40 Pantun Menyindir Musuh, Auto Kena Mental

Destiara Anggita Putri
4 Februari 2025, 19:01
Pantun Menyindir Musuh
Freepik
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Setiap orang pastinya pernah berkonflik dengan seseorang yang akhirnya menimbulkan rasa kesal atau jengkel dalam diri. Jika terus dipendam, hal ini lama-kelamaan akan membuat diri sendiri merasa stress dan frustasi. 

Maka dari itu, jika sedang bermusuhan dengan seseorang, menyampaikan pantun sebagai bentuk sindiran bisa dilakukan untuk melampiaskan kekesalan dan amarahm tanpa harus mengeluarkan banyak emosi.

Tidak hanya untuk melampiaskan emosi, menyampaikan pantun yang berisi kata-kata sindiran juga bisa menjadi cara yang elegan untuk membuat musuh auto kena mental.

Berikut di bawah ini kumpulan pantun menyindir musuh yang bisa disampaikan bila ingin membuat mush auto kena mental.

Pantun Menyindir Musuh 

Berikut ini 40 pantun menyindir yang bisa disampaikan kepada musuh karena berisi kata-kata menohok yang bisa membuat kena mental.

Pantun Menyindir Musuh
Pantun Menyindir Musuh (Pexels)

1. Jalan di desa banyak belokan

Pergi ke sana naik angkutan

Percuma saja main keroyokan

Itu namanya tidak jantan.

2. Kereta kuda boleh disewa

Namun jangan ke rawa-rawa

Jangan penah bersikap jumawa

Karena kelak bikin kecewa.

3. Ke Semarang sama masinis

Di perjalanan melihat gadis

Ada orang bibirnya manis

Namun omongnya kelewat sadis.

4. Banyak gajah di Pulau Bacan

Tidurnya tengadah himpit-himpitan

Gayanya gagah seperti macan

Rupanya hanya kucing penyakitan.

5. Pohon jati di sebelah kiri

Daunnya jatuh dibawa petani

Teman sejati susah dicari

Teman palsu banyak di sini.

6. Obat tabib sangat manjur

Badan sakit ditutup selimut

Kusangka teman yang jujur

Rupanya musuh dalam selimut

7. Sudah sering baca koran

Kalau beli koran pagi

Sudah banyak pengorbanan

Tidak satu pun kau hargai

8. Lagu lama lagu keroncong

Kalau sekarang trennya dangdutan

Belum kaya sudah sombong

Nanti kaya lupa daratan

9. Kau rajut tali-temali

Hanya untuk gantung diri

Dasar kamu cewek genit

Tidak punya harga diri

10. Jalan-jalan ke Kota Semarang

Terlihat gabus di dalam keranjang

Saya heran tengok gadis saat ini

Body tak bagus, pakai baju jarang

11. Pagi hari makan bawang

Terlihat ular berkelat kelit

Terlalu sering meminjam uang

Giliran dipinjam sungguh pelit

12. Hidup bahagia dengan iman

Nafsu maksiat dapat terhalang

Bagaimana bisa disebut teman

Dia menusuk dari belakang

13. Raja rela membangun satu dinasti

Jangan pernah ada yang mencelakai

Lain di mulut lain di hati

Berteman hanya bisa melukai

14. Obat tabib terkenal manjur

Kaki sakit ditutup selimut

Kusangka kamu teman yang jujur

Rupanya kamu musuh dalam selimut

15. Dahulu elok cantik gulita

Indah seperti bunga taman

Daripada kehilangan bahagia

Lebih baik aku kehilangan teman

16. Sakit gigi minum obat

Jangan buang dalam longkang

Ku sangka dia sahabat

Rupanya menusuk dari belakang

17. Pisau tajam mengenai kaki

Darah mengalir ke lantai

Lain di mulut lain di hati

Berteman hanya melukai

18. Hidup bahagia karena iman

Nafsu maksiat akan terkekang

Bagaimana disebut teman

Dia menusuk dari belakang

19. Jalan-jalan ke negeri Yaman

Keliling kota naik unta

Di depan ngakunya teman

Di belakang kita dicerita

20. Kucing anggora bulunya lebat

Sangat suka memakan donat

Aku kira orang yang hebat

Tapi rupanya hanya pengkhianat

Pantun Kena Mental
Pantun Menyindir Musuh  (Pexels)

21. Hidup bahagia dengan iman

Nafsu maksiat dapat terhalang

Bagaimana bisa disebut teman

Dia menusuk dari belakang.

22. Naik kereta berjumpa masinis

Duduk bersama dengan pianis

Dari depan terlihat manis

Dari belakang ternyata sinis.

23. Ke hutan lebat petik pepaya

Nenek ke sana pakai kebaya

Ada seseorang paling dipercaya

Ternyata aslinya sejahat buaya.

24. Melompat-lompat seekor kera

Sambil membawa sebuah bendera

Ngaku-ngakunya jadi saudara

Ternyata hanya berpura-pura.

25. Toris datang berambut pirang

Sambil membawa sebilah parang

Buat musuh yang main curang

Sangat hebat dalam mengarang.

26. Pohon kelapa tak ada ranting,

Duannya dipotong memakai gunting.

Untuk apa berdebat tak penting,

Dengan orang yang berpikiran sinting.

27. Hewan marmut terlihat imut,

Makan buah yang rasanya kecut.

Ada musuh dalam selimut,

Hanya mampu jadi pengecut.

28. Melompat-lompat seekor kera,

Sambil membawa sebuah bendera.

Ngaku-ngakunya jadi saudara,

Ternyata hanya berpura-pura.

29. Enak sekali rasa kue ketan,

Ketan berasal dari ladang selatan.

Kenapa dia mengaku teman,

Tetapi suka melakukan pengkhianatan.

30. Bunga melati baunya harum.

Tumbuhnya di atas perbukitan.

Mulut besar pandai mengaum,

Sekali disentak dia gemetaran.

31. Terkena hujan, bajunya lusuh

Dipeluk sama pengasuh

Untuk yang merasa jadi musuh

Jangan pengecut membuat rusuh.

32. Naik kereta di sopir masinis

Di perjalanan melihat gadis

Ada orang bibirnya manis

Tetapi omongnya kelewat sadis.

33. Artis idola memang tenar

Sering hadir di konser besar

Jika memang merasa benar

Beri bukti, jangan hanya koar-koar.

34. Penyu muncul tidak punya cangkang

Pergi jauh mengejar udang

Untuk yang nusuk dari belakang

Kamu itu hanyalah pecundang.

35. Banyak kecebong di pinggir jala

Ada juga anak ikan nila

Jangan sombong mempunyai harta

Bisa-bisa jatuh menderita

36. Sungguh enak kue bakpia

Dinikmati di sore hari

Bila senang sama dia

Bila susah datang ke mari

37. Ke toko bangunan beli paku

Jangan lupa membawa palu

Dulu kamu yang mutusin aku

Sekarang kamu sendiri yang malu

38. Air sumur dalam timba

Hendak dibawa ke dalam hutan

Gaya seperti harimau rimba

Rupanya hanya kucing penyakitan

39. Kebanyakan micin jadi kalut

Lempar petasan macam orang bengis

Badan licin bagaikan belut

Punya alasan tak habis-habis

40. Tahan amarah karena diolok

Yang menjahati umpama benalu

Janganlah punya muka tembok

Tak punya hati dan malu

Demikian 40 pantun menyindir musuh yang bisa digunakan untuk membuatnya auto kena mental.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan