15 Puisi Tentang Ibu yang Menyentuh Hati Sebagai Ungkapan Cinta dan Kasih Sayang

Destiara Anggita Putri
16 Mei 2025, 17:28
Puisi Tentang Ibu
Freepik
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Ibu merupakan sosok yang berjasa besar bagi kehidupan anak. Pasalnya, ibulah yang telah melahirkan, merawat, mendidik dan membimbing anak hingga dewasa nanntinya. Tentunya peran sang ibu perlu mendapatkan apresiasi.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengekspresikan cinta dan kasih sayang kepada ibu. Salah satunya dalam bentuk puisi. 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), puisi merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik, dan bait. 

Sementara, menurut Heman J. Waluyo, puisi merupakan bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran serta perasaan penyair secara imajinatif dan kemudian disusun dengan mengkonsentrasikan struktur fisik dan batinnya.

Dengan menulis puisi, anak bisa mengekspresikan perasaan atau isi hati tentang bagimana perjuangan ibu selama ini. Tidak hanya itu, menulis puisi juga bisa menjadi cara untuk mengungkapkan rasa terima kasih dan syukur atas jasa dan pengorbanan sang ibu.

Berikut di bawah ini kumpulan puisi tentang ibu dari berbagai sumber yang bisa dijadikan sebagai inspirasi.

Puisi Tentang Ibu

Berikut ini 15 puisi dari berbagai sumber yang bisa dijadikan sebagai inspirasi bila ingin membuat puisi untuk sosok ibu tercinta sebagai ungkapan cinta dan kasih sayang.

Pantun Hari Ibu 2024
Puisi Tentang Ibu (Freepik)

1. Surgaku di Telapak Kakimu Ibu

Oleh: Agustinus Sada Nalu

Ibu…

Nyawamu kau pertaruhkan

Rasa sakit engkau tak perdulikan

Demi menghadirkanku ke dunia ini

Ibu…

Tak terhitung banyaknya syair yang engkau lantunkan

Banyaknya dongeng yang engkau ceritakan

Demi melelapkanku dalam dekapanmu

Ibu…

Kaulah seorang pengajar yang tak pernah mendapat imbalan

Kaulah seorang pembantu yang tak pernah dibayar

Kaulah sosok pelayan yang selalu dan selalu terlupakan

Ibu…

Kasih dan sayangmu seperti sang surya yang terus menyinari

Yang tak pernah mengharapkan balasan

dan tak akan pernah dan tak akan bisa terbalaskan

Ibu…

Engkau sosok malaikat pelindungku di dunia ini

Engkaulah surgaku

Surgaku ditelapak kakimu ibuku

2. Ibu

oleh: D. Zawawi Imron

Kalau aku merantau lalu datang musim kemarau

Sumur-sumur kering, daun pun gugur bersama reranting

Hanya mata air air matamu, ibu, yang tetap lancar mengalir

Bila aku merantau

Sedap kopyor dan ronta kenakalanku

Di hati ada mayang siwalan memutikkan sari kerinduan

Lantaran hutangku padamu tak kuasa kubayar

Ibu adalah gua pertapaanku

Dan ibulah yang meletakkan aku di sini

Saat bunga kembang menyemerbak bau sayang

Ibu menunjuk ke langit, kemudian ke bumi

Aku mengangguk meskipun kurang mengerti

Bila kasihmu ibarat samudera

Sempit lautan teduh

Tempatku mandi, mencuci lumut pada diri

Tempatku berlayar, menebar pukat dan melempar sauh

Lokan-lokan, mutiara dan kembang laut semua bagiku

Kalau aku ikut ujian lalu ditanya tentang pahlawan

Namamu, ibu, yang kan kusebut paling dahulu

Lantaran aku tahu

Engkau ibu dan aku anakmu

3. Ibu, Sang Malaikat

Ibu, kau malaikat tanpa sayap,

Membawaku terbang dalam harap,

Setiap langkahmu adalah doa,

Mengiringiku melawan dunia.

Kau tak pernah meminta balas,

Hanya senyumku yang kau harap,

Cintamu tulus, tanpa batas,

Menyelimuti hati yang penat.

Meski waktu terus berjalan,

Kasihmu takkan pernah pudar,

Dalam pelukanmu, kutemukan,

Rindu yang selalu bersandar.

Ibu, kaulah segalanya bagiku,

Mentari di pagi dan malamku,

Terima kasih atas semua cintamu,

Aku mencintaimu selalu.

4. Bundaku Sayang

oleh: Nadilla Syahkina

Engkau selalu ada untukku

Menemaniku dalam suka dan duka

Menemani hari-hari ceriaku,

Bunda,

Engkau selalu membimbingku

Mengajariku untuk berakhlak mulia

Dalam keseharianku

Bunda,

Engkau bagai malaikat bagiku

Engkau juga sahabat bagiku

Ketulusan yang ada dalam dirimu

Membuat aku bangga pada dirimu

Bunda,

Aku selalu menyayangimu

Jasamu tak akan pernah bisa terbalas olehku

Namun aku akan berusaha menjadi anak kebanggaanmu

5. Terima Kasih Ibu

Oleh: Dhea Rahayu Anggraini T

Ibu...

Saat diriku kecil

Engkau mengajari berjalan dan bicara

Tidak kenal payah akan tubuhmu yang lelah

Melihat tangisan dan kenakalan itu

Senyum manis ibu merona bahagia

Seolah ingin membuka kuncup bunga menawan

Ibu...

Kini aku beranjak remaja

Kasih sayang itu masih bermuara

Perhatian itu masih seluas samudra

Tak akan surut hingga senja menyapa

Terus kekal abadi dalam suka dan duka

Ibu...

Saat ini aku telah beranjak dewasa

Terima kasih ibu atas perjuanganmu

Terima kasih ibu atas pengorbananmu

Izinkan aku memeluk erat tubuhmu

6. Kasih Sayang

Ibu…

Di sinilah kutulis cerita tentangmu

Sembilan bulan lamanya engkau mengandungku

Tanpa rasa lelah, letih kau selalu sabar membimbingku

Dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang

 

Ibu…

Terima kasih engkau telah melahirkanku di dunia ini

Terima kasih atas jerih payah yang telah engkau berikan

Dengan segenap rasa bangga di hati

Kini hanya engkaulah kasih sayang yang tiada tara

 

Ibu…

Tak pernah kuharap kau cepat tua dan renta

Tak pernah kuingin kau lelah dalam usia

Selalu kuharapkan kau terus bersamaku

Dengan cinta berikan petuahmu

 

Ibu…

Kaulah malaikatku

Penyembuh luka dalam kepedihan

Penghapus dahaga akan kasih sayang

Sampai kapan pun engkau tak kan terganti


Akan aku bisikkan...

Engkau segalanya untukku, oh, ibu.

7. Sajak (Ibu) Rinduku

Oleh: Gesfi Anugrah

Embun di mata perempuan renta

Bak sorot lampu yang nyaris redup

Tak ada lagi kehidupan terpancar dari imajinya

Hanya tersisa nostalgia yang rapat tertutup

Mata yang indah kini tak ada lagi memandangku

Tatap yang teduh telah punah dimakan waktu

Segala perhatiannya enyah untukku

Menyisakan nasihat yang kini terdengar sendu

Maha Pencipta, aku titip keberadaannya di surgaMu

Maha Megah, hibur dia dengan melodi dawaiMu

Aku tak mau ia jadi senar yang bisu karena menunggu

kedatanganku

Maha Damai

Kulayangkan sebuah doa bagi lbu yang tercinta

Mohon kirimkan Malaikat untuk temaninya

Dan biarkan ia lelap, biarkan ia lesap

Dalam harmoni keabadianMu

8. Ibu, Embun Pagi

Ibu, kau adalah embun pagi,

Menyegarkan hati di kala sunyi,

Setiap langkahmu penuh arti,

Membimbingku ke jalan yang suci.

Dalam suaramu, kutemukan tenang,

Dalam tatapmu, terang menerang,

Kau tak pernah lelah memberi,

Kasih tulus yang tak terganti.

Meski waktu mengikis usia,

Cintamu tetap hangat membara,

Aku berjanji untuk menjaga,

Segala doa dan harap yang kau jaga.

Ibu, kau cinta sepanjang masa,

Mentari dalam segala cuaca,

Namamu akan selalu ku bawa,

Hingga akhir perjalanan jiwa.

9. Pengorbanan Tanpa Kata

Ibu, kau tak butuh kata,

Untuk tunjukkan betapa kau cinta,

Keringat dan air mata jadi cerita,

Demi hidupku yang kau jaga.

Saat ku kecil, kau peluk erat,

Kini dewasa, kau tetap dekat,

Memberiku cinta tanpa syarat,

Meski hidup sering membuat penat.

Kau adalah bukti kekuatan sejati,

Dengan senyum di tengah sunyi,

Pengorbananmu, ibu, takkan terganti,

Menginspirasi setiap langkahku ini.

Aku bersyukur dalam doaku,

Diberi ibu sepertimu,

Cintamu adalah anugerah,

Yang menjadikanku tak pernah lelah.

10. Kemuliaan Seorang Ibu

Terdiam sejenak dalam renungan

Kala bayang wajahmu datang menyapa

Waktu pun berputar kebelakang

Membuka memori kenangan kecilku

Tetesan keringat dan air mata

Berjuang melawan maut

Demi kehadiran sang buah hati

Mendengar tangisan pertamaku

Jadi kebahagiaan tak ternilai bagimu

Saat ku mulai belajar berjalan

Kau dengan setia menjaga ku

Ku mulai belajar bicara

Engkau dengan sabar mengenalkanku pada kata-kata

Hingga ku dewasa, kasih sayang itu tetap sama

Tak pernah pudar dan terkikis oleh waktu

Bekerja tanpa mengenal kata lelah

Tidur tanpa mengenal kata lelap

Terjaga dalam gelapnya langit subuh

Demi mencari sesuap nasi untuk ku

Tapi, balasan apa yang ku beri

Hanya goresan luka dan air mata

Meskipun begitu,

Kasih sayang itu tak berkurang sedikitpun

Selalu kau sebut namaku dalam doamu

Air mata ini jatuh berlinang dengan derasnya

Mengingat betapa mulianya engkau wahai ibu

Pepatah pernah berkata

“Surga dibawah telapak kaki ibu”

Izinkanlah daku mencium surga itu,

Ibu

11. Untaian Puisi Untuk Ibu

Oleh: Pratiwi Widyastuti

Senandung-nandung merdu terlantun

Dari bibir manismu...ibu

Petuahmu tak pernah henti merasuk di jiwaku

Walau kadang tak kuindahkan

Tetapi engkau selalu sanggup 'tuk ingatkan

Sulaman cintamu yang kau tau

Melengkapi hiasan sutra hidupku

Jendela-jendela kasih yang kau buka

Mengizinkanku masuk, menari dalam hatimu

Menunjukkan betapa besar jiwamu

Rangkaian kata kau alun

Senyum tulus yang kau simpul

Tatap matamu yang sayu

Sekejap menjadi doa nan indah

Pengertian agung selalu mengalir untukku

Membuatku tenang bu...bagaikan sungainya telaga

Kukuhnya sabarmu, tegakkan benteng sukmaku

Ibu...kau tercipta untukku

Untuk menjagaku, merawatku, mendidikku

Dan kau lakukan semua

Penuh keikhlasan

Aku yakin bu...

akan ada suatu apa pun yang dengan sempurna

Dapat membalas pengorbanan dan perjuanganmu

Selain rahmat, hidayah, dan cinta-Nya

12. Bunda

Bunda...

Engkau pecahkan kegalauan yang selalu membuatku jatuh

Engkau bagai penopang raga yang mulai runtuh

Engkau memberi semua yang kami butuhkan

tapi kami, ketika engkau butuh pun kami belum menyadari

Bunda...

Kau buang waktumu tanpa lelah untuk kami

Kau buat kasih sayang itu menjadi kebiasaan yang sering kami lupakan

Engkau memberi tanpa kami meminta

Engkau guyurkan siraman kasih yang tiada tandingannya

Bunda...

Andai perasaan ini sepeka hatimu

Setegas kasihmu

Semampu dan selalu ada untuk kami anakmu

Kan ku ubah segala yang menjadi kesalmu

Kan ku coba merengkuh rasa yang sering kau berikan kepadaku

Di atas langit yang tak terbatas

Kau topangkan kasihmu tanpa merasa lelah

Terima kasih Bunda..

Terima kasih telah menjagaku hingga dewasa

Memberikanku seluruh cinta tanpa putus asa

Dengan cintamu, aku merasakan kekuatan yang sungguh luar biasa

Love you Mom, aku tak akan pernah bisa membalas

Seperti cinta dan kasih yang telah engkau berikan kepadaku

Sampai kapan pun!

13. Sayap Pelindung

Kasih sayangmu padaku yang tak terhingga dan tak akan pernah bisa terganti

Maaf anakmu ini belum bisa jadi kebanggaanmu ibu

Namun tenanglah ibu, anakmu di sini sedang berjuang menggapai cita-citanya

Semoga langkahku kali ini tidak salah

Dan semoga saja kali ini aku bisa membanggakanmu ibu

Terima kasih ibu atas segala perhatian ibu selama ini

Tanpamu mungkin aku tak akan pernah merasakan cinta yang tulus

Bersama ibu aku dapat merasakan cinta yang begitu hangat

Tetaplah bersamaku ibu

Tetaplah jadi sayap pelindungku

Yang selalu menenangkan hatiku di kala gundah dan rapuh

Hanya ibu yang dapat menenangkanku

Ibulah yang mengajarkanku untuk tetap kuat dalam melalui segala masalah

Terima kasih ibu

Semoga ibu selalu diberi kesempatan oleh Allah SWT

Aku selalu menyayangimu ibu

Walau kasih sayangku tak terucap dengan kata-kata

Yakinlah padaku bu, itu tak akan mengurangi rasa sayangku pada ibu

14. Malaikat Tak Bersayap

Oleh: Angelia Arum Arizana

Bidasan dirgantara menodong sebuah mata

Menaruh aksentuasi pada wanita yang memarut muka

Tarut larat membeliak dedikasi dan senantiasa dada

Sudah serasa bahara yang amat biasa baginya

Durjana dunia telah menyulih resistansi raga

Menguak cua menjadi kentara derana yang menyatukan kalbu

Melegar profesi menyerak sang pembela barga

Tanpa basa-basi merecap bumbu mengebu-gebu

Dia laksana pelita pada ketaksaan jiwa

Senandung abadi merajai jiwa hati gembira

Sosoknya mampu memberus sorotan seluruh pemirsa

Tertawan segala kiprah yang kejat berjibaku

Malaikat tak bersayap, kupanggil ia dengan sebutan ibu

 

15. Selembar Puisi Untukmu Ibu

Dentang nafasmu menyeruak hari sampai senja

Tidak ada capek menggores di wajah ayumu

Tidak ada sesal saat seluruhnya mesti kau lalui

Langkah itu selalu jalan buat kami

Dua bidadari kecilmu

Desah mimpimu berlari

Mengejar bintang

Mengharapkan kami jadi mutiara terindahmu

Dalam seluruhnya peran yang kau mainkan di bumi

Ini peran terbaikmu

Dalam capek kau rangkai kata bijak buat kami

Mengurai senyum di setiap perjalanan kami

Menimpa doa di setiap detik napas kami

Ibu kau berlian di hati kami

Relung hatimu demikian indah

Sampai kami tidak mampu meraih dalamnya

Derai air matamu menguntai suatu harap

Di tiap-tiap sholat malammu

Ibu...

Kami cuma mau jadi suatu yang dimimpikan untukmu

Membopong seluruhnya mimpimu dalam pundak kami

Ibu...

Janganlah tidak suka kami

Bila kami membuat kamu menangis

Terima kasih Ibu

Telah menghiasi kehidupanku di dunia fana ini

Dengan senyum manismu yg memperkuat batinku

Terima kasih ibu

Sudah menjagaku sampai saat ini


Terima kasih Ibu

Engkau senantiasa ada untukku

Ibu...

Sinar cintamu, senantiasa ku kelak

Bahkan juga sampai saya mati

Serta cintamu kan terus bercahaya di hati

Abadi serta kekal

Itulah 15 puisi tentang ibu yang menyentuh hati yang bisa dijadikan sebagai inspirasi bila ingin membuat puisi untuk mengekspresikan cinta dan kasih sayang kepada ibu tercinta.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan