Advertisement
Varia | 15 Puisi Kemerdekaan 17 Agustus yang Penuh Makna Sebagai Referensi Lomba

15 Puisi Kemerdekaan 17 Agustus yang Penuh Makna Sebagai Referensi Lomba

Destiara Anggita Putri
6 Agustus 2025, 14:16
Puisi Kemerdekaan 17 Agustus
Freepik
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Tidak lama lagi, seluruh masyarakat Indonesia akan merayakan hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-80, tepatnya pada hari pada Minggu, 17 Agustus 2025. Menjelang hari bersejarah tersebut, masyarakat Indonesia akan menggelar berbagai perlombaan dalam rangka memeriahkan HUT RI.

Salah satunya yaitu lomba membaca puisi tentang Hari Kemerdekaan. Adapun tujuan dari lomba ini yaitu untuk mengunggah jiwa nasionalisme sehingga bisa diikuti oleh anak-anak hingga orang dewasa.

Namun menyusun sebuah puisi bukanlah hal yang mudah terutama bagi yang belum pernah membuatnya.  Untuk mempermudah, berikut di bawah ini beberapa contoh puisi kemerdekaan 17 Agustus yang bisa dijadikan referensi.

Puisi Kemerdekaan 17 Agustus

Berikut ini 15 puisi kemerdekaan dari berbagai sumber yang bisa dijadikan referensi bila ingin mengikuti lomba untuk memeriahkan peringatan HUT RI 17 Agustus mendatang.

Ucapan Hari Kemerdekaan dalam Bahasa Inggris
Puisi Kemerdekaan 17 Agustus (Freepik)

1. Merdeka, Kini dan Nanti

Karya: Ahmad Suryadi

Merdeka ini adalah upaya yang tak kenal lelah

Usaha yang tak pernah menyerah

Merdeka ini adalah cucuran keringat dan darah

Yang setia mencucur hingga melimpah ruah

Merdeka ini adalah lelah

Lelah yang dirasakan oleh setiap jiwa

Merdeka ini tak mudah digapai

Karena berjuta ton darah raib serta tergadai

Merdeka didapat dengan taruhan nyawa

Demi merdeka jutaan nyawa dan jiwa melayang

Demi merdeka untuk senyum esok yang lebih

Demi merdeka untuk senyum bangsa Indonesia

Demi merdeka ibu pertiwi, kini dan nanti

2. Langit Merah Putih di Ujung Agustus

Langit sore itu tak hanya jingga,

ia merah-putih, bergulung seperti cerita tua.

Tujuh belas Agustus bukan sekadar tanggal,

ia luka dan doa yang menjadi sembuh di dada bangsa.

Kini kita menapak jalan digital,

tapi merdeka tetaplah tentang suara yang tak dibungkam,

tentang langkah yang tak digiring,

dan mimpi yang tak dicuri malam.

3. Suara Dari Tanah Merdeka

Dulu, ketika malam masih gelap,

Jerit rakyat menggema dari balik senyap.

 

Bambu runcing, tekad membara,

Tak kenal takut, demi Indonesia merdeka.

 

Tanah ini pernah disiram darah,

Dari para pahlawan yang tak kenal lelah.

 

Mereka tak sempat melihat negeri tenang,

Tapi yakin, kemerdekaan bukan hanya bayang.

 

Kini kulihat langit tak lagi muram,

Anak negeri tertawa dalam damai yang terang.

 

Namun, apakah kita sudah benar-benar bebas?

Dari rasa malas, dari caci dan pemecah batas?

 

Kemerdekaan bukan akhir,

Ia adalah awal dari tanggung jawab besar.

 

Membangun negeri dengan hati bersih,

Agar warisan para pejuang tak punah dan letih.

4. Kulihat Patung Pejuang

Karya: Ryan Rachman

Kulihat Patung Pejuang

Ku lihat patung pejuang

Berdiri di tepi jalan

Yang satu terluka

Yang lain memapahnya Keduanya seolah berkata:

"Lihat tetes darah kami nak

Membasah di haribaan ibu pertiwi

Tak sempat kami melihat kalian

Hidup nyaman tanpa ketakutan"

Lalu aku tersentak

Leluhurku gugur berkalang tanah

Melepas nyawa untuk merdeka

5. Hari Itu, Bangsaku Bahagia

Karya: Asty Kusumadewi

Indonesia adalah negara kaya

Negara penuh budaya

Negara yang selalu jaya

Di setiap generasinya

Namun, ada kisah nyata di balik itu semua

Penjajahan di mana-mana

Perjuangan melawan penjajah durjana

Dengan semangat juang 45

Pertumpahan darah di tanah air

Saksi bisu perjuangan bangsa

Dengan satu keinginannya

Tekad kuat untuk merdeka!

