40 Contoh Pantun Kiasan 4 Baris dan Maknanya yang Penuh Pesan Moral

Destiara Anggita Putri
24 Juni 2025, 12:54
Pantun Kiasan 4 Baris
Pexels
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pantun merupakan salah satu karya sastra Indonesia yang cukup populer di masyarakat. Dilansir dari KBBI, pantun adalah bentuk puisi Indonesia (Melayu) yang tiap bait terdiri atas empat baris dengan sajak (a-b-a-b).

Pantun biasanya terdiri dari sampiran pada bait pertama dan kedua, kemudian isinya berada pada bait ketiga dan keempat yang sekaligus menggambarkan tujuan dari pantun tersebut.

Karya sastra ini sendiri dibagi menjadi beberapa jenis. Salah satunya yaitu pantun kiasan yang berisi tentang perumpamaan atau mengibaratkan sesuatu.

Jenis pantun ini biasanya digunakan untuk menyampaikan maksud tertentu secara tersirat dengan kata-kata kiasan atau bukan makna sebenarnya.

Bila tertarik dengan jenis pantun ini, berikut ini beberapa contoh pantun kiasan 4 baris yang bisa dibaca.

Pantun Kiasan 4 Baris

Berikut ini 40 contoh pantun kiasan 4 baris dan maknanya yang bisa dibaca karena penuh dengan pesan moral mengenai kehidupan.

Pantun Nasehat 4 Baris
Pantun Kiasan 4 Baris (Pexels)

1. Daun lebar ditanam di pekarangan,

Disiramnya pakai air di gelas.

Tidak pernah lapuk oleh air hujan,

Tidak pernah habis terkena panas.

Makna: Jikalau seseorang telah berjasa kepada negaranya, pasti jasanya juga tidak akan terlupakan.

2. Kayu mahogani dari Balikpapan,

Dikirim memakai pesawat terbang.

Jati ditanam penuh harapan,

Sebentar tumbuh rumput ilalang.

Makna: Harapan seseorang menanam pohon jati agar bermanfaat positif untuk dijadikan sebuah kursi atau meja sebagai kebutuhan sehari-hari, tapi apa daya ada rintangan diumpamakan dengan rumput ilalang yang menghalanginya.

3. Bunga terang menawan hati,

Indah merekah ku pandangi.

Gunung tinggi akan ku daki,

Biar lautan akan ku sebrangi.

Makna: Meski api panas ataupun butuh tenaga ekstra untuk mencapai puncak, apabila sudah bertekad dan semangat maka semuanya akan dilalui.

4. Naik kereta ke Kediri,

Jarak jauh sampai ke Pati.

Bagus sekali bentuknya padi,

Makin tunduk tanda berisi.

Makna: Manusia harus belajar dari padi yang makin merunduk ketika berisi. Hal ini berkaitan dengan rendah hati diri ketika telah memiliki banyak ilmu.

5. Pergi berlibur ke Kota Cianjur,

Pulang malam badan meriang.

Menangis diri di pintu kubur,

Teringat hati tidak pernah sembahyang.

Makna: Mengingatkan manusia untuk selalu beribadah selama hidupnya di dunia agar tidak menyesal saat di akhirat.

6. Musang menghilang ke belukar

Meski kecil cepat larinya

Meski zaman berubah dan bertukar

Tidak akan ada yang kekal di dunia

Makna: Setiap makhluk hidup pasti akan mati serta tidak ada yang kekal abadi dalam kehidupan di dunia ini.

7. Malam hari banyak kelelawar

Pagi hari banyak makanan

Semua masalah ada jalan keluar

Kusut diselesaikan, kotor dibersihkan

Makna: Ada baiknya setiap masalah harus diselesaikan dan dicari jalan keluarnya.

8. Kukira masih malam hari

Ternyata hari mulai siang

Kukira bunga mekar indah berseri

Ternyata lama layu diisap kumbang

Makna: Seseorang mengira bahwa gadis yang disukainya masih lajang, tetapi ternyata telah bersama orang lain.

9. Daun berserak pohon beringin

Diterpa angin sampai ke gardu

Seribu malam terasa dingin

Mengingat wajahmu yang ku rindu

Makna: Seseorang sedang merindukan kekasihnya yang membuat suasana menjadi berbeda jika tidak sedang bersama.

10. Ambil air dari perigi

Biar mandi terasa dingin

Jika pohon semakin tinggi

Pasti kencang tertiup angin

Makna: Setiap orang yang mencapai kesuksesan juga akan mengalami cobaan dalam hidupnya.

11. Sebatang emas dijual di pasar,

Harga murah dibeli Beti.

Utang emas masih sanggup dibayar,

Utang budi selamanya dibawa mati.

Makna: Hal ini mengingatkan bahwa utang budi hendaklah diingat sampai mati.

12. Pergi ke Inggris sampai ke Jerman,

Banyak sungai dengan sampan.

Selalu sedia payung sebelum hujan,

Jangan biarkan diri kesusahan.

Makna: Sebaiknya selalu persiapkan segala kebutuhan agar tidak kesusahan di kemudian hari.

13. Semak belukar ada di hutan,

Melihat ular liar terlepas.

Tidak akan pernah lapuk karena hujan,

Tidak akan habis karena panas.

Makna: Nasihat dari orang tua akan selalu diingat dan tidak akan pernah lekang oleh waktu.

14. Angin berembus lewat perlahan,

Menerjang rumput dimakan keledai.

Malu bertanya maka sesat di jalan,

Bertanya jadi kunci orang pandai.

Makna: Setiap orang hendaklah tidak malu bertanya agar tidak mengalami kesesatan dalam hidupnya. Hal ini juga menjadikan orang tersebut pandai.

15. Indonesia punya batik Pekalongan,

Selain batik ada seni anyaman.

Sedia selalu payung sebelum hujan,

Jangan sampai merugi kesusahan.

Makna: Ada baiknya selalu menyiapkan sesuatu untuk mengatasi permasalahan sehingga nantinya dapat dihadapi dengan baik dan tanpa hambatan.

16. Bunga mawar menarik hati

Terlihat indah saat dipandangi

Luasnya lautan ku seberangi

Demi si cinta yang sedang menanti.

Makna: Seseorang yang punya tekad kuat bisa melakukan apa saja. Misalnya, sepasang kekasih yang akan melakukan berbagai hal asal bisa bersama dan setia.

17. Naik kapal hingga Bakauheni

Lautnya tenang sepanjang hari

Hiduplah laksana ilmu padi

Makin merunduk makin berisi.

Makna: Tiap orang harus hidup seperti padi yang siap dipanen. Kekayaan ilmu dan materi seharusnya diikuti sikap rendah hati serta tidak segan berbagi.

18. Teringat atap rumah bocor

Lekas perbaiki sebelum hujan datang

Wahai para calon penghuni kubur

Laksanakan perintah Tuhan sebelum ajal datang.

Makna: Pantun ini mengingatkan tiap orang agar selalu melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi laranganNya. Jangan sampai menyesal saat waktu di dunia telah habis.

19. Kucing tidur di atas papan

Setelah bangun laparnya datang

Terbelit masalah hingga nihil harapan

Alhamdulillah, ku temukan titik terang.

Makna:  Jangan pernah putus asa ketika ada masalah. Dengan terus berdoa dan berusaha, kemungkinan ada solusi makin besar.

20. Seperti berlian di kegelapan

Sinarnya tak hilang meski terpendam

Kasih orang tua sepanjang jalan

Berlanjut hingga dewasa, tak pernah padam.

Makna: Pantun ini mengingatkan untuk selalu hormat dan menyayangi orang tua. Karena kasih orang tua pada anak, sejatinya tak pernah putus meski usia terus beranjak tua.

Pantun untuk Guru
Pantun Kiasan 4 Baris (Pexels)

21. Berburu ke padang datar

Dapatkan rusa belang kaki

Berguru kepalang ajar

Bagaikan bunga kembang tak jadi

Makna: kalau mau menuntut ilmu dan menjadi orang yang benar-benar berilmu, lakukanlah dengan sungguh-sungguh dan tanpa tanggung, jangan setengah-tengah.

22. Ayam sabung jangan dipaut

Jika ditambal kalah laganya

Asam di gunung ikan di laut

Dalam belanga bertemu juga

Makna: jika sudah berjodoh, meskipun berjauhan tempatnya pada akhirnya akan bertemu juga.

23. Memang harum bunga melati,

Pohon karet banyak getah.

Ular dipikul jangan mati,

Kayu pemukul jangan patah.

Makna: berhati-hatilah dalam bekerja, jangan sampai mendapat celaka.

24. Pandai ikan dalam berenang

Beda kolam ikannya lain

Sehari sehelai benang

Setahun menjadi kain

Makna: jika tekun mengerjakan sesuatu pasti akan membawa hasil.

25. Jika dilurut padi masak

Jatuh ke tanah berderai-derai

Jika takut dilambung ombak

Jangan berumah di tepi pantai

Makna: setiap perbuatan pasti ada risikonya.

26. Diam lisan banyak merenung

Lompat tinggi anak tupai

Hendak hati memeluk gunung

Apa daya tangan tak sampai

Makna: memiliki keinginan yang sangat besar, tetapi sangat mustahil tercapai.

27. Ikan blanak sekarang murah

Dijual di pasar seekor dua

Jadi anak jangan pemarah

Kalau pemarah lekas tua.

Makna: jangan suka mengumbar amarah, karena banyak kerugiannya. Jadilah orang yang bisa meredam marah.

28. Hari hujan turun petir

Daging kambing hendak digulaikan

Hidup bijak jangan pandir

Ombak kecil jangan diabaikan.

Makna: jangan mengabaikan atau meremahkan hal-hal kecil, karena hal kecil merupakan pertanda akan hal yang lebih besar.

29. Apa tanda buah yang kecut?

Bila dikupas susah dilepaskan

Apa tanda orang pengecut?

Lempar batu sembunyi tangan.

Makna: perbuatan yang licik dan penghianat yang tak mau bertanggung jawab atas kesalahan yang dia lakukan.

30. Ramai orang di hari raya

Petik jambu petik kweni

Jika ingin punya sahabat setia

Laba sama dibagi, rugi sama diterjuni

Makna: suka duka ditanggung bersama-sama, jangan hanya satu pihak saja.

31. Pagi hari mulai menyingsing

Pelan-pelan menjadi siang

Dari jauh bunga tampak cantik

Perlahan layu karena terpanggang

Makna: Sesuatu yang terlihat indah di permukaan, kadang tidak sesuai dengan kenyataan. Karena itu, jangan memberi penilaian berdasarkan tampilan luar.

32. Kayu dibelah jadi empat

Kayu terbakar jadi arang

Kulit bisa sama-sama coklat

Tidak sama dengan hati orang

Makna: Isi hati orang sejatinya tidak ada yang tahu, kecuali diri sendiri. Karena itu tiap orang wajib saling menghormati, terlepas dari tampilan luarnya.

33. Berbagai jenis bunga dalam rangkaian

Paduan warna membuatnya terlihat indah menawan

Nasihat orang tua seperti kesetiaan teman

Mengiringi hidup hingga datang kematian.

Makna: Nasihat orang tua bisa diterapkan setiap saat dalam kehidupan. Karena itu nasihat tersebut harus diingat sepanjang waktu.

34. Angin bertiup pelan-pelan

Terkena rumput di pagi hari

Ingat, malu bertanya sesat di jalan

Bertanyalah pada mereka yang pandai

Makna: Bila tidak tahu, jangan segan bertanya pada pihak yang memiliki informasi lebih jelas. Jangan segan bertanya, supaya tidak makin lama tersesat.

35. Burung gelatik, burung kenari

Terbang bebas di alam raya

Zaman dan musim boleh berganti

Tidak ada yang kekal di dunia

Makna: Setiap yang hidup di dunia tidak ada yang abadi. Jika tiba waktunya, semua akan berpulang yang Tuhan yang Maha Esa

36. Pergi ke Jepang mencari ilmu

Menggapai cita hingga ke bulan

Tak ada yang bisa membalas kasihmu

Karena tak habis diukur jalan.

Makna: Pantun ini cocok untuk hari ibu karena menggambarkan tentang kasih ibu yang tidak akan pernah bisa kamu balas seumur hidup.

37. Pohon besar tumbuh di hutan

Minum air dari gelas

Tak lapuk karena hujan

Tak lekang karena panas

Makna: Seseorang atau peristiwa akan selalu dikenang. Misalnya seorang pahlawan yang telah berjasa kepada negara, jasanya pasti tidak akan pernah dilupakan.

38. Asam kandis asam gelugur,

Ketiga asam riang-riang.

Menangis di pintu kubur,

Teringat badan tidak sembahyang.

Makna: Ini adalah contoh pantun agama. Pantun ini hendak mengingatkan manusia agar selalu beribadah selama hidup di dunia, agar nanti tidak menyesal di akhirat.

39. Jalan-jalan di hari rabu

Turun lembah masuk ke hutan

Dunia ini ibarat perahu

Di terjang ombak lautan.

Makna: akan banyak sekali ujian dan rintangan dalam kehidupan.

40. Memang harum bunga melati,

Pohon karet banyak getah.

Ular dipikul jangan mati,

Kayu pemukul jangan patah.

Makna: berhati-hatilah dalam bekerja, jangan sampai mendapat celaka.

Itulah 40 contoh pantun kiasan 4 baris beserta maknanya yang bisa dibaca untuk mendapatkan berbagai nasehat mengenai kehidupan. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan