40 Contoh Pantun Kiasan 4 Baris dan Maknanya yang Penuh Pesan Moral
Pantun merupakan salah satu karya sastra Indonesia yang cukup populer di masyarakat. Dilansir dari KBBI, pantun adalah bentuk puisi Indonesia (Melayu) yang tiap bait terdiri atas empat baris dengan sajak (a-b-a-b).
Pantun biasanya terdiri dari sampiran pada bait pertama dan kedua, kemudian isinya berada pada bait ketiga dan keempat yang sekaligus menggambarkan tujuan dari pantun tersebut.
Karya sastra ini sendiri dibagi menjadi beberapa jenis. Salah satunya yaitu pantun kiasan yang berisi tentang perumpamaan atau mengibaratkan sesuatu.
Jenis pantun ini biasanya digunakan untuk menyampaikan maksud tertentu secara tersirat dengan kata-kata kiasan atau bukan makna sebenarnya.
Bila tertarik dengan jenis pantun ini, berikut ini beberapa contoh pantun kiasan 4 baris yang bisa dibaca.
Pantun Kiasan 4 Baris
Berikut ini 40 contoh pantun kiasan 4 baris dan maknanya yang bisa dibaca karena penuh dengan pesan moral mengenai kehidupan.
1. Daun lebar ditanam di pekarangan,
Disiramnya pakai air di gelas.
Tidak pernah lapuk oleh air hujan,
Tidak pernah habis terkena panas.
Makna: Jikalau seseorang telah berjasa kepada negaranya, pasti jasanya juga tidak akan terlupakan.
2. Kayu mahogani dari Balikpapan,
Dikirim memakai pesawat terbang.
Jati ditanam penuh harapan,
Sebentar tumbuh rumput ilalang.
Makna: Harapan seseorang menanam pohon jati agar bermanfaat positif untuk dijadikan sebuah kursi atau meja sebagai kebutuhan sehari-hari, tapi apa daya ada rintangan diumpamakan dengan rumput ilalang yang menghalanginya.
3. Bunga terang menawan hati,
Indah merekah ku pandangi.
Gunung tinggi akan ku daki,
Biar lautan akan ku sebrangi.
Makna: Meski api panas ataupun butuh tenaga ekstra untuk mencapai puncak, apabila sudah bertekad dan semangat maka semuanya akan dilalui.
4. Naik kereta ke Kediri,
Jarak jauh sampai ke Pati.
Bagus sekali bentuknya padi,
Makin tunduk tanda berisi.
Makna: Manusia harus belajar dari padi yang makin merunduk ketika berisi. Hal ini berkaitan dengan rendah hati diri ketika telah memiliki banyak ilmu.
5. Pergi berlibur ke Kota Cianjur,
Pulang malam badan meriang.
Menangis diri di pintu kubur,
Teringat hati tidak pernah sembahyang.
Makna: Mengingatkan manusia untuk selalu beribadah selama hidupnya di dunia agar tidak menyesal saat di akhirat.
6. Musang menghilang ke belukar
Meski kecil cepat larinya
Meski zaman berubah dan bertukar
Tidak akan ada yang kekal di dunia
Makna: Setiap makhluk hidup pasti akan mati serta tidak ada yang kekal abadi dalam kehidupan di dunia ini.
7. Malam hari banyak kelelawar
Pagi hari banyak makanan
Semua masalah ada jalan keluar
Kusut diselesaikan, kotor dibersihkan
Makna: Ada baiknya setiap masalah harus diselesaikan dan dicari jalan keluarnya.
8. Kukira masih malam hari
Ternyata hari mulai siang
Kukira bunga mekar indah berseri
Ternyata lama layu diisap kumbang
Makna: Seseorang mengira bahwa gadis yang disukainya masih lajang, tetapi ternyata telah bersama orang lain.
9. Daun berserak pohon beringin
Diterpa angin sampai ke gardu
Seribu malam terasa dingin
Mengingat wajahmu yang ku rindu
Makna: Seseorang sedang merindukan kekasihnya yang membuat suasana menjadi berbeda jika tidak sedang bersama.
10. Ambil air dari perigi
Biar mandi terasa dingin
Jika pohon semakin tinggi
Pasti kencang tertiup angin
Makna: Setiap orang yang mencapai kesuksesan juga akan mengalami cobaan dalam hidupnya.
11. Sebatang emas dijual di pasar,
Harga murah dibeli Beti.
Utang emas masih sanggup dibayar,
Utang budi selamanya dibawa mati.
Makna: Hal ini mengingatkan bahwa utang budi hendaklah diingat sampai mati.
12. Pergi ke Inggris sampai ke Jerman,
Banyak sungai dengan sampan.
Selalu sedia payung sebelum hujan,
Jangan biarkan diri kesusahan.
Makna: Sebaiknya selalu persiapkan segala kebutuhan agar tidak kesusahan di kemudian hari.
13. Semak belukar ada di hutan,
Melihat ular liar terlepas.
Tidak akan pernah lapuk karena hujan,
Tidak akan habis karena panas.
Makna: Nasihat dari orang tua akan selalu diingat dan tidak akan pernah lekang oleh waktu.
14. Angin berembus lewat perlahan,
Menerjang rumput dimakan keledai.
Malu bertanya maka sesat di jalan,
Bertanya jadi kunci orang pandai.
Makna: Setiap orang hendaklah tidak malu bertanya agar tidak mengalami kesesatan dalam hidupnya. Hal ini juga menjadikan orang tersebut pandai.
15. Indonesia punya batik Pekalongan,
Selain batik ada seni anyaman.
Sedia selalu payung sebelum hujan,
Jangan sampai merugi kesusahan.
Makna: Ada baiknya selalu menyiapkan sesuatu untuk mengatasi permasalahan sehingga nantinya dapat dihadapi dengan baik dan tanpa hambatan.
16. Bunga mawar menarik hati
Terlihat indah saat dipandangi
Luasnya lautan ku seberangi
Demi si cinta yang sedang menanti.
Makna: Seseorang yang punya tekad kuat bisa melakukan apa saja. Misalnya, sepasang kekasih yang akan melakukan berbagai hal asal bisa bersama dan setia.
17. Naik kapal hingga Bakauheni
Lautnya tenang sepanjang hari
Hiduplah laksana ilmu padi
Makin merunduk makin berisi.
Makna: Tiap orang harus hidup seperti padi yang siap dipanen. Kekayaan ilmu dan materi seharusnya diikuti sikap rendah hati serta tidak segan berbagi.
18. Teringat atap rumah bocor
Lekas perbaiki sebelum hujan datang
Wahai para calon penghuni kubur
Laksanakan perintah Tuhan sebelum ajal datang.
Makna: Pantun ini mengingatkan tiap orang agar selalu melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi laranganNya. Jangan sampai menyesal saat waktu di dunia telah habis.
19. Kucing tidur di atas papan
Setelah bangun laparnya datang
Terbelit masalah hingga nihil harapan
Alhamdulillah, ku temukan titik terang.
Makna: Jangan pernah putus asa ketika ada masalah. Dengan terus berdoa dan berusaha, kemungkinan ada solusi makin besar.
20. Seperti berlian di kegelapan
Sinarnya tak hilang meski terpendam
Kasih orang tua sepanjang jalan
Berlanjut hingga dewasa, tak pernah padam.
Makna: Pantun ini mengingatkan untuk selalu hormat dan menyayangi orang tua. Karena kasih orang tua pada anak, sejatinya tak pernah putus meski usia terus beranjak tua.
21. Berburu ke padang datar
Dapatkan rusa belang kaki
Berguru kepalang ajar
Bagaikan bunga kembang tak jadi
Makna: kalau mau menuntut ilmu dan menjadi orang yang benar-benar berilmu, lakukanlah dengan sungguh-sungguh dan tanpa tanggung, jangan setengah-tengah.
22. Ayam sabung jangan dipaut
Jika ditambal kalah laganya
Asam di gunung ikan di laut
Dalam belanga bertemu juga
Makna: jika sudah berjodoh, meskipun berjauhan tempatnya pada akhirnya akan bertemu juga.
23. Memang harum bunga melati,
Pohon karet banyak getah.
Ular dipikul jangan mati,
Kayu pemukul jangan patah.
Makna: berhati-hatilah dalam bekerja, jangan sampai mendapat celaka.
24. Pandai ikan dalam berenang
Beda kolam ikannya lain
Sehari sehelai benang
Setahun menjadi kain
Makna: jika tekun mengerjakan sesuatu pasti akan membawa hasil.
25. Jika dilurut padi masak
Jatuh ke tanah berderai-derai
Jika takut dilambung ombak
Jangan berumah di tepi pantai
Makna: setiap perbuatan pasti ada risikonya.
26. Diam lisan banyak merenung
Lompat tinggi anak tupai
Hendak hati memeluk gunung
Apa daya tangan tak sampai
Makna: memiliki keinginan yang sangat besar, tetapi sangat mustahil tercapai.