Merdeka, merdeka, merdeka!

Hari itu bangsaku bahagia

17 Agustus 1945

Indonesia merdeka dari segala sengsara dan lara

6. Semangat Merdeka

Karya: Shandy

Di bawah mentari merah menyala,

Kita berdiri tegak tanpa cela.

Kemerdekaan, cita-cita kita semua,

Tak tergoyahkan oleh badai atau hujan.

Dulu dijajah, dirundung belenggu,

Namun semangat merdeka tak pernah pudar.

Bersatu, berjuang, dengan tekad yang kuat,

Kita raih kemerdekaan, tak terkalahkan.

Bendera merah putih berkibar tinggi,

Di angkasa biru lambang kebesaran jiwa.

Kita cinta tanah air, negara tercinta,

Kemerdekaan, anugerah yang abadi.

Kita merayakan kemerdekaan dengan bangga,

Menghormati warisan para pejuang kita.

Kita terus maju, berjuang untuk masa depan,

Kemerdekaan, harta yang tak ternilai harganya.

7. Kamilah Yang Pantas Merdeka

Karya: Annuquyah

17 Agustus kembali datang

Banyak sejarah, banyak pengorbanan, banyak peninggalan

Buku sejarah yang menceritakan

Musium yang mengabadikan

Inilah kami tidak takut gugur di medan perang

Tujuan kami bukan kematian melainkan kemerdekaan abadi

Wahai penjajah!

Kedatanganmu memberontak, merampas, mencaci maki dan menyiksa orang-orang tak berdosa

Entah mengapa kata putus asa

Tidak pernah tertulis dalam pendirian kami

Meskipun pada akhirnya kami jadi sejarah yang mungkin selamanya dikenang

Sebelum itu, darah menjadi minuman kami

Bunyi pistol menjadi syair di setiap derap langkah

Peluru menjadi makanan kami

Ada yang menembus tubuh memanggil kematian

Ada yang melintas, ada yang diam

Tumbuh menjadi pengorbanan

Kami dapatkan kemerdekaan yang kami impikan

Kamilah yang pantas merdeka!

8. 17 Agustus di Dunia Maya

Status berganti, avatar memerah-putih,

sementara rakyat kecil masih menunggu sinyal.

Merdeka, katanya,

tapi kenapa suara rakyat tak viral seperti selebritas?

Mari rayakan dengan bijak,

agar kemerdekaan tak hanya jadi tren

yang hilang besok pagi.

Pantun Kemerdekaan 17 Agustus
Puisi Kemerdekaan 17 Agustus (Freepik)

9. Negeri Ini Pernah Terjajah

Negeri ini pernah dijajah,

Tanahnya dikuasai, rakyatnya terbelah.

 

Lidah dibungkam, hati disayat,

Hidup serasa seperti tak punya tempat.

 

Namun dari luka lahirlah nyala,

Nyala semangat yang tak bisa padam begitu saja.

 

Pejuang berani, meski bersenjata seadanya,

Karena mereka punya cinta yang luar biasa.

 

Kini aku duduk di bangku sekolah,

Tanpa takut, tanpa resah.

 

Tapi aku tak ingin lupa sejarah,

Bahwa semua ini hasil juang yang megah.

 

Hari ini aku bersumpah di bawah langit,

Bahwa takkan kubiarkan negeri ini sempit.

 

Akan kuisi kemerdekaan ini dengan karya,

Sebagai bukti cinta pada Indonesia tercinta.

10. Pemuda Pahlawan

Karya: Riky Fernandes

Gelagat keharuan tercium bagai bangkai kecoa yang mulai hancur.

Waktumu tidak banyak di atas fana.

Rapatkan jari-jemarimu agar sampai menuju menara

Bulatkan tekadmu untuk melawan arus kebencian setiap manusia-manusia itu.

Kukuhkan dua kakimu sampai ke kepala.

Tarik tali pelontar kain merah putihmu.

Usah kau sujud di atas tanah itu.

Tancapkan saja tiang semangatmu setinggi mungkin.

Senyummu kian memanis dengan topi jerami berwarna gelap.

Dan saat itulah kau akan tahu betapa sulitnya hidup.

Dengan hias keringat tanpa peduli hari telah mencapai senja.

11. Terima Kasih Pahlawan

Karena jasamu kita merdeka

Hidup di ujung barat hingga timur

Tanpa takut dan gugup yang membara

Kau rela mati demi kami

Kau rela miskin demi kami

Kau rela menderita demi kami

Untuk kami kau rela hancur

 

Berkatmu Indonesia bisa merdeka

Mengepak sayap melesat langit

Berkatmu Indonesia bisa jaya

Menembus zaman hingga canggih

 

Tak terbayang jika keberanian itu tak tumbuh di hati kalian

Tak terbayang jika kesabaran itu takmenyertai derita kalian

Tak terbayang jika semangat itu tak membakar bara kalian

Kami anak muda kami bangsa Indonesia

Berterima kasih untuk jasa jasamu para pahlawan

Karena perjuangan yang luar biasa kalian

Indonesia bisa menikmati udara kemerdekaan.

12. Gema Merdeka

Karya: Reva Alya Novisha

Desing peluru yang tak bertuan,

Pembunuhan dan pembantaian,

Derap langkah sang gerilya,

Memupuk tekad dan lencana.

Senapan kau balas keris,

Bom kau balas bambu,

Meriam kau adu belati,

Demi negeri,

Demi sang saka berkibar dengan syahdu.

Ribuan nyawa hilang tanpa dosa,

Hanya deru air mata yang berkuasa.

Tak pernah gentar melawan mereka,

Demi merebut kedudukan sang pusaka.

Ketika doa dan air mata bersama,

Penjuru bumi langit menyaksikan,

Sebilah bambu runcing menyerang angkasa.

Kekuatan besar menyebar di bumi dan seisinya.

Kini bergema kata “Merdeka,”

Menebus semua luka lara.

Nusantara bersuka cita,

Dengan aksa yang gempita,

Merdeka.

13. Tanyaku Sederhana

Karya: Muhammad Sifak Almurtadho

Aku adalah seribu tahun lalu mencoba melawan semua kalah

Dan luka untuk kubawa pergi merenggut semua kalimat asa untuk merdeka angkasa surya menopang semua deru ombak derita ringkus habis semuanya!

Tanpa ada orang yang tersisa.

Semua tulisan-tulisan dari penyair terkenal ini adalah bukti nyata kalau dulu negara ini menelan jutaan jiwa sampai merdeka!

Saat ini, negara ini dijajah mati oleh pribumi sendiri Bukannya benar pertanyaanku?

Sudahi semua pertingkaian ini, atau merdeka dua kali?

Ringkus peristiwa!

Kita merdeka karena kita berbeda!

14. Merah Putih Dalam Dada

Merah di dadaku bukan sekadar warna,

Ia nyala semangat yang membara.

 

Putih di dadaku bukan sekadar cahaya,

Ia lambang tulus jiwa bangsa.

 

Setiap kali benderamu berkibar,

Hati ini selalu bergetar.

 

Mengingat para pejuang yang gugur,

Demi negeri ini bisa jujur dan makmur.

 

Aku ingin menjadi anak bangsa sejati,

Yang tak hanya menonton, tapi juga memberi.

 

Memberi waktu, memberi tenaga,

Untuk mengisi arti merdeka.

 

Tak perlu senjata, tak perlu perang,

Cukup hati yang jujur dan tangan yang terang.

 

Merah putih, tetaplah tegak,

Kami generasi baru yang tak akan lemah.

 

15. Perjuangan Panjang

Malam-malam penuh pertarungan

Kemana siang kami, tak kembali

Malam menjadi semakin pekat, dan semakin keruh permasalahannya

Diskusi yang tidak kunjung berakhir

 

Penat, lelah, kami terus beradu mulut

Memaki, tanpa ada benci dalam hati

Hanya untuk satu kata sepakat yang begitu alot

 

Untuk kalimat yang tertahan

Kesepakatan yang tidak kunjung usai

Untuk tanah air yang kian lelah akan penjajah

 

Merdeka adalah harga mati yang harus segera di bayar sah

 

Itulah ulasan mengani contoh 15 puisi kemerdekaan 17 Agustus penuh makna yang bisa dijadikan referensi ingin berpartisipasi pada lomba tersebut.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan

Buka di Aplikasi Katadata untuk pengalaman terbaik!

icon newspaper

Tanpa Iklan

Baca berita lebih nyaman

icon trending

Pilih Topik

Sesuai minat Anda

icon ai

Fitur AI

Lebih mudah berbagi artikel

icon star

Baca Nanti

Bagi Anda yang sibuk