Hati-hati Modus Penipuan Baru Paket Tertukar: Jangan Mudah Pindai Kode QR

Anggi Mardiana
10 Juni 2025, 10:25
Modus Penipuan Baru Paket Tertukar
Twitter/@wuyosang
Modus Penipuan Baru Paket Tertukar
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Beredar modus penipuan baru paket tertukar, dan mengatasnamakan dari tim ekspedisi Ninja Expres, membuat pembeli yang kerap melakukan belanja online harus berhati-hati. Berbagai modus baru yang belum diketahui, menyasar para korban yang  tergesa-gesa mengambil keputusan dan tidak mencari informasi terlebih dahulu.

Berbekal informasi detail pesanan yang bocor, para pelaku penipuan dapat mengetahui rincian pesanan korban dari toko tertentu, bahkan mencantumkan nomor resi barang yang kita pesan dengan ekspedisi yang sama. Hal ini, membuat korban percaya bahwa chat tersebut benar-benar dari tim ekspedisi bersangkutan.

Modus penipuan paket tertukar, menjadi sorotan publik setelah akun X bernama @wuyosang mengunggah pengalamannya pada 16 Maret 2025. Sejak saat itu, kasus ini semakin ramai diperbincangkan karena banyak orang mengalami hal yang sama. Bahkan, Divisi Humas Siber Polda Metro Jaya telah mengeluarkan peringatan resmi agar masyarakat tetap waspada terhadap modus serupa.

Modus Penipuan Baru: Paket Tertukar dan Uang akan Dikembalikan Lewat Kode QR

Modus Penipuan Baru Paket Tertukar
Modus Penipuan Baru Paket Tertukar (x.com/wuyosang)

Modus penipuan baru ini terus menyasar para pembeli online sampai saat ini. Harap berhati-hati apabila Anda mendapatkan pesan paket tertukar lalu diarahkan untuk memindai kode QR, yang sebetulnya merupakan tagihan dengan nominal hingga jutaan rupiah.

Setelah mengaku bahwa terjadi kesalahan pengiriman paket, pelaku akan menawarkan solusi yang terdengar logis dan meyakinkan. Biasanya, mereka menyampaikan bahwa:

  • Korban perlu mengajukan proses pengembalian agar pesanan bisa dikirim ulang.
  • Dana akan dikembalikan setelah korban melakukan pemesanan ulang.
  • Mengklaim bahwa kesalahan berasal dari jasa pengiriman.

Pada titik ini, korban mulai diarahkan untuk melakukan sejumlah langkah, seperti mengambil tangkapan layar dari detail transaksi. Pelaku penipuan akan mengirimkan kode QR kepada korban dan mengarahkannya.

Kenali Tanda-tanda Modus Penipuan: Menekan Secara Emosional

Modus penipuan baru ini tidak hanya mengandalkan manipulasi teknis, tetapi juga memainkan sisi emosional korban. Pelaku akan terus-menerus menghubungi, menekan secara mental, dan menciptakan rasa cemas agar korban segera mengikuti arahan mereka tanpa berpikir panjang. Beberapa taktik umum yang digunakan meliputi:

  • Mengklaim bahwa proses harus segera diselesaikan agar uang atau paket korban tidak hangus.
  • Menegaskan berulang kali bahwa kesalahan sepenuhnya berasal dari pihak ekspedisi, bukan dari penjual maupun pengirim.
  • Apabila terjadi kegagalan dalam transaksi, mereka akan terus mendesak korban untuk mencoba lagi dan mencari tahu penyebabnya.

Cara Menghindari Modus Penipuan Baru Paket Tertukar

Banyak orang baru menyadari bahwa mereka telah menjadi korban penipuan setelah mencari tahu informasi secara online. Karena itu, apabila ada sesuatu yang terasa janggal, sebaiknya jangan langsung percaya, pastikan memverifikasinya terlebih dahulu sebelum bertindak. Berikut cara menghindari modus penipuan:

  • Jangan langsung percaya apabila ada seseorang yang mengaku dari pihak ekspedisi dan mengatakan bahwa paket Anda tertukar.
  • Cek kembali informasi pesanan di platform yang digunakan untuk berbelaja. Anda bisa melihat informasi pesanan apakah sudah diambil kurir atau belum.
  • Konfirmasi kepada pihak penjual apabila paket mengalami kendala, melalui fitur pesan yang tersedia di platform.
  • Gunakan aplikasi seperti GetContact untuk mengecek identitas nomor yang menghubungi Anda.
  • Tetap tenang dan jangan terburu-buru. Apabila informasi yang diterima terasa ganjil atau tidak masuk akal, lebih baik diabaikan saja.
  • Jangan pindai QR code sembarangan atau klik link sebelum ada konfirmasi resmi dari pihak toko atau tim ekspedisi.
  • Apabila ada nomor yang terus-menerus menekan secara emosional lewat telepon atau pesan, segera blokir dan laporkan.
  • Cari tahu melalui internet atau media sosial, mungkin sudah ada orang lain yang mengalami hal serupa dan membagikan ceritanya.

Modus penipuan baru mengatasnamakan dari tim ekspedisi, masih mengintai pembeli online hingga saat ini. Berbekal informasi data pesanan yang bocor seperti nama akun pemesan, toko yang dituju, detail pesanan dan nomor resi membuat korban percaya. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan