Ibu merupakan sosok yang berjasa besar bagi kehidupan anak. Pasalnya, ibulah yang telah melahirkan, merawat, mendidik dan membimbing anak hingga dewasa nanntinya. Tentunya peran sang ibu perlu mendapatkan apresiasi.
Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengekspresikan cinta dan kasih sayang kepada ibu. Salah satunya dalam bentuk puisi.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), puisi merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik, dan bait.
Sementara, menurut Heman J. Waluyo, puisi merupakan bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran serta perasaan penyair secara imajinatif dan kemudian disusun dengan mengkonsentrasikan struktur fisik dan batinnya.
Dengan menulis puisi, anak bisa mengekspresikan perasaan atau isi hati tentang bagimana perjuangan ibu selama ini. Tidak hanya itu, menulis puisi juga bisa menjadi cara untuk mengungkapkan rasa terima kasih dan syukur atas jasa dan pengorbanan sang ibu.
Berikut di bawah ini kumpulan puisi tentang ibu dari berbagai sumber yang bisa dijadikan sebagai inspirasi.
Puisi Tentang Ibu
Berikut ini 15 puisi dari berbagai sumber yang bisa dijadikan sebagai inspirasi bila ingin membuat puisi untuk sosok ibu tercinta sebagai ungkapan cinta dan kasih sayang.
Puisi Tentang Ibu (Freepik)
1. Surgaku di Telapak Kakimu Ibu
Oleh: Agustinus Sada Nalu
Ibu…
Nyawamu kau pertaruhkan
Rasa sakit engkau tak perdulikan
Demi menghadirkanku ke dunia ini
Ibu…
Tak terhitung banyaknya syair yang engkau lantunkan
Banyaknya dongeng yang engkau ceritakan
Demi melelapkanku dalam dekapanmu
Ibu…
Kaulah seorang pengajar yang tak pernah mendapat imbalan
Kaulah seorang pembantu yang tak pernah dibayar
Kaulah sosok pelayan yang selalu dan selalu terlupakan
Ibu…
Kasih dan sayangmu seperti sang surya yang terus menyinari
Yang tak pernah mengharapkan balasan
dan tak akan pernah dan tak akan bisa terbalaskan
Ibu…
Engkau sosok malaikat pelindungku di dunia ini
Engkaulah surgaku
Surgaku ditelapak kakimu ibuku
2. Ibu
oleh: D. Zawawi Imron
Kalau aku merantau lalu datang musim kemarau
Sumur-sumur kering, daun pun gugur bersama reranting
Hanya mata air air matamu, ibu, yang tetap lancar mengalir
Bila aku merantau
Sedap kopyor dan ronta kenakalanku
Di hati ada mayang siwalan memutikkan sari kerinduan
Lantaran hutangku padamu tak kuasa kubayar
Ibu adalah gua pertapaanku
Dan ibulah yang meletakkan aku di sini
Saat bunga kembang menyemerbak bau sayang
Ibu menunjuk ke langit, kemudian ke bumi
Aku mengangguk meskipun kurang mengerti
Bila kasihmu ibarat samudera
Sempit lautan teduh
Tempatku mandi, mencuci lumut pada diri
Tempatku berlayar, menebar pukat dan melempar sauh
Lokan-lokan, mutiara dan kembang laut semua bagiku
Kalau aku ikut ujian lalu ditanya tentang pahlawan
Namamu, ibu, yang kan kusebut paling dahulu
Lantaran aku tahu
Engkau ibu dan aku anakmu
3. Ibu, Sang Malaikat
Ibu, kau malaikat tanpa sayap,
Membawaku terbang dalam harap,
Setiap langkahmu adalah doa,
Mengiringiku melawan dunia.
Kau tak pernah meminta balas,
Hanya senyumku yang kau harap,
Cintamu tulus, tanpa batas,
Menyelimuti hati yang penat.
Meski waktu terus berjalan,
Kasihmu takkan pernah pudar,
Dalam pelukanmu, kutemukan,
Rindu yang selalu bersandar.
Ibu, kaulah segalanya bagiku,
Mentari di pagi dan malamku,
Terima kasih atas semua cintamu,
Aku mencintaimu selalu.
4. Bundaku Sayang
oleh: Nadilla Syahkina
Engkau selalu ada untukku
Menemaniku dalam suka dan duka
Menemani hari-hari ceriaku,
Bunda,
Engkau selalu membimbingku
Mengajariku untuk berakhlak mulia
Dalam keseharianku
Bunda,
Engkau bagai malaikat bagiku
Engkau juga sahabat bagiku
Ketulusan yang ada dalam dirimu
Membuat aku bangga pada dirimu
Bunda,
Aku selalu menyayangimu
Jasamu tak akan pernah bisa terbalas olehku
Namun aku akan berusaha menjadi anak kebanggaanmu
5. Terima Kasih Ibu
Oleh: Dhea Rahayu Anggraini T
Ibu...
Saat diriku kecil
Engkau mengajari berjalan dan bicara
Tidak kenal payah akan tubuhmu yang lelah
Melihat tangisan dan kenakalan itu
Senyum manis ibu merona bahagia
Seolah ingin membuka kuncup bunga menawan
Ibu...
Kini aku beranjak remaja
Kasih sayang itu masih bermuara
Perhatian itu masih seluas samudra
Tak akan surut hingga senja menyapa
Terus kekal abadi dalam suka dan duka
Ibu...
Saat ini aku telah beranjak dewasa
Terima kasih ibu atas perjuanganmu
Terima kasih ibu atas pengorbananmu
Izinkan aku memeluk erat tubuhmu
6. Kasih Sayang
Ibu…
Di sinilah kutulis cerita tentangmu
Sembilan bulan lamanya engkau mengandungku
Tanpa rasa lelah, letih kau selalu sabar membimbingku
Dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang
Ibu…
Terima kasih engkau telah melahirkanku di dunia ini
Terima kasih atas jerih payah yang telah engkau berikan
Dengan segenap rasa bangga di hati
Kini hanya engkaulah kasih sayang yang tiada tara
Ibu…
Tak pernah kuharap kau cepat tua dan renta
Tak pernah kuingin kau lelah dalam usia
Selalu kuharapkan kau terus bersamaku
Dengan cinta berikan petuahmu
Ibu…
Kaulah malaikatku
Penyembuh luka dalam kepedihan
Penghapus dahaga akan kasih sayang
Sampai kapan pun engkau tak kan terganti
Akan aku bisikkan...
Engkau segalanya untukku, oh, ibu.
7. Sajak (Ibu) Rinduku
Oleh: Gesfi Anugrah
Embun di mata perempuan renta
Bak sorot lampu yang nyaris redup
Tak ada lagi kehidupan terpancar dari imajinya
Hanya tersisa nostalgia yang rapat tertutup
Mata yang indah kini tak ada lagi memandangku
Tatap yang teduh telah punah dimakan waktu
Segala perhatiannya enyah untukku
Menyisakan nasihat yang kini terdengar sendu
Maha Pencipta, aku titip keberadaannya di surgaMu
Maha Megah, hibur dia dengan melodi dawaiMu
Aku tak mau ia jadi senar yang bisu karena menunggu
kedatanganku
Maha Damai
Kulayangkan sebuah doa bagi lbu yang tercinta
Mohon kirimkan Malaikat untuk temaninya
Dan biarkan ia lelap, biarkan ia lesap
Dalam harmoni keabadianMu
8. Ibu, Embun Pagi
Ibu, kau adalah embun pagi,
Menyegarkan hati di kala sunyi,
Setiap langkahmu penuh arti,
Membimbingku ke jalan yang suci.
Dalam suaramu, kutemukan tenang,
Dalam tatapmu, terang menerang,
Kau tak pernah lelah memberi,
Kasih tulus yang tak terganti.
Meski waktu mengikis usia,
Cintamu tetap hangat membara,
Aku berjanji untuk menjaga,
Segala doa dan harap yang kau jaga.
Ibu, kau cinta sepanjang masa,
Mentari dalam segala cuaca,
Namamu akan selalu ku bawa,
Hingga akhir perjalanan jiwa.
9. Pengorbanan Tanpa Kata
Ibu, kau tak butuh kata,
Untuk tunjukkan betapa kau cinta,
Keringat dan air mata jadi cerita,
Demi hidupku yang kau jaga.
Saat ku kecil, kau peluk erat,
Kini dewasa, kau tetap dekat,
Memberiku cinta tanpa syarat,
Meski hidup sering membuat penat.
Kau adalah bukti kekuatan sejati,
Dengan senyum di tengah sunyi,
Pengorbananmu, ibu, takkan terganti,
Menginspirasi setiap langkahku ini.
Aku bersyukur dalam doaku,
Diberi ibu sepertimu,
Cintamu adalah anugerah,
Yang menjadikanku tak pernah lelah.
10. Kemuliaan Seorang Ibu
Terdiam sejenak dalam renungan
Kala bayang wajahmu datang menyapa
Waktu pun berputar kebelakang
Membuka memori kenangan kecilku
Tetesan keringat dan air mata
Berjuang melawan maut
Demi kehadiran sang buah hati
Mendengar tangisan pertamaku
Jadi kebahagiaan tak ternilai bagimu
Saat ku mulai belajar berjalan
Kau dengan setia menjaga ku
Ku mulai belajar bicara
Engkau dengan sabar mengenalkanku pada kata-kata
Hingga ku dewasa, kasih sayang itu tetap sama
Tak pernah pudar dan terkikis oleh waktu
Bekerja tanpa mengenal kata lelah
Tidur tanpa mengenal kata lelap
Terjaga dalam gelapnya langit subuh
Demi mencari sesuap nasi untuk ku
Tapi, balasan apa yang ku beri
Hanya goresan luka dan air mata
Meskipun begitu,
Kasih sayang itu tak berkurang sedikitpun
Selalu kau sebut namaku dalam doamu
Air mata ini jatuh berlinang dengan derasnya
Mengingat betapa mulianya engkau wahai ibu
Pepatah pernah berkata
“Surga dibawah telapak kaki ibu”
Izinkanlah daku mencium surga itu,
Ibu
11. Untaian Puisi Untuk Ibu
Oleh: Pratiwi Widyastuti
Senandung-nandung merdu terlantun
Dari bibir manismu...ibu
Petuahmu tak pernah henti merasuk di jiwaku
Walau kadang tak kuindahkan
Tetapi engkau selalu sanggup 'tuk ingatkan
Sulaman cintamu yang kau tau
Melengkapi hiasan sutra hidupku
Jendela-jendela kasih yang kau buka
Mengizinkanku masuk, menari dalam hatimu
Menunjukkan betapa besar jiwamu
Rangkaian kata kau alun
Senyum tulus yang kau simpul
Tatap matamu yang sayu
Sekejap menjadi doa nan indah
Pengertian agung selalu mengalir untukku
Membuatku tenang bu...bagaikan sungainya telaga
Kukuhnya sabarmu, tegakkan benteng sukmaku
Ibu...kau tercipta untukku
Untuk menjagaku, merawatku, mendidikku
Dan kau lakukan semua
Penuh keikhlasan
Aku yakin bu...
akan ada suatu apa pun yang dengan sempurna
Dapat membalas pengorbanan dan perjuanganmu
Selain rahmat, hidayah, dan cinta-Nya
12. Bunda
Bunda...
Engkau pecahkan kegalauan yang selalu membuatku jatuh
Engkau bagai penopang raga yang mulai runtuh
Engkau memberi semua yang kami butuhkan
tapi kami, ketika engkau butuh pun kami belum menyadari
Bunda...
Kau buang waktumu tanpa lelah untuk kami
Kau buat kasih sayang itu menjadi kebiasaan yang sering kami lupakan
Engkau memberi tanpa kami meminta
Engkau guyurkan siraman kasih yang tiada tandingannya
Bunda...
Andai perasaan ini sepeka hatimu
Setegas kasihmu
Semampu dan selalu ada untuk kami anakmu
Kan ku ubah segala yang menjadi kesalmu
Kan ku coba merengkuh rasa yang sering kau berikan kepadaku
Di atas langit yang tak terbatas
Kau topangkan kasihmu tanpa merasa lelah
Terima kasih Bunda..
Terima kasih telah menjagaku hingga dewasa
Memberikanku seluruh cinta tanpa putus asa
Dengan cintamu, aku merasakan kekuatan yang sungguh luar biasa
Love you Mom, aku tak akan pernah bisa membalas
Seperti cinta dan kasih yang telah engkau berikan kepadaku
Sampai kapan pun!
13. Sayap Pelindung
Kasih sayangmu padaku yang tak terhingga dan tak akan pernah bisa terganti
Maaf anakmu ini belum bisa jadi kebanggaanmu ibu
Namun tenanglah ibu, anakmu di sini sedang berjuang menggapai cita-citanya
Semoga langkahku kali ini tidak salah
Dan semoga saja kali ini aku bisa membanggakanmu ibu
Terima kasih ibu atas segala perhatian ibu selama ini
Tanpamu mungkin aku tak akan pernah merasakan cinta yang tulus
Bersama ibu aku dapat merasakan cinta yang begitu hangat
Tetaplah bersamaku ibu
Tetaplah jadi sayap pelindungku
Yang selalu menenangkan hatiku di kala gundah dan rapuh
Hanya ibu yang dapat menenangkanku
Ibulah yang mengajarkanku untuk tetap kuat dalam melalui segala masalah
Terima kasih ibu
Semoga ibu selalu diberi kesempatan oleh Allah SWT
Aku selalu menyayangimu ibu
Walau kasih sayangku tak terucap dengan kata-kata
Yakinlah padaku bu, itu tak akan mengurangi rasa sayangku pada ibu
14. Malaikat Tak Bersayap
Oleh: Angelia Arum Arizana
Bidasan dirgantara menodong sebuah mata
Menaruh aksentuasi pada wanita yang memarut muka
Tarut larat membeliak dedikasi dan senantiasa dada
Sudah serasa bahara yang amat biasa baginya
Durjana dunia telah menyulih resistansi raga
Menguak cua menjadi kentara derana yang menyatukan kalbu
Melegar profesi menyerak sang pembela barga
Tanpa basa-basi merecap bumbu mengebu-gebu
Dia laksana pelita pada ketaksaan jiwa
Senandung abadi merajai jiwa hati gembira
Sosoknya mampu memberus sorotan seluruh pemirsa
Tertawan segala kiprah yang kejat berjibaku
Malaikat tak bersayap, kupanggil ia dengan sebutan ibu
15. Selembar Puisi Untukmu Ibu
Dentang nafasmu menyeruak hari sampai senja
Tidak ada capek menggores di wajah ayumu
Tidak ada sesal saat seluruhnya mesti kau lalui
Langkah itu selalu jalan buat kami
Dua bidadari kecilmu
Desah mimpimu berlari
Mengejar bintang
Mengharapkan kami jadi mutiara terindahmu
Dalam seluruhnya peran yang kau mainkan di bumi
Ini peran terbaikmu
Dalam capek kau rangkai kata bijak buat kami
Mengurai senyum di setiap perjalanan kami
Menimpa doa di setiap detik napas kami
Ibu kau berlian di hati kami
Relung hatimu demikian indah
Sampai kami tidak mampu meraih dalamnya
Derai air matamu menguntai suatu harap
Di tiap-tiap sholat malammu
Ibu...
Kami cuma mau jadi suatu yang dimimpikan untukmu
Membopong seluruhnya mimpimu dalam pundak kami
Ibu...
Janganlah tidak suka kami
Bila kami membuat kamu menangis
Terima kasih Ibu
Telah menghiasi kehidupanku di dunia fana ini
Dengan senyum manismu yg memperkuat batinku
Terima kasih ibu
Sudah menjagaku sampai saat ini
Terima kasih Ibu
Engkau senantiasa ada untukku
Ibu...
Sinar cintamu, senantiasa ku kelak
Bahkan juga sampai saya mati
Serta cintamu kan terus bercahaya di hati
Abadi serta kekal
Itulah 15 puisi tentang ibu yang menyentuh hati yang bisa dijadikan sebagai inspirasi bila ingin membuat puisi untuk mengekspresikan cinta dan kasih sayang kepada ibu tercinta.