil 'alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, Islam, dan kesehatan, sehingga kita masih diberi kesempatan untuk melaksanakan ibadah di bulan suci Ramadhan ini. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Hadirin rahimakumullah,
Malam ini kita berada dalam bulan yang sangat mulia, bulan di mana Al-Quran diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia, yaitu bulan Ramadhan. Salah satu malam yang istimewa dalam bulan ini adalah malam Nuzulul Quran, yang diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan. Pada malam inilah wahyu pertama diturunkan kepada Rasulullah SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira.
Namun, ada satu pertanyaan yang sering muncul: mengapa kita memperingati Nuzulul Quran pada tanggal 17 Ramadhan, padahal ayat-ayat Al-Quran dan hadis Nabi menyebutkan bahwa Al-Quran diturunkan pada Lailatul Qadar, yang terjadi pada 10 malam terakhir Ramadhan?
Hadirin yang dirahmati Allah,
Untuk menjawab pertanyaan ini, para ulama telah memberikan penjelasan. Dalam tafsirnya, Imam At-Thabari menyatakan bahwa Al-Quran yang turun pada malam Lailatul Qadar adalah Al-Quran dalam bentuk utuh atau jumlatan wahidatan. Maksudnya, pada malam Lailatul Qadar, Al-Quran diturunkan dari Lauhul Mahfuz ke langit dunia secara keseluruhan.
Sedangkan pada tanggal 17 Ramadhan, diyakini sebagai awal mula turunnya wahyu dari langit dunia kepada Nabi Muhammad SAW, yang diturunkan secara berangsur-angsur selama 23 tahun. Inilah yang menjadi alasan mengapa kita memperingati Nuzulul Quran pada tanggal 17 Ramadhan.
Selain itu, penetapan tanggal 17 Ramadhan juga didasarkan pada peristiwa Perang Badar, yang terjadi pada tanggal yang sama. Dalam Surat Al-Anfal ayat 41, Allah SWT mengisahkan kemenangan umat Islam dalam perang tersebut. Perang Badar merupakan peristiwa besar yang membuktikan kebenaran ajaran Islam dan memperkokoh penyebaran Al-Quran sebagai pedoman hidup umat manusia.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Nuzulul Quran bukan sekadar peringatan seremonial semata. Lebih dari itu, malam ini menjadi momentum bagi kita untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Quran. Sebagai pedoman hidup, Al-Quran memberikan petunjuk dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam hubungan kita dengan Allah maupun dengan sesama manusia.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 185:
"Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia serta penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)."
Oleh karena itu, hendaknya kita tidak hanya membaca Al-Quran, tetapi juga berusaha memahami dan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari. Jangan sampai kita menjadi orang yang hanya memperingati turunnya Al-Quran, tetapi tidak menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Mari kita manfaatkan sisa Ramadhan ini dengan meningkatkan interaksi kita dengan Al-Quran. Perbanyak membaca, memahami, dan mengamalkan ajarannya. Semoga dengan demikian, kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang mendapatkan rahmat dan keberkahan dari Allah SWT.
Demikian kultum singkat ini, semoga bermanfaat bagi kita semua. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita agar selalu berada di jalan yang lurus. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
6. Contoh Kultum Tarawih Ramadhan tentang Nuzulul Quran: Sejarah Turunnya Al-Quran
Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita kesempatan untuk kembali bertemu di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Shalawat serta salam kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Malam ini, kita akan membahas tentang peristiwa agung yang sangat bersejarah dalam Islam, yaitu Nuzulul Quran. Peristiwa ini diperingati oleh umat Islam di berbagai belahan dunia, khususnya di Indonesia, pada tanggal 17 Ramadhan. Namun, mungkin ada sebagian dari kita yang bertanya, apa sebenarnya makna dari Nuzulul Quran? Dan bagaimana sejarahnya?
Secara bahasa, Nuzulul Quran berasal dari kata "nuzul" yang berarti turun dan "Al-Quran" yang merupakan wahyu Allah SWT. Namun, perlu kita pahami bahwa turunnya Al-Quran bukan dalam arti fisik seperti benda yang jatuh dari tempat tinggi ke rendah. Sebaliknya, menurut ulama tafsir seperti Jalaluddin al-Suyuthi, Nuzulul Quran berarti penyampaian wahyu dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril.
Nuzulul Quran juga menandai peristiwa besar lainnya, yaitu peresmian Nabi Muhammad SAW sebagai rasul terakhir yang diutus untuk menyampaikan risalah Islam kepada seluruh umat manusia.
Terkait kapan persisnya Al-Quran diturunkan, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Sebagian berpendapat bahwa peristiwa ini terjadi pada 17 Ramadhan, sementara yang lain berpendapat pada 24 Ramadhan. Dalam Al-Quran sendiri, Allah SWT telah memberikan isyarat tentang turunnya Al-Quran, di antaranya dalam surat Al-Qadr, surat Al-Baqarah ayat 185, dan surat Ad-Dukhan ayat 3.
Ketiga ayat ini menunjukkan bahwa Al-Quran diturunkan pada malam yang penuh keberkahan, yaitu malam Lailatul Qadar. Pendapat ini didukung oleh ulama besar seperti Ibnu 'Asyur, al-Qurthubi, dan ath-Thabari. Dengan demikian, meskipun terdapat perbedaan pendapat mengenai tanggal pastinya, para ulama sepakat bahwa Nuzulul Quran adalah malam yang penuh kemuliaan.
Jamaah sekalian,
Menurut Syekh Manna al-Qaththan dalam kitabnya Mabâhits fî Ulûm al-Quran, Al-Quran diturunkan dalam dua tahap:
Pertama, Al-Quran diturunkan secara sekaligus dari Lauh Mahfuzh ke Baitul 'Izzah di langit dunia pada malam Lailatul Qadar. Hal ini ditegaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 185:
"Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil)..."
Dalam ayat ini, Allah menggunakan kata inzal yang berarti turunnya sesuatu secara sekaligus.
Kedua, setelah diturunkan ke langit dunia, Al-Quran kemudian diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril selama 23 tahun. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Jatsiyah ayat 2:
"Diturunkannya Kitab (Al-Quran) ini (berasal) dari Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana."
Dalam ayat ini, Allah menggunakan kata tanzil, yang menunjukkan proses turunnya Al-Quran secara berangsur-angsur.
Tahapan ini memiliki hikmah yang sangat besar. Dengan turunnya Al-Quran secara bertahap, umat Islam dapat lebih mudah memahami dan mengamalkan ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya. Selain itu, proses ini juga berfungsi sebagai penguatan hati bagi Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi berbagai ujian dan tantangan dalam berdakwah.
Meskipun terdapat perbedaan pendapat mengenai waktu turunnya Al-Quran, hal ini tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan di antara kita. Sebaliknya, kita harus memanfaatkan setiap hari di bulan Ramadhan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Semoga kita semua termasuk dalam golongan orang-orang yang senantiasa menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup dan mendapatkan keberkahan di bulan yang mulia ini. Aamiin ya Rabbal 'alamin. Wallahu a'lam bish-shawab.
7. Contoh Kultum Tarawih Ramadhan tentang Nuzulul Quran: Merenungkan Nuzulul Quran
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Pada bulan Ramadan yang penuh berkah ini, mari kita mengenang dan merenungkan Nuzulul Quran, peristiwa turunnya Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi umat manusia.
Al-Qur'an bukanlah sekadar kumpulan kata-kata, tetapi merupakan panduan hidup yang penuh hikmah dan kebenaran. Dalam setiap ayat Al-Qur'an terkandung petunjuk dan pedoman untuk menjalani kehidupan dengan penuh kebenaran, keadilan, dan kasih sayang.
Nuzulul Quran mengingatkan kita untuk selalu merujuk kepada Al-Qur'an sebagai sumber inspirasi dan solusi dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Momen Nuzulul Quran juga menegaskan pentingnya meningkatkan pemahaman dan pengamalan terhadap Al-Qur'an. Bukan hanya sekadar membaca, tetapi juga memahami maknanya, menghayati ajarannya, dan mengaplikasikannya dalam tindakan nyata untuk kebaikan diri sendiri dan sesama.
Al-Qur'an juga mengajarkan nilai-nilai toleransi, perdamaian, dan persaudaraan antarumat beragama. Dengan memahami dan mengamalkan ajaran Al-Qur'an, kita dapat menjadi agen perubahan positif dalam masyarakat dan membawa dampak baik bagi seluruh umat manusia.
Mari kita manfaatkan bulan Ramadan ini sebagai momentum untuk mendekatkan diri kepada Al-Qur'an, meningkatkan kualitas ibadah dan amal saleh, serta menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman utama dalam menjalani kehidupan yang berarti dan bermakna.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Itulah tujuh contoh kultum tarawih Ramadhan Nuzulul Quran 2026 yang bisa jadi referensi.

