10 Contoh Cerita Liburan Lebaran Idul Fitri 2025 Singkat dan Menarik
Pemerintah menetapkan libur Lebaran Idul Fitri 2025 untuk anak sekolah akan berakhir pada 8 April 2025. Dengan demikian. pada 9 April 2025, semua murid akan kembali belajar di sekolah.
Stelah liburan Lebaran usai, siswa biasanya akan diberikan tugas untuk menuliskan cerita tentang pengalaman liburan mereka. Tema yang diminta biasanya meliputi pengalaman selama libur Hari Raya Idul Fitri yang dihabiskan bersama keluarga, seperti mudik, berkunjung ke rumah sanak saudara, kumpul keluarga, dan kegiatan seru atau tradisi saat Lebaran.
Dengan menuliskan pengalaman liburan ini, siswa dapat mengenang hal-hal berkesan dan melatih menulis cerita singkat. Namun, tak sedikit dari siswa yang merasa bingung bagaimana menulisnya.
Maka dari itu, berikut di bawah ini beberapa contoh cerita liburan Lebaran Idul Fitri 2025 singkat yang bisa disimak sebagai referensi.
Contoh Cerita Liburan Lebaran Idul Fitri 2025 Singkat
Berikut ini 10 contoh cerita liburan singkat selama Lebaran Idul Fitri 2025 yang bisa dijadikan sebagai referensi.
1. Libur Lebaran di Rumah Nenek
Liburan Idul Fitri tahun ini terasa sangat istimewa karena kami bisa berkumpul di rumah nenek. Pagi-pagi sekali, udara segar menyambut kami saat sampai di kampung halaman. Nenek yang mengenakan gamis hitam nan indah sudah menunggu di teras dengan senyum lebar. Kue-kue lebaran terlihat berjejer di meja ruang tamu dan siap untuk disantap.
Setelah saling bermaaf-maafan, kami berkumpul di ruang tamu. Tertawa bersama sambil mendengarkan cerita-cerita masa kecil nenek yang selalu membuat kami terpesona. Pemandangan hijau dari halaman belakang yang luas membuat suasana semakin nyaman. Siang harinya, kami menikmati teh hangat dan berbincang-bincang.
Sore harinya, kami mengadakan makan bersama. Nasi ketupat, opor ayam, rendang, dan sambal goreng hati yang dimasak nenek selalu menjadi favorit. Setiap suapan seakan membawa kebahagiaan tersendiri, penuh dengan kenangan masa lalu.
2. Lebaran Penuh Keberkahan
Selama libur Lebaran Idul Fitri, Aku sangat senang karena bisa merayakan Lebaran bersama keluarga di rumah. Pagi-pagi sekali, aku bangun dan bersiap untuk sholat Idul Fitri bersama ayah, ibu, dan kakakku. Kami pergi ke masjid terdekat dengan memakai baju baru berwarna serasi. Setelah sholat, kami saling bersalaman dan meminta maaf satu sama lain.
Setelah itu, ibu mengajakku untuk membagikan makanan ke tetangga terdekat. Aku membantu ibu memasukkan ketupat, opor ayam, dan rendang ke dalam kotak makan. Kami lalu berjalan dari rumah ke rumah, memberikan makanan sambil mengucapkan minal aidin wal faidzin. Aku merasa bahagia melihat senyum para tetangga yang menerima makanan dengan gembira.
Saat siang hari, banyak saudara yang datang ke rumah. Aku bersalaman dengan kakek, nenek, paman, dan tante. Setelah bersalam-salaman, aku mendapat uang THR dari mereka! Aku sangat senang dan langsung menghitungnya bersama kakakku. Namun, ibu mengingatkan agar sebagian uangnya ditabung.
Malam harinya, aku bermain kembang api bersama sepupu dan teman-teman di depan rumah. Langit terlihat indah dengan cahaya warna-warni dari kembang api kami. Rasanya Lebaran tahun ini sangat menyenangkan karena aku bisa berbagi dengan tetangga dan berkumpul bersama keluarga tercinta semua di rumah.
3. Dag Dig Dug Pengalaman Berkereta Pertama Kali
Hari Senin, aku dan keluarga bersiap ke stasiun untuk mudik Lebaran dengan menaiki Kereta Api kelas eksklusif. Hatiku berdebar, ini pertama kalinya aku naik kendaraan umum satu ini, rasa cemas dan antusias bercampur jadi satu.
Kereta kami dijadwalkan berangkat pada pukul 08.00 WIB pagi hari, kami sampai di stasiun pukul 07.30 WIB masih cukup waktu untuk mencetak tiket dan menunggu kereta datang. Setelah menunggu selama beberapa menit, akhirnya kereta tujuan Surabaya datang juga.
Gerbong kereta eksklusif yang aku naiki terletak di paling depan, jadi aku harus jalan cukup jauh dari tempat tunggu. Kereta pun akhirnya berangkat pukul 8 tepat, saat mulai jalan rasanya ternyata tidak seburuk itu, getaran gerbong tidak semengerikan yang aku bayangkan, kursinya juga nyaman, sepertinya aku akan ketagihan naik kereta!
4. Berkumpul dengan Keluarga Besar di Kampung Halaman
Setiap tahun, keluarga saya selalu berkumpul di kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama. Perjalanan mudik yang penuh dengan cerita dan tawa menjadi pengalaman yang tak terlupakan.
Saat tiba di rumah nenek, kami disambut dengan hidangan khas Lebaran, seperti ketupat, opor ayam, dan kue kering yang dibuat dengan penuh cinta oleh ibu dan nenek. Suasana rumah yang penuh dengan suara riang anak-anak, percakapan hangat orang dewasa, dan tawa membuat kami merasa sangat dekat satu sama lain.
Setelah shalat Idul Fitri, kami saling bermaaf-maafan dan berbagi kisah. Setiap anggota keluarga saling berbagi cerita tentang kehidupan mereka selama setahun terakhir. Ada yang baru saja lulus sekolah, ada yang baru punya anak, dan tentu saja, semua cerita itu mempererat hubungan antar anggota keluarga.
Momen seperti ini membuat saya merasa bersyukur bisa berkumpul dengan orang-orang yang saya sayangi. Kemudian sore harinya, kami melanjutkan tradisi bermain bersama, seperti bermain bola, layang-layang, atau sekadar duduk bersama di teras menikmati udara sore yang sejuk.
Bermain bersama saudara-saudara tentunya sangat berarti bagi saya, karena tidak setiap hari bisa merasakan kebersamaan seperti ini. Kehangatan keluarga besar ini menjadi kenangan indah yang selalu saya rindukan setiap kali Lebaran tiba.
5. Hari Pertama Lebaran
Pagi-pagi sekali aku terbangun dengan suara takbir di masjid yang menjadi pertanda bahwa Hari Raya Idulfitri 2025 telah tiba! Aku segera mandi dan berpakaian rapi untuk menunaikan ibadah salat Subuh.
Setelah salat, aku dan keluargaku bergegas menuju masjid untuk salat Idulfitri bersama dengan warga perumahan. Selama perjalanan aku membaca kalimat takbir.
Pada saat tiba di masjid, hanya ada beberapa jamaah yang baru datang. Aku pun lantas duduk di belakang imam bersama ayah.
Setelah menunggu 15 menit, salat Idulfitri akhirnya dimulai. Aku salat dengan tumaninah. Sesudah berdoa aku lantas pulang menuju rumah bersama keluargaku.
Sesampainya di rumah, aku lantas meminta maaf kepada kedua orang tua serta kedua kakakku. Aku meminta maaf kepada mereka karena selama ini suka jahil dan tidak menuruti perintahnya. Setelah selesai bermaaf-maafan, kami menikmati sarapan berupa rendang, opor ayam, ketupat dan sate buatan ibuku.
6. Berkemah di Tengah Perkebunan Teh
Liburan Lebaran kali ini kami memilih untuk staycation di Pangalengan, menikmati suasana tenang di tengah kebun teh yang hijau. Setibanya di sana, udara segar dan pemandangan kebun teh yang luas langsung menyambut kami.
Kami menginap di sebuah villa yang menghadap langsung ke kebun teh. Pagi-pagi, aku dan ayah berjalan santai menyusuri perkebunan, menikmati udara pagi yang sejuk sambil memetik daun teh bersama. Sedangkan kakak dan ibu menyiapkan makan yang dibawa dari rumah. Suasana sangat damai dan hijau membuat kami lupa akan keramaian kota.
Setelah makan siang dengan hidangan khas Lebaran, kami menikmati sore dengan duduk-duduk di teras, ngobrol ringan, dan menikmati secangkir teh panas. Malam harinya, kami berkumpul di sekitar api unggun, menikmati kebersamaan dan bercanda tawa.
Liburan di Pangalengan ini memberikan ketenangan yang kami butuhkan, serta kebahagiaan sederhana bersama keluarga di tengah alam yang indah. Meskipun staycation singkat, rasanya Lebaran kali ini sangat berkesan dan membawa kesegaran bagi pikiranku.
7. Meriahnya Kumpul Keluarga di Rumah
Idul Fitri kali ini keluargaku memutuskan untuk tidak mudik, tetapi momen tersebut tetap seru karena semua saudara akan datang ke rumah kami.
Beberapa hari sebelum Lebaran, keluarga kami cukup sibuk mempersiapkan segala macam kebutuhan untuk menyambut Idul Fitri. Lalu, di hari H kami sekeluarga memulai hari dengan pergi salat Idul Fitri berjamaah di masjid dekat rumah.
Setelah pulang dari masjid, tradisi keluarga kami di rumah adalah bersalaman dan saling memaafkan satu sama lain sambil berkumpul.
Kemudian pada siang harinya, rumahku mulai ramai dengan kedatangan paman, tante, dan sepupu-sepupuku lainnya. Kami makan bersama dan menikmati berbagai hidangan lezat seperti rendang, ketupat, sambal goreng ati, dan aneka kue-kue Lebaran.
