15 Rekomendasi Film Bioskop Mei 2025, Beragam Genre dan Pilihan
Pada bulan Mei 2025, pilihan film bioskop yang akan tayang sangat bervariasi, mencakup berbagai genre yang menarik. Tidak hanya film lokal, namun juga ada film-film terbaru dari Tanah Air mau pun internasional yang siap meramaikan layar lebar.
Beberapa dari film tersebut akan diputar terlebih dahulu di bioskop, memberi pengalaman eksklusif bagi penonton yang ingin menyaksikan film sebelum tersedia di platform streaming. Menonton film di bioskop memberikan kesempatan untuk menikmati film dengan pengalaman yang lebih mendalam.
Bagi sebagian orang, bioskop bukan sekadar tempat menonton film, tapi juga menjadi ajang untuk merasakan sensasi yang berbeda. Suasana bioskop yang lebih imersif, dengan layar besar dan audio surround, menciptakan pengalaman yang tak tergantikan.
Berikut ini rekomendasi film bioskop Mei 2025 yang lengkap dengan sinopsis singkatnya. Daftar film ini mencakup dari Tanah Air dan mancanegara. Selengkapnya, simak pembahasan di bawah ini.
Rekomendasi Film Bioskop Mei 2025
1. Thunderbolts (2 Mei)
Valentina Allegra de Fontaine, Direktur CIA yang terancam pemakzulan karena berbagai pelanggaran, mengirim Yelena, Walker, Ghost, dan Taskmaster ke markas rahasia untuk sebuah misi. Di lokasi itu, mereka dipaksa bertarung satu sama lain. Ghost membunuh Taskmaster, lalu pria misterius bernama Bob tiba-tiba muncul.
Bob memberi tahu mereka bahwa de Fontaine berniat memusnahkan mereka beserta bukti kejahatannya. Yelena, Walker, dan Ghost kabur saat Bob mengalihkan perhatian pasukan de Fontaine. Bob tetap tak terluka meski ditembaki, lalu terbang dan akhirnya jatuh kembali ke dalam kompleks.
2. MuMu: Unspoken Love (7 Mei)
MuMu, seorang anak berusia 7 tahun yang ceria, tumbuh di komunitas tunarungu yang penuh kasih bersama ayahnya, Xiao Ma. Kehidupan damai mereka terganggu ketika ibunya yang terasing, Xiao Jing, kembali, mendorong MuMu ke dunia pendengaran. Saat MuMu berjuang untuk terhubung, dia menemukan bahwa cinta dan komunikasi melampaui kata-kata.
Kehidupan MuMu mulai berubah ketika ibunya, Xiao Jing, muncul kembali setelah sekian lama tak pernah hadir. Sebagai seorang pendengar yang ambisius dan tidak lagi terhubung dengan dunia tunarungu, Xiao Jing membawa pandangan yang berbeda tentang masa depan putrinya. Ia meyakini bahwa Mu Mu seharusnya dibimbing menuju kehidupan yang “normal” menurut versinya—dengan suara, ucapan, dan teknologi bantu seperti alat pendengar serta terapi verbal.
3. Sayap-sayap Patah 2: Olivia (8 Mei)
Setelah kehilangan Adji, suami tercintanya, Olivia berjuang menjalani hidup sebagai orang tua tunggal. Bertahun-tahun berlalu, namun bayang-bayang masa lalu tetap membekas.
Untuk kembali menemukan makna dan arah, ia menerima posisi sebagai psikiater di rumah sakit jiwa militer. Di sana, ia menangani para tentara dengan trauma psikologis mendalam, termasuk seorang perwira muda yang perlahan membangkitkan kenangan lamanya. Hal itu mengingatkannya pada cinta, luka, dan kehilangan yang belum sembuh.
Namun seiring waktu, Olivia mulai mencurigai bahwa kematian Adji bukan hanya akibat tugas negara semata. Serangkaian informasi yang ia temukan di balik institusi tempatnya bekerja perlahan mengungkap keterkaitan dengan kejadian masa lalu yang selama ini disembunyikan.
4. Tabayyun (8 Mei)
Film Tabayyun menceritakan perjuangan hidup Zalina, seorang wanita tangguh yang harus membesarkan putranya, Arka, seorang diri. Tanpa kehadiran sosok ayah yang jelas, Arka tumbuh dalam bayang-bayang gunjingan, sementara ibunya terus dihantui pandangan sinis dari lingkungan sekitar. Masyarakat memandang Zalina dengan curiga, menuduhnya tanpa dasar, dan melabelinya dengan berbagai stigma yang menyakitkan.
Segalanya mulai berubah ketika Zalina menjalin kedekatan dengan Arlo, anak dari atasannya yang mulai menunjukkan ketertarikan serius padanya. Namun, cinta mereka menghadapi rintangan besar. Masa lalu Zalina yang belum sepenuhnya terungkap, serta penolakan dari keluarga Arlo, khususnya ibunya, Samira, menjadi batu sandungan dalam hubungan mereka. Kisah ini menyelami bagaimana masa lalu dan prasangka bisa membentuk dan menguji kekuatan hati seseorang.
5. Pembantaian Dukun Santet (8 Mei)
Film Pembantaian Dukun Santet (2025) merupakan karya horor terbaru Indonesia yang terinspirasi dari kisah viral yang ditulis oleh Jeropoint. Cerita berfokus pada sebuah desa terpencil yang berubah menjadi ladang ketakutan ketika isu santet menyebar secara liar. Ketegangan meningkat pesat seiring desas-desus dan ketakutan kolektif yang tak terkendali, menjerumuskan warga ke dalam histeria massal.
Dalam suasana yang penuh curiga, orang-orang yang dituduh memiliki ilmu hitam menjadi sasaran kekerasan brutal. Tanpa proses yang adil, mereka dihabisi secara kejam, menyebabkan kepanikan merajalela. Teror pun menjalar hingga ke sebuah pesantren, tempat yang seharusnya menjadi ruang aman, namun justru berubah menjadi titik baru tragedi. Di mana guru dan murid pun tak luput dari ancaman yang tak terlihat namun nyata.
6. Dasim (15 Mei)
Salma dan Arman, pasangan muda yang baru menikah, awalnya menikmati kehidupan rumah tangga yang harmonis. Namun, ketenangan itu mulai retak ketika Salma mengandung, bersamaan dengan munculnya kejadian-kejadian aneh yang mengganggu keseharian mereka. Karena situasi makin tak terkendali, mereka memutuskan untuk pindah dan tinggal bersama ibu Arman, berharap suasana baru dapat membawa ketenangan.
Alih-alih menemukan kedamaian, Salma justru terjerat dalam suasana rumah yang menekan dan mencekam. Ia mulai mengalami gangguan supranatural yang lebih parah, berselisih dengan sang mertua, dan curiga bahwa Arman menyimpan rahasia kelam.
7. Godaan Setan yang Terkutuk (15 Mei)
Godaan Setan yang Terkutuk menceritakan Ustaz Ahmad, seorang peruqyah yang biasa membantu orang melawan gangguan gaib. Namun, ujian terberat datang ketika keluarganya sendiri diserang oleh kekuatan jahat.
Perubahan pada istri dan anak-anaknya memaksa Ahmad untuk meruqyah orang-orang yang paling ia sayangi, menempatkannya pada pertempuran antara iman dan godaan setan. Ahmad harus berhadapan dengan makhluk gaib sekaligus konflik batin yang mengguncang keyakinannya sebagai seorang ustaz.
8. Mungkin Kita Perlu Waktu (15 Mei)
Mungkin Kita Perlu Waktu, film ini mengisahkan keluarga Kurniawan yang berjuang dengan trauma setelah kehilangan putri mereka, Sara, dalam kecelakaan. Ombak, anak kedua, merasa bersalah dan jatuh dalam depresi, sementara ibu mereka, Kasih, memilih untuk umrah, berharap dapat menemukan ketenangan dari rasa sakit yang ada.
Ombak menemukan dukungan dari Aleiqa, teman dekat yang juga berjuang dengan gangguan bipolar. Meski saling membantu, hubungan mereka diuji oleh perbedaan cara mereka menghadapi rasa sakit dan trauma masing-masing.
9. Cocote Tonggo (15 Mei)
Cocote Tonggo mengisahkan Luki dan Murni, pasangan suami istri yang menjalankan usaha jamu di Solo. Mereka tertekan oleh pandangan masyarakat karena belum memiliki anak, sehingga mereka memutuskan untuk berpura-pura hamil dan mengklaim seorang bayi yang ditemukan sebagai anak mereka, demi menghindari gosip.
Film ini menggunakan bahasa Jawa Mataraman untuk memberikan sentuhan lokal yang kental. Selain humor, Cocote Tonggo juga menggali tema tekanan sosial dan pentingnya komunikasi dalam keluarga dan lingkungan sekitar.
10. Final Destination: Bloodlines (16 Mei)
Film ini membawa penonton kembali ke awal mula kekuatan mengerikan Kematian yang menentukan takdir. Stefanie, seorang mahasiswi, dihantui oleh mimpi buruk kekerasan yang berulang. Karena merasa keluarganya akan jatuh ke dalam kematian yang mengerikan, ia kembali ke rumah untuk mencari seseorang yang bisa menghentikan siklus itu.
Berusaha menghindari takdir, Stefanie mengungkap rahasia tentang garis keturunan keluarganya yang terkait dengan hukum Kematian. Dalam upaya menyelamatkan keluarganya, Stefanie harus menghadapi kenyataan kelam yang semakin memburuk dan membuatnya berada di ujung pilihan yang sulit.
11. Insya Allah Berkah (22 Mei)
Insya Allah Berkah menceritakan tentang tokoh Dudung, seorang anak yatim piatu yang tinggal bersama neneknya, Romlah. Mengetahui impian neneknya untuk melihat Ka'bah, Dudung bersama sahabatnya, Kasniza, bertekad mengumpulkan dana dengan berjualan demi mewujudkan impian tersebut.
Meskipun menghadapi keterbatasan ekonomi dan perundungan dari teman-temannya, semangat mereka tidak pernah surut. Film ini menggambarkan perjuangan dan persahabatan yang kuat dalam meraih impian yang besar.
12. Mission: Impossible – The Final Reckoning (22 Mei)
Mission: Impossible – The Final Reckoning (2025) mengikuti Ethan Hunt (Tom Cruise) dan tim IMF yang berusaha menghentikan Gabriel (Esai Morales) yang ingin mengendalikan AI berbahaya, The Entity. Setelah kejadian besar di Dead Reckoning, mereka harus merebut kode sumber dari kapal selam Rusia yang tenggelam sebelum musuh mendapatkannya.
Anda akan menyaksikan adegan ikonik Ethan yang tergantung di pesawat. Pemeran utama seperti Hayley Atwell, Ving Rhames, Simon Pegg, dan Vanessa Kirby kembali beraksi. Disutradarai oleh Christopher McQuarrie, film ini akan tayang perdana di Cannes pada 14 Mei 2025 dan dirilis pada 23 Mei 2025.
13. Lilo & Stitch (23 Mei)
Lilo & Stitch (2025) adalah film live-action yang menceritakan tentang Lilo Pelekai, gadis kecil dari Hawaii yang merasa kesepian setelah kehilangan orang tuanya. Suatu hari, ia menemukan makhluk asing bernama Stitch yang melarikan diri dari eksperimen jahat seorang ilmuwan.
Meskipun Stitch awalnya diciptakan sebagai alat penghancur, Lilo mengajarkan kepadanya arti sejati dari keluarga dan kasih sayang. Bersama-sama, mereka menghadapi ancaman dari agen pemerintah dan makhluk asing lain yang berusaha menangkap Stitch. Film ini mengangkat nilai-nilai persahabatan, keluarga, dan penerimaan diri.
14. Waktu Maghrib 2 (28 Mei)
Waktu Maghrib 2 adalah film horor Indonesia yang disutradarai oleh Sidharta Tata, melanjutkan kisah dari Waktu Maghrib (2023). Berlatar 20 tahun setelah peristiwa mengerikan di desa Jatijajar, Jin Ummu Sibyan bangkit kembali untuk meneror anak-anak di desa Giritirto.
Cerita dimulai ketika sekelompok anak, seperti Yogo, Dewo, dan Wulan, terlibat dalam perselisihan usai pertandingan sepak bola. Saat mereka pulang menjelang maghrib, tanpa sengaja mereka mengucapkan sumpah serapah yang membangkitkan kembali teror dari masa lalu. Salah satu dari mereka kemudian dirasuki oleh Jin Ummu Sibyan, memicu dimulainya teror baru.
15. Karate Kid: Legend (30 Mei)
Karate Kid: Legends (2025) adalah drama bela diri yang akan datang, disutradarai oleh Jonathan Entwistle, dan merupakan instalasi keenam dalam waralaba The Karate Kid. Film ini memperkenalkan Li Fong (Ben Wang), seorang prodigy kung fu dari Beijing yang pindah ke New York City bersama ibunya setelah tragedi keluarga.
Kesulitan menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya, Li menemukan ketenangan melalui persahabatan yang berkembang dengan Mia, teman sekelasnya, dan ayahnya, Victor. Namun, kedamaian itu terganggu ketika Li menarik perhatian juara karate lokal, yang memaksanya untuk membela diri dan teman-temannya. Menyadari potensi Li, guru kung fu-nya, Mr. Han (Jackie Chan), meminta bantuan Daniel LaRusso (Ralph Macchio), dan bersama-sama mereka menggabungkan teknik kung fu dan karate untuk mempersiapkan Li dalam kompetisi bela diri yang akan datang.
Itulah sederet rekomendasi film bioskop Mei 2025 yang bisa dijadikan tontonan. Tiap film menawarkan genre dan plot yang beragam. Anda bisa menyesuaikan dengan referensi dan selera masing-masing. Selamat menonton.