27. Ikan blanak sekarang murah
Dijual di pasar seekor dua
Jadi anak jangan pemarah
Kalau pemarah lekas tua.
Makna: jangan suka mengumbar amarah, karena banyak kerugiannya. Jadilah orang yang bisa meredam marah.
28. Hari hujan turun petir
Daging kambing hendak digulaikan
Hidup bijak jangan pandir
Ombak kecil jangan diabaikan.
Makna: jangan mengabaikan atau meremahkan hal-hal kecil, karena hal kecil merupakan pertanda akan hal yang lebih besar.
29. Apa tanda buah yang kecut?
Bila dikupas susah dilepaskan
Apa tanda orang pengecut?
Lempar batu sembunyi tangan.
Makna: perbuatan yang licik dan penghianat yang tak mau bertanggung jawab atas kesalahan yang dia lakukan.
30. Ramai orang di hari raya
Petik jambu petik kweni
Jika ingin punya sahabat setia
Laba sama dibagi, rugi sama diterjuni
Makna: suka duka ditanggung bersama-sama, jangan hanya satu pihak saja.
31. Pagi hari mulai menyingsing
Pelan-pelan menjadi siang
Dari jauh bunga tampak cantik
Perlahan layu karena terpanggang
Makna: Sesuatu yang terlihat indah di permukaan, kadang tidak sesuai dengan kenyataan. Karena itu, jangan memberi penilaian berdasarkan tampilan luar.
32. Kayu dibelah jadi empat
Kayu terbakar jadi arang
Kulit bisa sama-sama coklat
Tidak sama dengan hati orang
Makna: Isi hati orang sejatinya tidak ada yang tahu, kecuali diri sendiri. Karena itu tiap orang wajib saling menghormati, terlepas dari tampilan luarnya.
33. Berbagai jenis bunga dalam rangkaian
Paduan warna membuatnya terlihat indah menawan
Nasihat orang tua seperti kesetiaan teman
Mengiringi hidup hingga datang kematian.
Makna: Nasihat orang tua bisa diterapkan setiap saat dalam kehidupan. Karena itu nasihat tersebut harus diingat sepanjang waktu.
34. Angin bertiup pelan-pelan
Terkena rumput di pagi hari
Ingat, malu bertanya sesat di jalan
Bertanyalah pada mereka yang pandai
Makna: Bila tidak tahu, jangan segan bertanya pada pihak yang memiliki informasi lebih jelas. Jangan segan bertanya, supaya tidak makin lama tersesat.
35. Burung gelatik, burung kenari
Terbang bebas di alam raya
Zaman dan musim boleh berganti
Tidak ada yang kekal di dunia
Makna: Setiap yang hidup di dunia tidak ada yang abadi. Jika tiba waktunya, semua akan berpulang yang Tuhan yang Maha Esa
36. Pergi ke Jepang mencari ilmu
Menggapai cita hingga ke bulan
Tak ada yang bisa membalas kasihmu
Karena tak habis diukur jalan.
Makna: Pantun ini cocok untuk hari ibu karena menggambarkan tentang kasih ibu yang tidak akan pernah bisa kamu balas seumur hidup.
37. Pohon besar tumbuh di hutan
Minum air dari gelas
Tak lapuk karena hujan
Tak lekang karena panas
Makna: Seseorang atau peristiwa akan selalu dikenang. Misalnya seorang pahlawan yang telah berjasa kepada negara, jasanya pasti tidak akan pernah dilupakan.
38. Asam kandis asam gelugur,
Ketiga asam riang-riang.
Menangis di pintu kubur,
Teringat badan tidak sembahyang.
Makna: Ini adalah contoh pantun agama. Pantun ini hendak mengingatkan manusia agar selalu beribadah selama hidup di dunia, agar nanti tidak menyesal di akhirat.
39. Jalan-jalan di hari rabu
Turun lembah masuk ke hutan
Dunia ini ibarat perahu
Di terjang ombak lautan.
Makna: akan banyak sekali ujian dan rintangan dalam kehidupan.
40. Memang harum bunga melati,
Pohon karet banyak getah.
Ular dipikul jangan mati,
Kayu pemukul jangan patah.
Makna: berhati-hatilah dalam bekerja, jangan sampai mendapat celaka.
Itulah 40 contoh pantun kiasan 4 baris beserta maknanya yang bisa dibaca untuk mendapatkan berbagai nasehat mengenai kehidupan.