Setelah itu, aku bermain dengan sepupuku sambil menikmati kue nastar dan kastengel. Malam harinya, kami bermain kembang api di halaman rumah. Suasana Lebaran kali ini terasa sangat menyenangkan dan penuh kebahagiaan bersama keluarga tercinta di rumah.
8. Gagal Naik Kereta, Akhirnya Dapat Pertolongan
Andi terburu-buru hendak ke stasiun. Kereta yang akan ditumpanginya berangkat dua jam lagi. Satu-satunya transportasi ke stasiun hanya ada bus pedesaan yang datangnya sering "ngaret".
Saat menunggu bus, di tepi jalan ada keluarga Hadi yang tampak kesal. Ban mobil mereka kempes dan Hadi tampak kesulitan mengganti dengan ban serep.
Andi yang paham tentang hal itu lalu turun tangan membantu. Tak terduga, bus yang dinantikannya telah lewat dan ia tidak mungkin mengejarnya. Andi memilih merampungkan penggantian ban.
Setelah berpamitan dengan Hadi, tak seberapa lama bus lainnya pun datang. Andi menaikinya menuju stasiun.
Setelah sampai di lokasi, Andi langsung berlari menuju pemeriksaan tiket. Nahas, Andi telat dan kereta telah berangkat satu menit yang lalu.
Andi lantas berjalan dengan langkah gontai keluar stasiun. Ia sedih gagal mudik ke kampung halaman.
Tiba-tiba ada suara keras memanggilnya dari seberang jalan. Orang yang berteriak adalah Hadi, orang yang telah ditolongnya. Ia bersama keluarganya ternyata sedang makan di restoran depan stasiun.
Andi lalu menghampiri Hadi dan menceritakan peristiwa yang menimpanya. Hadi tersenyum, lalu menawari Andi untuk ikut mobilnya. Hadi ternyata juga hendak menuju kota yang sama seperti tujuan Andi, yaitu Purwokerto.
Akhirnya, Andi dan keluarga Hadi mudik bersama dalam satu mobil. Dari kebersamaan itu, mereka lantas bersahabat hingga kini.
9. Tradisi Lebaran yang Mengharukan
Salah satu momen paling menyentuh selama Lebaran merupakan saat bermaaf-maafan dengan keluarga dan teman-teman. Setiap tahun, setelah shalat Idul Fitri, saya selalu memohon maaf kepada orang tua dan saudara-saudara.
Biasanya momen ini penuh dengan tangis haru, terutama saat meminta maaf atas segala kesalahan dan kelalaian yang mungkin terjadi selama setahun terakhir. Kami semua saling berpelukan, dan rasanya seperti beban yang berat hilang begitu saja.
Tidak hanya dilakukan dengan kata-kata, tetapi tradisi bermaaf-maafan juga dengan sikap yang tulus. Dalam setiap pelukan dan ucapan maaf, ada pengakuan akan pentingnya hubungan antar manusia dan saling memaafkan.
Hal ini merupakan momen yang selalu membuat saya merasa lebih dekat dengan orang-orang yang saya sayangi. Meski terkadang ada perasaan canggung, namun pada akhirnya, semua itu menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri.
Saat bermaaf-maafan, saya juga teringat akan arti Lebaran yang sebenarnya. Lebaran bukan hanya tentang pakaian baru atau makanan lezat, tetapi tentang memperbaiki hubungan, memaafkan kesalahan, dan memulai lembaran baru yang lebih baik. Tradisi ini mengajarkan saya tentang kerendahan hati, kebersamaan, dan pentingnya saling menghormati.
10. Liburan Keluarga Besar di Pantai
Tahun ini, saya, ayah, ibu, dan adik-adik, memutuskan untuk menghabiskan liburan Lebaran bersama keluarga besar di sebuah resort pantai di kawasan Anyer.
Ada beberapa generasi yang turut serta di liburan kali ini, mulai dari nenek kakek, pakde bude, om tante, hingga cucu-cucu kecilnya.
Kegiatan yang kami lakukan selama menikmati libur Lebaran sangat beragam. Mulai dari bermain pasir di pantai, berenang di kolam, olahraga air, hingga barbeque ikan segar di tepi laut saat matahari terbenam.
Momen kebersamaan yang hangat dan penuh tawa itu sungguh menjadi kenangan terindah Lebaran kami. Anak-anak kecil tampak begitu gembira, sementara generasi tua pun tampak berseri-seri.
Liburan bersama keluarga besar memang selalu jadi momen yang tak terlupakan dan selalu saya nantikan setiap tahunnya. Suasana bahagia dan harmonis itu akan selalu saya kenang setiap kali mengingat liburan Lebaran kali ini.
Demikian 10 contoh cerita liburan Lebaran Idul Fitri 2025 singkat dan menarik yang bisa dijadikan sebagai referensi.


